Laporan Global Energy Review 2025 dari International Energy Agency (IEA) mencatat bahwa emisi karbon dioksida global dari sektor energi mencapai sekitar 37,8 gigaton CO₂ pada 2024, menjadikannya salah satu angka tertinggi dalam sejarah pemantauan emisi global. Sebagian besar emisi tersebut berasal dari penggunaan bahan bakar fosil seperti batu bara, minyak, dan gas dalam produksi energi dan aktivitas industri.
Di sektor industri, industri kimia juga menjadi kontributor penting emisi karbon karena proses produksinya melibatkan reaksi kimia dalam reaktor serta penggunaan energi besar. Produksi bahan kimia dasar seperti amonia, metanol, dan olefin bahkan memiliki intensitas emisi sekitar 1,3 ton CO₂ per ton produk, sehingga efisiensi proses dan reaktor menjadi kunci untuk menekan jejak karbon industri.
Tingginya emisi tersebut menunjukkan bahwa aktivitas manusia masih sangat bergantung pada energi berbasis karbon. Kondisi ini mendorong meningkatnya jejak karbon, yaitu total emisi gas rumah kaca yang dihasilkan dari berbagai aktivitas manusia. Lalu, sebenarnya apa itu jejak karbon dan apa saja penyebab jejak karbon tersebut?
Apa itu Jejak Karbon?
Jejak karbon merupakan jumlah total emisi gas rumah kaca, terutama karbon dioksida (CO₂), yang dihasilkan secara langsung maupun tidak langsung oleh suatu aktivitas, individu, organisasi, atau proses produksi. Emisi ini umumnya berasal dari berbagai kegiatan yang membutuhkan energi berbasis bahan bakar karbon, seperti penggunaan listrik, transportasi, dan aktivitas industri.
Menurut United States Environmental Protection Agency (EPA), jejak karbon menggambarkan total emisi gas rumah kaca yang dilepaskan ke atmosfer akibat aktivitas manusia. Besarnya jejak karbon dapat berbeda-beda tergantung pada jenis aktivitas yang dilakukan, sehingga memahami faktor-faktor yang memicunya menjadi langkah penting untuk mengetahui penyebab serta upaya menguranginya.
Ini Penyebab terciptanya Jejak Karbon
Analisis emisi global yang merujuk pada metodologi Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) 2023 menunjukkan bahwa sekitar 43,5% emisi sektor industri berasal dari proses kimia dan reaksi industri, sementara sisanya berasal dari pembakaran bahan bakar fosil.
Data tersebut menunjukkan bahwa aktivitas industri ini memiliki peran besar dalam peningkatan jejak karbon
1. Emisi dari Proses Industri Kimia
Proses industri kimia dapat menghasilkan emisi karbon melalui berbagai reaksi kimia yang terjadi dalam proses produksi. Beberapa reaksi eksoterm dan proses pembakaran bahan bakar untuk menghasilkan energi panas juga dapat melepaskan karbon dioksida sebagai produk samping.
2. Penggunaan Bahan Bakar Fosil
Penggunaan bahan bakar fosil seperti batu bara, minyak bumi, dan gas alam masih menjadi sumber energi utama dalam banyak sektor industri. Umumnya dalam konsumsi energi listrik, transportasi dan distribusi yang masih menggunakan bahan bakar fosil. Pembakarannya menghasilkan karbon dioksida yang berkontribusi terhadap peningkatan jejak karbon.
3. Efisiensi Energi dalam Proses Produksi
Besarnya jejak karbon juga dipengaruhi oleh tingkat efisiensi energi dalam proses produksi. Jika sistem produksi tidak efisien, konsumsi energi akan meningkat sehingga emisi karbon yang dihasilkan juga semakin besar.
Pemahaman mengenai penyebab jejak karbon menjadi penting dalam upaya menekan emisi dan mendukung pembangunan berkelanjutan. Upaya pengurangan emisi karbon ini sejalan dengan tujuan SDG’s poin 13: Climate Action, yang berfokus pada penanganan perubahan iklim melalui pengurangan emisi gas rumah kaca dan pengembangan teknologi yang lebih ramah lingkungan.
Di Universitas Pertamina, pemahaman tersebut dapat diperoleh melalui Program Studi Teknik Kimia Melalui program studi ini, mahasiswa mempelajari berbagai konsep seperti proses reaksi kimia, desain reaktor, serta efisiensi energi dalam sistem produksi yang berperan penting dalam upaya menekan emisi karbon di sektor industri.
Tertarik untuk mempelajari lebih dalam tentang proses industri yang efisien dan teknologi rendah emisi? Yuk, gabung dengan Teknik Kimia di Universitas Pertamina. Informasi pendaftaran dapat diakses melalui https://pmb.universitaspertamina.ac.id/.
Daftar Pustaka