Logo Universitas Pertamina
ID / EN
Berita Populer

108 Cekungan Migas Belum Tereksplorasi: Inilah Pentingnya Teknik Geologi di Indonesia


Published by: Universitas Pertamina Senin, 1 Desember 2025
Dibaca: 597 kali
Indonesia memiliki potensi energi yang sangat besar dan belum sepenuhnya dimanfaatkan. Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyebutkan bahwa Indonesia memiliki 108 cekungan sedimen yang belum tersentuh eksplorasi migas. Dari total 128 cekungan migas yang telah teridentifikasi, hanya 20 cekungan yang saat ini dikembangkan. Kepala Pusat Survei Geologi, Edy Slameto (2025), menegaskan bahwa puluhan cekungan lainnya masih menjadi area potensial yang menunggu dievaluasi oleh para ahli geologi.

Data ini menunjukkan bahwa kebutuhan akan tenaga geoscientist tetap tinggi, terutama untuk eksplorasi energi, pemetaan sumber daya, hingga pengembangan energi masa depan. Di tengah dinamika transisi energi global, Teknik Geologi menjadi disiplin ilmu yang semakin penting karena berperan langsung dalam penyediaan energi, mitigasi bencana, dan pembangunan berkelanjutan.

Apa Itu Teknik Geologi?

Teknik Geologi adalah bidang ilmu yang mempelajari bumi, proses pembentukannya, sifat material penyusunnya, serta bagaimana sumber daya alam dieksplorasi dan dikelola secara bertanggung jawab. Dalam perkuliahan Teknik Geologi, terdapat empat aspek utama yang dipelajari, yaitu:

1. Material penyusun bumi

Kajian geologi dimulai dari pemahaman tentang mineral, batuan, sedimen, dan fluida geologi yang menjadi fondasi pembentukan kerak bumi. Pembahasan meliputi: karakter fisik dan kimia mineral, proses pembentukan batuan beku, sedimen, dan metamorf, hubungan antara sifat batuan dengan potensi penyimpanan minyak, gas, atau panas bumi, peran fluida dalam migrasi hidrokarbon dan perubahan sifat batuan. Pengetahuan ini menjadi dasar untuk menilai potensi energi dan sumber daya alam di berbagai wilayah.

2. Struktur geologi

Selain aspek material, geologi juga mengkaji struktur bumi yang terbentuk akibat gaya tektonik. Sesar, lipatan, rekahan, dan berbagai pola deformasi memberikan petunjuk penting mengenai bagaimana kerak bumi bergerak dan berubah dari waktu ke waktu. Pemahaman tentang struktur geologi sangat krusial, karena fitur-fitur tersebut sering menjadi perangkap alami hidrokarbon, sekaligus menentukan tingkat kestabilan suatu wilayah. Banyak zona rawan gempa, longsor, dan likuefaksi dapat dikenali melalui analisis struktur yang tepat.

3. Proses geologi

Bidang ini juga menelusuri berbagai proses geologi yang membentuk lanskap dan dinamika bumi. Pergerakan lempeng tektonik membentuk pegunungan, cekungan, dan palung laut; aktivitas vulkanik menghasilkan energi panas bumi; sementara proses sedimentasi menciptakan batuan reservoir yang dapat menyimpan minyak dan gas. Melalui kajian geomorfologi, berbagai bentuk permukaan seperti lembah, pantai, delta, dan dataran tinggi dapat dipahami evolusinya. Keseluruhan proses ini menjelaskan bagaimana sumber daya alam terbentuk sekaligus bagaimana risiko geologi muncul dan dapat dikelola.

4. Pemanfaatan sumber daya alam

Tidak berhenti pada pemahaman ilmiah, Teknik Geologi juga berperan penting dalam pemanfaatan sumber daya alam secara bertanggung jawab. Kajian eksplorasi minyak, gas, mineral, dan panas bumi dilakukan untuk menilai potensi energi dan material penting bagi industri. Di sisi lain, evaluasi terhadap air tanah dan sumber daya material industri seperti batu gamping atau pasir kuarsa memastikan pembangunan dapat dilakukan dengan dasar ilmiah yang kuat. Melalui pendekatan ini, Teknik Geologi mendukung kebutuhan energi modern dan pembangunan infrastruktur nasional dengan tetap memperhatikan keberlanjutan lingkungan. Keragaman sektor ini menjadikan Teknik Geologi sebagai bidang yang relevan dan terus dibutuhkan.

Mengapa Ahli Geologi Tetap Dibutuhkan? 
1. Potensi eksplorasi migas Indonesia masih sangat besar

Dengan masih adanya 108 cekungan sedimen yang belum tereksplorasi, kebutuhan akan tenaga ahli geologi di Indonesia semakin mendesak. Potensi energi yang belum terungkap ini menunggu untuk dipetakan agar dapat memberikan gambaran jelas mengenai peluang pengembangan energi baru di berbagai wilayah.  Selain pemetaan, dibutuhkan pula analisis komprehensif untuk mengevaluasi prospek sumber daya yang tersimpan di dalam setiap cekungan, mulai dari kemungkinan keberadaan minyak dan gas hingga karakteristik batuan reservoirnya. Upaya ini menjadi bagian penting dari strategi jangka panjang untuk menjaga kemandirian energi nasional.

2. Eksplorasi mineral global kembali meningkat


Data dari Australian Bureau of Statistics (2018) menunjukkan bahwa investasi global dalam eksplorasi mineral kembali meningkat setelah mengalami penurunan signifikan pasca-2012. Kebangkitan ini mencerminkan tingginya kebutuhan akan logam-logam penting seperti nikel, tembaga, dan rare earth yang menjadi tulang punggung teknologi modern, mulai dari kendaraan listrik hingga energi terbarukan.

Kenaikan permintaan tersebut mendorong perusahaan untuk membuka kembali proyek eksplorasi, memperluas wilayah pencarian cadangan baru, dan meningkatkan aktivitas riset geologi di berbagai negara. Kondisi ini menjadikan peran ahli geologi semakin vital, karena proses eksplorasi membutuhkan kompetensi pemetaan, analisis batuan, dan interpretasi struktur geologi yang akurat. Secara bersamaan, tren ini juga membuka peluang karier internasional di bidang geosains, mengingat banyak negara tengah berlomba memenuhi kebutuhan mineral strategis untuk mendukung transisi energi global.

3. Transisi energi hijau meningkatkan kebutuhan mineral kritis

Laporan dari Nature Geoscience (2013) menunjukkan bahwa kebutuhan material untuk energi bebas karbon pada 2050 jauh melampaui kapasitas produksi global tahun 2010, termasuk: tembaga (penting untuk mobil listrik dan jaringan listrik), aluminium, baja, kaca, beton. Artinya, kebutuhan eksplorasi mineral akan semakin besar, sehingga ahli geologi akan menjadi profesi penting dalam transisi energi dunia.

4. Ahli geologi bekerja di banyak sektor, bukan hanya tambang

Lulusan Teknik Geologi dapat bekerja di sejumlah perusahaan, seperti perusahaan energi (migas & geothermal), pertambangan mineral, lembaga lingkungan dan konservasi, perusahaan geoteknik & konstruksi, lembaga pemerintah, universitas & pusat riset, konsultan geologi independen. Selain itu, banyak geologist mendirikan perusahaan eksplorasi sendiri.

Kenapa Memilih Teknik Geologi Universitas Pertamina?

Program Studi Teknik Geologi Universitas Pertamina dirancang untuk menjawab kebutuhan industri energi dan lingkungan modern. Mahasiswa akan mendapatkan:
  • Kurikulum berbasis sains dan rekayasa
  • Fokus pada geologi energi, lingkungan, dan rekayasa
  • Kerja lapangan intensif dan praktik pemetaan
  • Bimbingan dosen profesional serta akses jaringan industri energi
  • Penguatan soft skills, seperti komunikasi ilmiah dan pemecahan masalah

Dengan kombinasi kompetensi teknis dan pengalaman lapangan, lulusan Teknik Geologi UPER siap bersaing di tingkat nasional maupun global.

Jika kamu tertarik memahami bumi lebih dalam atau ingin berkontribusi pada penyediaan energi berkelanjutan, Program Studi Teknik Geologi Universitas Pertamina adalah pilihan yang tepat.
Daftar sekarang di: pmb.universitaspertamina.ac.id

Thumbnail
Bagikan:
Bagikan ke WhatsApp
Bagikan ke Facebook
Bagikan ke X
Bagikan ke Telegram
Bagikan ke LinkedIn

Tinggalkan Balasan
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalan UU ITE

© 2026 Universitas Pertamina.
All rights reserved