Banyak perusahaan di Indonesia kini tidak cuma mengejar laba, tapi juga memikirkan dampak terhadap lingkungan dan masyarakat. Buktinya, sebanyak 882 perusahaan atau sekitar 94% emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI) sudah memberikan laporan Environmental, Social, and Governance (ESG) sebagai bentuk komitmen terhadap praktik usaha yang lebih bertanggung jawab.
Perubahan arah perusahaan ini turut memengaruhi kebutuhan dunia kerja. Perusahaan kini tidak hanya menuntut capaian bisnis, tetapi juga memperhatikan bagaimana aktivitas usaha berdampak pada lingkungan, masyarakat, dan tata kelola internal.
Apa Itu ESG dan Kaitannya dengan ESG Skill
ESG (Environmental, Social, and Governance) adalah kerangka yang digunakan untuk menilai bagaimana perusahaan menjalankan bisnis dengan memperhatikan dampak lingkungan, tanggung jawab sosial, serta tata kelola yang transparan. Seiring meningkatnya tuntutan praktik usaha berkelanjutan, ESG kini menjadi standar penting di banyak perusahaan.
Namun, penerapan ESG tidak cukup hanya melalui kebijakan. Diperlukan ESG skill, yaitu kemampuan untuk memahami dan menerapkan prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola dalam aktivitas kerja. Inilah yang menjadikan ESG skill sebagai bekal penting bagi mahasiswa agar lebih siap menghadapi dunia profesional yang terus berkembang.
Mengapa Mahasiswa Perlu Memahami ESG Skill?
Perubahan standar di dunia kerja membuat keterampilan berbasis keberlanjutan semakin dibutuhkan. ESG skill mencakup kesadaran lingkungan, kepekaan sosial, etika, serta cara berpikir jangka panjang, sehingga mahasiswa mampu menilai sebuah pekerjaan tidak hanya dari hasil, tetapi juga dari dampaknya. Bekal ini membantu mahasiswa lebih siap menghadapi tuntutan profesional yang terus berkembang.
Secara konkret, ESG skill memberikan berbagai manfaat penting bagi mahasiswa, antara lain:
Meningkatkan kemampuan berpikir kritis, dengan mempertimbangkan dampak jangka panjang dari setiap keputusan.
Menumbuhkan kepekaan terhadap isu lingkungan dan kesehatan, termasuk keselamatan kerja dan kualitas hidup masyarakat.
Mendorong sikap etis dan bertanggung jawab, terutama dalam proses pengambilan keputusan.
Menjadi nilai tambah kompetitif, karena lulusan dengan pemahaman ESG dinilai lebih adaptif dan relevan dengan kebutuhan industri.
Lebih jauh, pengembangan ESG skill juga sejalan dengan upaya pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera. Pemahaman terhadap dampak lingkungan dan sosial mendorong mahasiswa berkontribusi pada praktik kerja yang lebih aman, sehat, dan berorientasi pada kesejahteraan manusia.
Di Universitas Pertamina, nilai-nilai ESG dan keberlanjutan relevan dengan berbagai program studi, seperti Teknik Lingkungan, Teknik Kimia, Teknik Perminyakan, Teknik Elektro, Manajemen, hingga Ilmu Komunikasi. Melalui pembelajaran akademik dan kegiatan kemahasiswaan, mahasiswa didorong mengembangkan ESG skill sebagai bekal menghadapi tantangan industri sekaligus berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan.
Saatnya generasi muda mengambil peran aktif dalam mendorong praktik kerja yang berkelanjutan dan berdampak positif bagi lingkungan serta masyarakat bersama Universitas Pertamina. Daftar melalui laman https://pmb.universitaspertamina.ac.id/.
Sumber dan Referensi: