Logo Universitas Pertamina
ID / EN
Berita Populer

Apa Itu Mitigasi Perubahan Iklim dan Kenapa Kita Harus Peduli? Simak Penjelasannya!


Published by: Universitas Pertamina Senin, 16 Maret 2026
Dibaca: 61 kali
Perubahan iklim menjadi salah satu tantangan global terbesar yang dihadapi dunia saat ini. Kenaikan suhu rata-rata bumi, peningkatan frekuensi bencana alam, hingga ancaman terhadap ketahanan pangan merupakan beberapa dampak nyata yang sudah mulai dirasakan berbagai negara. Untuk menekan dampak tersebut, diperlukan berbagai upaya strategis yang dikenal dengan istilah mitigasi perubahan iklim.

Mitigasi perubahan iklim adalah serangkaian upaya yang dilakukan untuk mengurangi atau membatasi emisi gas rumah kaca ke atmosfer. Tujuan utama dari mitigasi adalah memperlambat laju pemanasan global sehingga dampak perubahan iklim dapat diminimalkan. 

Menurut laporan dari Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC), pengurangan emisi karbon secara signifikan dalam beberapa dekade ke depan sangat penting untuk menjaga kenaikan suhu global agar tidak melebihi 1,5°C dibandingkan era pra-industri (WRI, 2021).

Upaya mitigasi dapat dilakukan melalui berbagai cara, seperti meningkatkan penggunaan energi terbarukan, meningkatkan efisiensi energi, memperbaiki pengelolaan hutan, serta mengembangkan teknologi penangkapan karbon. 

Salah satu teknologi yang mulai mendapat perhatian dalam upaya mitigasi adalah Carbon Capture, Utilization, and Storage (CCUS).

Sebuah penelitian berjudul Risk Analysis of Gundih Carbon Capture Utilization and Storage: Implications and Challenges of Risk Governance of Technological Advancement for Climate Change Mitigation menjelaskan bahwa teknologi CCUS merupakan salah satu inovasi yang dapat membantu menurunkan emisi karbon dari sektor industri, khususnya minyak dan gas. 

Penelitian ini menyoroti implementasi proyek CCUS di Lapangan Gundih, Indonesia, yang menjadi salah satu proyek pionir di kawasan Asia Tenggara.

Dalam penelitian tersebut dijelaskan bahwa sebelum tahun 2012, teknologi CCUS masih relatif belum dikenal di Indonesia. Namun, seiring meningkatnya komitmen global untuk menurunkan emisi karbon, berbagai upaya mulai dilakukan untuk memperkenalkan dan mengembangkan teknologi ini di industri energi. 

Teknologi CCUS bekerja dengan cara menangkap karbon dioksida (CO₂) yang dihasilkan dari proses industri, kemudian memanfaatkannya kembali atau menyimpannya secara aman di bawah permukaan bumi. Pendekatan ini tidak hanya berkontribusi pada pengurangan emisi, tetapi juga dapat memberikan manfaat ekonomi bagi negara melalui optimalisasi sumber daya energi.

Meski demikian, penelitian tersebut juga menyoroti adanya sejumlah tantangan dalam implementasi CCUS, seperti risiko teknis, ketidakpastian regulasi, serta kebutuhan dukungan dari berbagai pemangku kepentingan. Oleh karena itu, diperlukan tata kelola risiko yang baik agar teknologi ini dapat diterapkan secara efektif dan berkelanjutan dalam strategi mitigasi perubahan iklim.

Selain pengembangan teknologi, aspek komunikasi juga memiliki peran penting dalam upaya mitigasi perubahan iklim. Komunikasi yang efektif dapat meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai isu perubahan iklim serta mendorong partisipasi publik dalam berbagai program mitigasi. 

Melalui komunikasi yang tepat, informasi ilmiah yang kompleks dapat diterjemahkan menjadi pesan yang mudah dipahami oleh masyarakat luas, sehingga mendorong perubahan perilaku menuju gaya hidup yang lebih ramah lingkungan.

Di era digital saat ini, komunikasi strategis menjadi sarana penting untuk membangun kesadaran kolektif mengenai pentingnya transisi energi dan pengurangan emisi karbon. Peran media, akademisi, pemerintah, dan sektor industri menjadi krusial dalam menyampaikan pesan mitigasi perubahan iklim secara konsisten dan berbasis data ilmiah.

Upaya mitigasi perubahan iklim juga sejalan dengan agenda pembangunan global yang dirumuskan oleh United Nations melalui Sustainable Development Goals (SDGs). Salah satu tujuan yang paling relevan dengan isu ini adalah SDG 13: Climate Action, yaitu tujuan yang menekankan pentingnya tindakan nyata untuk memerangi perubahan iklim dan dampaknya. 

SDG 13 mendorong negara-negara di dunia untuk memperkuat kapasitas dalam menghadapi perubahan iklim, termasuk melalui pengembangan teknologi, peningkatan edukasi, serta kolaborasi lintas sektor. Dengan kata lain, upaya mitigasi seperti pengembangan energi bersih, efisiensi energi, dan teknologi penangkapan karbon merupakan bagian penting dari pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan tersebut.

Sebagai institusi pendidikan yang berfokus pada energi dan keberlanjutan, Universitas Pertamina turut berperan dalam mendukung upaya mitigasi perubahan iklim melalui pendidikan, riset, dan pengembangan inovasi di bidang energi berkelanjutan. 

Melalui berbagai program studi yang relevan dengan sektor energi, lingkungan, dan komunikasi strategis, Universitas Pertamina mendorong lahirnya generasi muda yang mampu memberikan solusi nyata terhadap tantangan perubahan iklim di masa depan.

Bagi calon mahasiswa yang tertarik mempelajari isu energi, keberlanjutan, serta komunikasi strategis dalam menghadapi tantangan global, Universitas Pertamina membuka kesempatan untuk bergabung dan menjadi bagian dari generasi yang berkontribusi bagi masa depan bumi yang lebih berkelanjutan.

Informasi lebih lanjut mengenai program studi dan pendaftaran mahasiswa baru dapat diakses melalui laman resmi berikut:

https://pmb.universitaspertamina.ac.id

Dengan pemahaman yang lebih baik mengenai mitigasi perubahan iklim serta dukungan dari berbagai pihak, harapannya upaya menjaga keberlanjutan lingkungan dapat terus diperkuat demi masa depan yang lebih baik.


Sule, R., Mulyasari, F., & Kadir, W. (2022). Risk Analysis of Gundih Carbon Capture Utilization and Storage: Implications and Challenges of Risk Governance of Technological Advancement for Climate Change Mitigation. https://eudl.eu/doi/10.4108/eai.31-3-2022.2320669 

Thumbnail
Bagikan:
Bagikan ke WhatsApp
Bagikan ke Facebook
Bagikan ke X
Bagikan ke Telegram
Bagikan ke LinkedIn

Tinggalkan Balasan
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalan UU ITE

© 2026 Universitas Pertamina.
All rights reserved