Logo Universitas Pertamina
ID / EN
Berita Populer

Energi Panas Bumi Indonesia: Potensi, Lokasi, dan Prospek Industri


Published by: Universitas Pertamina Kamis, 12 Maret 2026
Dibaca: 354 kali
Indonesia merupakan salah satu negara dengan potensi energi panas bumi terbesar di dunia. Data dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menunjukkan bahwa potensi panas bumi Indonesia mencapai sekitar 23.742 megawatt (MW) atau sekitar 40% dari total potensi geothermal dunia. 

Namun hingga saat ini, kapasitas terpasang pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) di Indonesia baru sekitar 2.744 MW, sehingga pemanfaatannya masih sekitar 10% dari total potensi yang tersedia. Dengan kapasitas tersebut, Indonesia saat ini menempati posisi produsen listrik panas bumi terbesar kedua di dunia setelah Amerika Serikat (Kementerian ESDM, 2025).

Besarnya potensi tersebut tidak terlepas dari kondisi geologi Indonesia yang berada di kawasan Cincin Api Pasifik (Ring of Fire). Wilayah ini memiliki banyak gunung berapi aktif yang menghasilkan sumber panas di bawah permukaan bumi. 

Sistem geothermal di Indonesia umumnya berasal dari aktivitas vulkanik, sehingga sumber energi panas bumi tersebar luas di berbagai wilayah nusantara. Hingga kini, potensi geothermal Indonesia tercatat berada di lebih dari 360 lokasi dari Sumatra hingga Papua (Antara News, 2025).

Lokasi Pengembangan Energi Panas Bumi di Indonesia

Sebaran potensi panas bumi di Indonesia cukup merata, terutama di wilayah yang memiliki aktivitas vulkanik tinggi. Pulau Sumatra dan Jawa menjadi dua wilayah dengan potensi terbesar. Data sektor ketenagalistrikan menunjukkan bahwa potensi panas bumi di Sumatra mencapai sekitar 9.305 MW, sementara di Pulau Jawa sekitar 7.773 MW. 

Selain itu, potensi geothermal juga terdapat di wilayah lain seperti Sulawesi sekitar 2.990 MW, Maluku sekitar 1.144 MW, serta Bali dan Nusa Tenggara sekitar 335 MW (Kementerian ESDM, 2024).

Beberapa wilayah telah menjadi pusat pengembangan pembangkit listrik tenaga panas bumi di Indonesia. Contohnya adalah Kamojang dan Salak di Jawa Barat, Sarulla di Sumatra Utara, serta Lahendong di Sulawesi Utara. Kawasan-kawasan tersebut memanfaatkan uap panas dari dalam bumi untuk menggerakkan turbin yang menghasilkan listrik. 

Pengembangan geothermal di berbagai daerah ini tidak hanya meningkatkan pasokan energi listrik nasional, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui investasi dan penciptaan lapangan kerja di sektor energi.

Prospek Industri Energi Panas Bumi

Energi panas bumi memiliki prospek yang sangat menjanjikan dalam mendukung transisi energi menuju sumber energi yang lebih bersih dan berkelanjutan. Berbeda dengan energi fosil, geothermal termasuk energi terbarukan yang relatif stabil karena tidak bergantung pada kondisi cuaca seperti energi surya atau angin. 

Selain itu, pembangkit listrik panas bumi juga memiliki faktor kapasitas yang tinggi sehingga mampu menghasilkan listrik secara kontinu dalam jangka panjang.

Pemerintah Indonesia juga terus mendorong pengembangan sektor ini melalui berbagai kebijakan, termasuk dalam rencana peningkatan bauran energi baru terbarukan nasional. 

Dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL), pengembangan pembangkit panas bumi menjadi salah satu strategi penting untuk meningkatkan kontribusi energi bersih sekaligus mendukung target net zero emission pada 2060 atau lebih cepat. 

Dengan potensi sumber daya yang besar, kemajuan teknologi eksplorasi, serta meningkatnya investasi di sektor energi terbarukan, industri geothermal Indonesia diproyeksikan akan terus berkembang dalam beberapa dekade ke depan (Antara News, 2025).

Energi Panas Bumi dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs)

Pengembangan energi panas bumi juga sejalan dengan upaya pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-7 yaitu Energi Bersih dan Terjangkau (Affordable and Clean Energy). Pemanfaatan geothermal sebagai sumber energi terbarukan dapat membantu meningkatkan akses energi yang lebih bersih sekaligus mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil yang menghasilkan emisi karbon. 

Selain itu, pengembangan industri panas bumi juga berkontribusi pada tujuan SDGs lainnya, seperti pertumbuhan ekonomi dan pekerjaan layak (SDG 8) serta penanganan perubahan iklim (SDG 13). Dengan memanfaatkan potensi panas bumi secara optimal, Indonesia tidak hanya memperkuat ketahanan energi nasional, tetapi juga berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan di tingkat global.

Peran Pendidikan dalam Pengembangan Energi Panas Bumi

Pengembangan industri energi panas bumi tidak hanya membutuhkan investasi dan teknologi, tetapi juga sumber daya manusia yang kompeten di bidang energi. Dalam konteks ini, perguruan tinggi memiliki peran penting dalam menyiapkan generasi profesional yang mampu mengembangkan sektor energi masa depan. 

Sebagai perguruan tinggi yang berfokus pada bidang energi, Universitas Pertamina berkomitmen untuk menyiapkan generasi muda yang mampu berkontribusi dalam pengembangan energi berkelanjutan di Indonesia. 
Melalui pendidikan, riset, dan kolaborasi dengan industri, mahasiswa dibekali pengetahuan serta keterampilan untuk menghadapi tantangan transisi energi di masa depan. 

Bagi calon mahasiswa yang tertarik berperan dalam pengembangan energi bersih dan masa depan transisi energi Indonesia, Universitas Pertamina membuka kesempatan untuk bergabung dan menjadi bagian dari generasi yang akan mendorong perubahan di sektor energi. 

Daftarkan diri Anda melalui link https://pmb.universitaspertamina.ac.id/  

Daftar Pustaka:
Kementerian ESDM. (2025). Indonesia Siap Jadi Negara Produsen Listrik Panas Bumi Terbesar Dunia
https://www.esdm.go.id/id/media-center/arsip-berita/indonesia-siap-jadi-negara-produsen-listrik-panas-bumi-terbesar-dunia 
Antara News. (2025). Illuminating the future with geothermal power. 
https://en.antaranews.com/news/387789/illuminating-the-future-with-geothermal-power
Kementerian ESDM, Embassy of Denmark, EA Energy Analyses, Danish Energy Agency. (2024). Technology Data for the Indonesian Power Sector. https://gatrik.esdm.go.id/assets/uploads/download_index/files/c4d42-technology-data-for-the-indonesian-power-sector-2024-annoteret-af-kb-.pdf 


Thumbnail
Bagikan:
Bagikan ke WhatsApp
Bagikan ke Facebook
Bagikan ke X
Bagikan ke Telegram
Bagikan ke LinkedIn

Tinggalkan Balasan
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalan UU ITE

© 2026 Universitas Pertamina.
All rights reserved