Logo Universitas Pertamina
ID / EN
Berita Populer

Transisi Energi di Indonesia: Tantangan, Peluang Karir, dan Peran Generasi Muda


Published by: Universitas Pertamina Kamis, 5 Maret 2026
Dibaca: 129 kali
Perubahan iklim dan meningkatnya kebutuhan energi mendorong banyak negara, termasuk Indonesia, mulai beralih dari energi fosil menuju energi bersih. Upaya ini dikenal sebagai transisi energi, yang bertujuan menciptakan sistem energi yang lebih berkelanjutan dan rendah emisi. Pemerintah Indonesia sendiri menargetkan pencapaian net zero emission pada 2060 sebagai bagian dari komitmen global menghadapi perubahan iklim.

Meski demikian, pemanfaatan energi terbarukan di Indonesia masih belum optimal. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat potensi energi terbarukan Indonesia mencapai sekitar 3.600 gigawatt, sementara kontribusinya dalam bauran energi nasional masih sekitar 16%. Kondisi ini menunjukkan bahwa percepatan transisi energi masih menjadi tantangan sekaligus peluang besar, termasuk bagi generasi muda untuk berperan dalam pengembangan energi masa depan.

Apa Itu Transisi Energi?

Transisi energi adalah proses perubahan sistem energi dari yang semula didominasi oleh bahan bakar fosil seperti batu bara, minyak, dan gas menuju sumber energi yang lebih ramah lingkungan. Perubahan ini bertujuan mengurangi emisi gas rumah kaca, meningkatkan ketahanan energi, serta mendukung pembangunan ekonomi yang lebih berkelanjutan.

Di Indonesia, transisi energi menjadi bagian dari strategi nasional untuk memperkuat ketahanan energi sekaligus mendorong ekonomi hijau. Pemerintah menargetkan penggunaan energi baru dan terbarukan mencapai 23% dari bauran energi pada 2025 dan meningkat hingga 31% pada 2050.

Tantangan Transisi Energi di Indonesia

Meski potensinya besar, proses transisi energi di Indonesia tidaklah mudah. Ada beberapa tantangan utama yang harus dihadapi.
1. Ketergantungan pada energi fosil
Selama beberapa dekade, sistem energi Indonesia sangat bergantung pada batu bara dan minyak. Sektor energi bahkan menjadi salah satu penyumbang emisi terbesar di Indonesia.
2. Infrastruktur energi terbarukan
Pembangunan pembangkit energi bersih seperti PLTS, PLTA, atau PLTB memerlukan investasi besar serta jaringan transmisi listrik yang memadai.
3. Kebutuhan investasi yang besar
Laporan Just Energy Transition Partnership (JETP) memperkirakan Indonesia membutuhkan puluhan miliar dolar investasi untuk mendukung proses dekarbonisasi sektor energi hingga 2050.
4. Ketersediaan sumber daya manusia
Transisi energi membutuhkan tenaga profesional dengan kompetensi di bidang teknologi energi, sistem kelistrikan, hingga kebijakan energi.

Peluang Karir di Sektor Energi Bersih

Perkembangan transisi energi juga membuka berbagai peluang karir baru di sektor energi. Kebutuhan akan tenaga profesional di bidang energi terbarukan, efisiensi energi, hingga kebijakan energi terus meningkat seiring dengan upaya pengurangan emisi dan pengembangan energi bersih.

Beberapa peluang karir yang berkembang dalam sektor ini antara lain renewable energy engineer, energy analyst, sustainability specialist, hingga peneliti kebijakan energi. Dengan meningkatnya investasi dan inovasi di bidang energi terbarukan, generasi muda memiliki kesempatan besar untuk berkontribusi sekaligus membangun karir di industri energi masa depan.

Untuk mendukung percepatan transisi energi, pendidikan tinggi berperan penting dalam menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten. Melalui pendidikan dan riset, generasi muda dapat memahami tantangan sekaligus peluang dalam pengembangan energi bersih di masa depan.

Sebagai kampus yang berfokus pada sektor energi, Universitas Pertamina menghadirkan program studi yang relevan dengan kebutuhan industri. Mahasiswa tidak hanya mempelajari energi konvensional, tetapi juga energi terbarukan, keberlanjutan, serta inovasi teknologi energi melalui kolaborasi dengan industri.

Upaya percepatan energi bersih dan transisi energi sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) poin 7 (Affordable and Clean Energy) dan SDGs poin 13 (Climate Action). Tujuan ini menekankan pentingnya akses energi yang terjangkau, andal, dan berkelanjutan bagi semua orang serta berperan dalam mengurangi emisi gas rumah kaca dan memitigasi dampak perubahan iklim.

Transisi energi menjadi langkah penting untuk menjaga keberlanjutan lingkungan sekaligus memperkuat ketahanan energi Indonesia di masa depan. Dengan potensi energi terbarukan yang besar, peran generasi muda sangat dibutuhkan dalam pengembangan energi bersih.

Tertarik berkontribusi di sektor energi masa depan? Pelajari lebih lanjut program studi di Universitas Pertamina melalui https://pmb.universitaspertamina.ac.id/

Daftar Pustaka
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. (2025). Kementerian ESDM tegaskan peran strategis Indonesia dalam ketahanan energi kawasan. https://migas.esdm.go.id/post/Kementerian-ESDM-Tegaskan-Peran-Strategis-Indonesia-dalam-Ketahanan-Energi-Kawasan
Kementerian Pertahanan Republik Indonesia. (2024). Energi baru dan terbarukan. https://www.kemhan.go.id/pothan/wp-content/uploads/2024/06/Energi-Baru-dan-Terbarukan.pdf
Priambodo, D., & Hannany, Z. (2025). JETP: RI butuh US$31 miliar untuk transisi energi hingga 2030. IDNFinancials. https://www.idnfinancials.com/id/news/59746/jetp-ri-butuh-us31-miliar-untuk-transisi-energi-hingga-2030
Thumbnail
Bagikan:
Bagikan ke WhatsApp
Bagikan ke Facebook
Bagikan ke X
Bagikan ke Telegram
Bagikan ke LinkedIn

Tinggalkan Balasan
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalan UU ITE

© 2026 Universitas Pertamina.
All rights reserved