Logo Universitas Pertamina
ID / EN
Berita Populer

Memaknai Hari Keadilan Sosial Sedunia dalam Perspektif Global dan Nasional


Published by: Universitas Pertamina Jumat, 20 Februari 2026
Dibaca: 109 kali
Setiap 20 Februari, dunia memperingati Hari Keadilan Sosial Sedunia sebagai momentum global untuk menegaskan bahwa keadilan sosial adalah fondasi perdamaian dan pembangunan berkelanjutan. Peringatan ini ditetapkan melalui Resolusi Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa pada 26 November 2007, yang menetapkan tanggal 20 Februari sebagai hari refleksi dan aksi bersama dalam mengatasi kemiskinan, pengangguran, eksklusi sosial, serta ketimpangan.

Akar historisnya dapat ditelusuri ke Konferensi Tingkat Tinggi Dunia untuk Pembangunan Sosial di Kopenhagen tahun 1995, yang menghasilkan Deklarasi Kopenhagen dan Program Aksi. Komitmen tersebut kemudian diperkuat oleh Organisasi Perburuhan Internasional melalui Deklarasi ILO tentang Keadilan Sosial untuk Globalisasi yang Adil pada 10 Juni 2008. 

Deklarasi ini menegaskan pentingnya kerja layak, perlindungan sosial, dialog sosial, dan penghormatan terhadap hak-hak dasar sebagai inti pembangunan di era globalisasi.

Tantangan Global dan Konteks Indonesia

Tema global tahun 2026, Empowering Inclusion: Bridging Gaps for Social Justice, menyoroti urgensi kebijakan inklusif yang mampu menjangkau kelompok paling rentan. Di tengah arus globalisasi dan kemajuan teknologi, kesenjangan ekonomi, ketidakamanan kerja, dan ketimpangan akses terhadap layanan dasar masih menjadi persoalan lintas negara.

Di Indonesia, keadilan sosial bukan sekadar agenda global, melainkan amanat konstitusi sebagaimana tercantum dalam sila kelima Pancasila: Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Namun realitas menunjukkan bahwa perempuan, anak, lansia, serta kelompok rentan lainnya masih menghadapi ketidakadilan struktural, termasuk kekerasan berbasis gender, kemiskinan ekstrem, dan keterbatasan akses pendidikan serta perlindungan hukum.

Sebagai negara pihak Konvensi Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi terhadap Perempuan (CEDAW), Indonesia memiliki kewajiban untuk memastikan keadilan substantif bagi perempuan di seluruh bidang kehidupan. Dengan demikian, keadilan sosial tidak dapat dilepaskan dari keadilan gender dan penguatan sistem perlindungan sosial yang responsif terhadap kebutuhan kelompok rentan.

Keadilan Sosial dan Agenda SDGs

Semangat Hari Keadilan Sosial Sedunia 2026 selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya penghapusan kemiskinan dalam segala bentuk (SDG 1), penguatan kesetaraan gender dan penghapusan diskriminasi terhadap perempuan (SDG 5), penciptaan pekerjaan layak serta perlindungan tenaga kerja (SDG 8), pengurangan ketimpangan di dalam dan antarnegara (SDG 10), serta penguatan institusi yang adil, inklusif, dan akuntabel (SDG 16). 

Pencapaian tujuan-tujuan tersebut mensyaratkan kolaborasi lintas sektor, penguatan kebijakan publik, serta partisipasi aktif masyarakat sebagai fondasi pembangunan yang berkeadilan dan berkelanjutan.

Peran Pendidikan dan Komunikasi

Bagi Universitas Pertamina, momentum ini menjadi pengingat bahwa pendidikan tinggi memiliki tanggung jawab strategis dalam membangun kesadaran kritis, mendorong riset yang berdampak, serta menghadirkan inovasi yang inklusif. Secara khusus, Program Studi Ilmu Komunikasi berperan penting dalam mengarusutamakan isu keadilan sosial melalui literasi media, advokasi publik, serta produksi pesan yang sensitif gender dan berpihak pada kelompok rentan.

Melalui penguatan kapasitas komunikasi yang etis, berbasis data, dan berorientasi pada perubahan sosial, mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Pertamina diharapkan mampu menjadi agen narasi yang mendorong inklusi, melawan disinformasi, serta menjembatani kesenjangan sosial.

Sejalan dengan komitmen tersebut, Universitas Pertamina terus membuka ruang kolaborasi, pembelajaran kontekstual, serta kegiatan pengabdian masyarakat yang relevan dengan isu-isu keberlanjutan dan keadilan sosial. 

Dengan ekosistem akademik yang adaptif dan berorientasi pada solusi, Universitas Pertamina berupaya menyiapkan generasi profesional yang tidak hanya unggul secara kompetensi, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan keberpihakan pada nilai keadilan bagi seluruh masyarakat.

Referensi:
Komnas Perempuan. (2026). Mengupayakan Keadilan Sosial yang Responsif Gender. https://komnasperempuan.go.id/siaran-pers-detail/siaran-pers-komnas-perempuan-memperingati-world-day-of-social-justice-2026 
Sitoresmi, N. (2024). Memaknai Hari Keadilan Sosial Sedunia. https://www.komnasham.go.id/memaknai-hari-keadilan-sosial-sedunia 
Perserikatan Bangsa Bangsa. (2024). Memajukan Keadilan Sosial. https://indonesia.un.org/id/260366-hari-keadilan-sosial-sedunia-20-februari 


Kredit Foto Clay Banks // Unsplash
Thumbnail
Bagikan:
Bagikan ke WhatsApp
Bagikan ke Facebook
Bagikan ke X
Bagikan ke Telegram
Bagikan ke LinkedIn

Tinggalkan Balasan
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalan UU ITE

© 2026 Universitas Pertamina.
All rights reserved