Logo Universitas Pertamina
ID / EN
Berita Populer

Di Balik Distribusi Air Bersih Saat Bencana Aceh: Peran Krusial Teknik Logistik


Published by: Universitas Pertamina Selasa, 17 Februari 2026
Dibaca: 146 kali
Bencana banjir dan longsor yang melanda Aceh serta sebagian wilayah Sumatera Utara dan Sumatera Barat pada akhir 2025 tidak hanya menimbulkan korban dan pengungsian, tetapi juga merusak infrastruktur vital. Data Kementerian Pekerjaan Umum mencatat sekitar 1.355 titik kerusakan, termasuk puluhan ruas jalan nasional dan jembatan yang terputus.

Selain itu, 20 Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di 10 kabupaten/kota terdampak, sehingga akses air bersih masyarakat terganggu. Situasi ini menunjukkan bahwa tantangan pascabencana bukan hanya pemulihan fisik, tetapi juga memastikan kebutuhan dasar tetap terpenuhi di tengah jalur distribusi yang rusak.

Kerusakan jalan dan jembatan membuat distribusi bantuan harus dilakukan dengan perencanaan ekstra. Jalur alternatif perlu segera ditentukan, prioritas wilayah harus dipetakan, dan jadwal pengiriman disusun ulang agar suplai tidak terhambat. Dalam konteks air bersih, proses ini mencakup penempatan tandon sementara di titik pengungsian serta koordinasi lintas instansi agar tidak terjadi penumpukan maupun kekurangan pasokan di lokasi tertentu.

Respon Logistik di Lapangan

Dalam fase tanggap darurat, Palang Merah Indonesia (PMI) mendistribusikan lebih dari 2,23 juta liter air bersih di Kabupaten Pidie Jaya, yang diproduksi menggunakan water treatment plant bergerak sebelum dikirim ke titik kebutuhan masyarakat. Pengiriman dilakukan secara terjadwal melalui posko bantuan dengan melibatkan pemerintah daerah, pihak swasta, dan relawan lintas organisasi.

Bantuan serupa juga menjangkau wilayah seperti Aceh Tamiang sejak pertengahan Desember 2025 untuk membantu warga dan pengungsi yang kesulitan memperoleh air layak. Selain distribusi langsung, PMI bersama International Federation of Red Cross and Red Crescent Societies (IFRC) menghadirkan sistem Camp WASH di beberapa kabupaten, lengkap dengan armada mobil tangki dan fasilitas sanitasi, guna memastikan akses air bersih dan sanitasi tetap tersedia selama masa darurat.

Mengapa Teknik Logistik Sangat Krusial?

Peristiwa ini menegaskan bahwa sistem logistik yang terstruktur menjadi kunci dalam kondisi krisis. Kontribusi teknik logistik dalam situasi ini meliputi:
  • Merancang rute alternatif saat akses utama terputus
  • Menentukan prioritas wilayah distribusi berdasarkan tingkat kebutuhan
  • Mengatur kapasitas serta jadwal pengiriman agar suplai air bersih merata dan berkelanjutan
  • Memastikan koordinasi multipihak berjalan efektif
  • Menyusun perencanaan dan manajemen distribusi yang terukur

Peran tersebut selaras dengan pembelajaran di Program Studi Teknik Logistik Universitas Pertamina (UPER), yang membekali mahasiswa dengan kemampuan perancangan rantai pasok, analisis risiko infrastruktur, serta simulasi distribusi dalam kondisi darurat. Kompetensi ini semakin relevan dalam menghadapi bencana yang berdampak pada layanan dasar masyarakat.

Upaya menjaga kelancaran distribusi air bersih saat bencana turut mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) poin 6: Air Bersih dan Sanitasi, yang menekankan pentingnya akses air bersih yang aman dan berkelanjutan bagi semua. Dalam konteks ini, keilmuan teknik logistik tidak hanya berperan dalam efisiensi operasional, tetapi juga berkontribusi langsung pada ketahanan sosial dan kemanusiaan.

Ingin menjadi bagian dari solusi distribusi yang berdampak luas bagi masyarakat? Pelajari lebih lanjut tentang Program Studi Teknik Logistik Universitas Pertamina dan temukan bagaimana keahlianmu dapat berkontribusi dalam membangun sistem logistik yang tangguh dan berkelanjutan. Daftar melalui https://pmb.universitaspertamina.ac.id/

Daftar Pustaka
Antara News. (2026). Warga terdampak bencana Aceh Tamiang mulai terima bantuan air bersih. ANTARA News. https://jogja.antaranews.com/berita/788950/warga-terdampak-bencana-aceh-tamiang-mulai-terima-bantuan-air-bersih
Antara News. (2026). PMI distribusikan 2,2 juta liter air bersih untuk korban bencana Aceh. ANTARA News. https://www.antaranews.com/berita/5399070/pmi-distribusikan-22-juta-liter-air-bersih-untuk-korban-bencana-aceh
Cendra Arini, S. (2025). Dampak banjir Sumatera: 2.058 Km jalan nasional rusak, 31 jembatan putus. detikFinance. https://finance.detik.com/infrastruktur/d-8257003/dampak-banjir-sumatera-2-058-km-jalan-nasional-rusak-31-jembatan-putus
Kementerian PUPR. (2025). Kementerian PU percepat penanganan bencana di Aceh, fokus pemulihan konektivitas. https://binamarga.pu.go.id/balai-aceh/berita/kementerian-pu-percepat-penanganan-bencana-di-aceh-fokus-pemulihan-konektivitas

Thumbnail
Bagikan:
Bagikan ke WhatsApp
Bagikan ke Facebook
Bagikan ke X
Bagikan ke Telegram
Bagikan ke LinkedIn

Tinggalkan Balasan
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalan UU ITE

© 2026 Universitas Pertamina.
All rights reserved