Logo Universitas Pertamina
ID / EN
Berita Populer

Mengenal Bioenergi: Solusi Energi Terbarukan Menuju Net Zero Emission


Published by: Universitas Pertamina Sabtu, 17 Januari 2026
Dibaca: 119 kali
Bioenergi saat ini menjadi sumber energi terbarukan terbesar di dunia. Energi ini digunakan untuk menghasilkan listrik, panas untuk industri dan bangunan, serta bahan bakar transportasi. Laporan International Energy Agency (IEA) menunjukkan bahwa bioenergi akan terus meningkat penggunaannya hingga tahun 2050, seiring upaya global menekan emisi karbon dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil. Di Indonesia, peran bioenergi bahkan sangat dominan. Pada 2023, bioenergi menyumbang sekitar 60 persen dari total energi terbarukan dan berkontribusi 7,7 persen terhadap bauran energi nasional.

Angka-angka tersebut menunjukkan bahwa bioenergi bukanlah energi masa depan semata, melainkan energi yang sudah digunakan hari ini. Di tengah target Indonesia untuk menurunkan emisi gas rumah kaca dan mencapai Net Zero Emission pada 2060, bioenergi menjadi salah satu solusi yang paling realistis karena bisa langsung dimanfaatkan dengan teknologi yang sudah tersedia.

Pengertian Bio Energi
Secara sederhana, bioenergi adalah energi yang berasal dari bahan-bahan hayati, atau yang sering disebut biomassa. Biomassa bisa berasal dari kayu dan sisa pengolahannya, tanaman seperti tebu dan jagung, sisa hasil pertanian, hingga limbah organik dari rumah tangga dan industri. Bahan-bahan tersebut kemudian diolah menjadi energi dalam bentuk padat, cair, atau gas, yang dapat digunakan untuk memasak, menghasilkan listrik, atau menjadi bahan bakar kendaraan.

Keunggulan bioenergi terletak pada fleksibilitasnya. Energi ini bisa digunakan di berbagai sektor yang selama ini sulit beralih dari bahan bakar fosil, seperti transportasi berat, industri, dan pembangkit listrik. Bioenergi juga membantu mengurangi pembakaran bahan bakar fosil yang menjadi penyebab utama perubahan iklim. Dengan kata lain, bioenergi memungkinkan pengurangan emisi karbon tanpa harus mengubah sistem energi secara drastis dalam waktu singkat.

Proses pembuatan bioenergi juga cukup beragam. Limbah pertanian, kayu, atau sampah organik bisa difermentasi atau diolah menjadi biodiesel, bioetanol, biogas, atau pelet biomassa. Produk-produk ini kemudian dimanfaatkan sebagai bahan bakar kendaraan, sumber listrik, atau bahan bakar untuk kebutuhan rumah tangga dan industri. Proses ini sekaligus membantu mengurangi limbah dan mendorong pemanfaatan sumber daya secara lebih efisien.

Secara global, penggunaan bioenergi diperkirakan akan terus meningkat. Menurut proyeksi IEA, penggunaan bioenergi modern akan menggantikan biomassa tradisional yang tidak efisien, seperti kayu bakar terbuka. Pada 2050, sektor industri dan transportasi diperkirakan menjadi pengguna terbesar bioenergi, karena sektor-sektor tersebut membutuhkan energi dalam jumlah besar dan sulit sepenuhnya beralih ke listrik.

Pengembangan Bio Energi di Indonesia
Dalam konteks Indonesia, bioenergi memiliki arti strategis dalam pencapaian target Di Indonesia, pemanfaatan bioenergi sudah memberikan dampak nyata. Pada 2023, penggunaan biodiesel mencapai 12,3 juta kiloliter. Pemanfaatan ini mampu menghemat devisa negara lebih dari Rp122 triliun dan menurunkan emisi gas rumah kaca hingga 132 juta ton CO₂ ekuivalen. Artinya, bioenergi tidak hanya berdampak baik bagi lingkungan, tetapi juga memperkuat ketahanan energi dan ekonomi nasional.

Meski demikian, pengembangan bioenergi masih menghadapi tantangan, seperti kebutuhan infrastruktur, ketersediaan teknologi, dan pengaturan yang konsisten. Namun, dengan melimpahnya sumber biomassa dan komitmen pemerintah dalam transisi energi, bioenergi memiliki peluang besar untuk terus berkembang. Bagi masyarakat awam, bioenergi dapat dipahami sebagai cara cerdas memanfaatkan sumber daya alam dan limbah yang ada di sekitar kita untuk menghasilkan energi yang lebih bersih dan berkelanjutan.

Ke depan, bioenergi berpotensi menjadi salah satu pilar utama dalam sistem energi Indonesia. Tidak hanya membantu mengurangi emisi karbon, tetapi juga menciptakan manfaat ekonomi, membuka lapangan kerja, dan mendukung pembangunan yang lebih ramah lingkungan.

Peran Universitas Pertamina dalam Pengembangan Bio Energi
Universitas Pertamina (UPER) memiliki peran strategis dalam mendukung pengembangan dan pemahaman bioenergi di Indonesia. Sebagai perguruan tinggi yang berfokus pada energi, keberlanjutan, dan transisi rendah karbon, UPER berkontribusi melalui pendidikan, riset, dan pengabdian kepada masyarakat. Isu-isu seperti bioenergi, energi terbarukan, dan transisi energi tidak hanya dipelajari secara teori, tetapi juga dikaji melalui penelitian terapan, diskusi publik, serta kolaborasi dengan industri dan pemangku kepentingan. Dengan pendekatan tersebut, UPER membekali mahasiswa dengan pemahaman yang relevan terhadap tantangan energi masa depan.

Bagi generasi muda yang ingin menjadi bagian dari solusi energi berkelanjutan, Universitas Pertamina membuka kesempatan untuk belajar dan berkontribusi secara nyata. Melalui berbagai program studi yang relevan dengan isu energi dan keberlanjutan, mahasiswa didorong untuk terlibat langsung dalam transisi energi nasional. Daftar sekarang dan wujudkan peranmu dalam masa depan energi Indonesia melalui https://pmb.universitaspertamina.ac.id/

Referensi:
  1. International Energy Agency. (2021). Net zero by 2050: A roadmap for the global energy sector. International Energy Agency.IEA Bioenergy. (n.d.). Bioenergy: A sustainable solution. Retrieved from https://www.ieabioenergy.com/bioenergy-a-sustainable-solution/
  2. Sustainable Energy Authority of Ireland. (n.d.). What is bioenergy? Retrieved from https://www.seai.ie/renewable-energy/bioenergy/what-is-bioenergy/ 
  3. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia. (2024). Ini Peranan Bioenergi dalam Usaha Transisi Energi Nasional. Retrieved from https://www.esdm.go.id/id/media-center/arsip-berita/ini-peranan-bioenergi-dalam-usaha-transisi-energi-nasional-
Thumbnail
Bagikan:
Bagikan ke WhatsApp
Bagikan ke Facebook
Bagikan ke X
Bagikan ke Telegram
Bagikan ke LinkedIn

Tinggalkan Balasan
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalan UU ITE

© 2026 Universitas Pertamina.
All rights reserved