Logo Universitas Pertamina
ID / EN
Berita Populer

Energi Terbarukan di Indonesia, Potensi Besar dan Tantangan Pengembangannya


Published by: Universitas Pertamina Selasa, 10 Maret 2026
Dibaca: 182 kali
Indonesia dikenal sebagai salah satu negara dengan potensi energi terbarukan terbesar di dunia. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat bahwa total potensi energi baru terbarukan (EBT) Indonesia mencapai sekitar 3.687 gigawatt (GW) yang berasal dari berbagai sumber seperti tenaga surya, angin, hidro, bioenergi, panas bumi, hingga energi laut. Namun, dari potensi tersebut, kapasitas yang telah dimanfaatkan baru sekitar 14–15 GW atau kurang dari 0,4 persen dari total potensi yang tersedia. Hal ini menunjukkan bahwa peluang pengembangan energi bersih di Indonesia masih sangat besar sekaligus menghadirkan tantangan yang signifikan dalam proses implementasinya.
Potensi energi surya menjadi yang paling dominan dengan kapasitas sekitar 3.294 GW, diikuti oleh energi angin sekitar 155 GW, tenaga air sekitar 95 GW, bioenergi sekitar 57 GW, serta energi laut sekitar 63 GW. Besarnya potensi ini menjadikan energi terbarukan sebagai salah satu kunci strategis dalam mencapai target transisi energi nasional serta mewujudkan ketahanan energi jangka panjang.

Potensi Energi Terbarukan sebagai Pilar Masa Depan Energi Nasional

Pemanfaatan energi terbarukan semakin penting seiring meningkatnya kebutuhan energi dan komitmen global untuk menurunkan emisi karbon. Indonesia menargetkan peningkatan bauran energi baru terbarukan dalam sistem energi nasional hingga 23 persen pada tahun 2025, sebagaimana tercantum dalam Rencana Umum Energi Nasional (RUEN). Namun hingga beberapa tahun terakhir, kontribusi energi terbarukan dalam bauran energi nasional masih berada di kisaran belasan persen, sehingga diperlukan upaya percepatan pengembangan teknologi dan investasi di sektor ini.
Dalam konteks ekonomi nasional, pengembangan energi terbarukan juga membuka peluang besar bagi pertumbuhan industri baru, penciptaan lapangan kerja, serta peningkatan daya saing ekonomi Indonesia. Proyek pembangkit listrik tenaga surya, angin, maupun panas bumi dapat menjadi motor penggerak ekonomi hijau yang berkelanjutan sekaligus mendukung upaya diversifikasi sumber energi nasional.

Tantangan Pengembangan Energi Terbarukan di Indonesia

Meskipun memiliki potensi yang sangat besar, pengembangan energi terbarukan di Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan. Salah satu tantangan utama adalah kebutuhan investasi yang besar untuk pembangunan infrastruktur energi bersih, mulai dari pembangkit listrik hingga sistem transmisi dan penyimpanan energi. Selain itu, regulasi dan kebijakan yang belum sepenuhnya stabil juga menjadi faktor yang memengaruhi minat investor dalam mengembangkan proyek energi terbarukan.

Tantangan lainnya berkaitan dengan kesiapan teknologi dan integrasi sistem energi. Beberapa sumber energi terbarukan seperti tenaga surya dan angin memiliki karakteristik intermiten, sehingga memerlukan sistem penyimpanan energi dan manajemen jaringan listrik yang lebih canggih agar pasokan listrik tetap stabil.
Di sisi lain, distribusi potensi energi terbarukan di Indonesia juga tidak merata. Beberapa wilayah memiliki potensi yang sangat besar namun belum memiliki infrastruktur energi yang memadai. Sebagai contoh, wilayah Sumatera menyimpan sekitar 34 persen dari total potensi energi bersih nasional, sehingga membutuhkan perencanaan pembangunan energi yang terintegrasi agar potensi tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal.

Kontribusi terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs)

Pengembangan energi terbarukan juga sejalan dengan agenda Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 7: Affordable and Clean Energy yang bertujuan memastikan akses energi yang terjangkau, andal, dan berkelanjutan bagi semua. Selain itu, transisi energi juga berkontribusi pada SDG 13: Climate Action melalui upaya pengurangan emisi gas rumah kaca dan mitigasi perubahan iklim.

Dengan meningkatkan penggunaan energi bersih, Indonesia tidak hanya memperkuat ketahanan energi nasional, tetapi juga berperan aktif dalam upaya global untuk mengatasi krisis iklim dan menjaga keberlanjutan lingkungan bagi generasi mendatang.

Pendidikan sebagai Kunci Pengembangan Ekonomi Energi Berkelanjutan

Melihat besarnya potensi energi terbarukan di Indonesia, kebutuhan akan sumber daya manusia yang kompeten di bidang ekonomi energi dan manajemen bisnis berkelanjutan akan semakin meningkat. Perguruan tinggi memiliki peran penting dalam menyiapkan generasi muda yang mampu memahami dinamika industri energi sekaligus mengembangkan strategi bisnis yang inovatif dan berkelanjutan.

Melalui pendekatan pembelajaran yang terintegrasi antara teori ekonomi, manajemen bisnis, serta pemahaman terhadap industri energi, di Universitas Pertamina mahasiswa dapat berkontribusi secara nyata dalam mendukung percepatan transisi energi nasional.

Bagi calon mahasiswa yang tertarik mendalami bidang ekonomi, bisnis, dan pengelolaan industri energi masa depan, memilih program studi yang relevan menjadi langkah awal yang penting untuk membangun karier di sektor strategis ini. Informasi lebih lanjut mengenai pendaftaran dan program studi di Universitas Pertamina dapat diakses melalui pmb.universitaspertamina.ac.id , mari menjadi bagian dari upaya mempersiapkan generasi profesional yang siap menghadapi tantangan ekonomi energi di masa depan.

Sumber:
https://money.kompas.com/read/2025/02/14/191714926/esdm-34-persen-potensi-energi-bersih-indonesia-berasal-dari-sumatera

Thumbnail
Bagikan:
Bagikan ke WhatsApp
Bagikan ke Facebook
Bagikan ke X
Bagikan ke Telegram
Bagikan ke LinkedIn

Tinggalkan Balasan
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalan UU ITE

© 2026 Universitas Pertamina.
All rights reserved