Logo Universitas Pertamina
ID / EN
Berita Populer

Cuaca Ekstrem Menguji Hak atas Keselamatan dan Kesehatan Nelayan


Published by: Universitas Pertamina Kamis, 15 Januari 2026
Dibaca: 234 kali
Peringatan Hari HAM Nelayan dan Masyarakat Sipil setiap 13 Januari menjadi momentum untuk menyoroti kondisi kerja dan kesejahteraan nelayan di Indonesia. Di tengah perubahan iklim yang semakin nyata, nelayan menghadapi tantangan serius berupa cuaca ekstrem yang meningkatkan risiko keselamatan dan kesehatan saat melaut.

Berdasarkan pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, perubahan iklim berkontribusi terhadap meningkatnya intensitas dan frekuensi cuaca ekstrem di wilayah perairan Indonesia. Gelombang tinggi, angin kencang, dan hujan deras meningkatkan risiko kecelakaan kerja di laut, seperti kapal terbalik, cedera saat bekerja, hingga risiko tenggelam.

Kondisi tersebut juga berdampak langsung pada aktivitas nelayan di perairan Jakarta Utara. Gelombang besar dan hujan deras membuat nelayan di kawasan Kalibaru, Cilincing, Marunda, hingga Muara Angke terpaksa membatasi bahkan menghentikan aktivitas melaut. Situasi ini menunjukkan bagaimana cuaca ekstrem tidak hanya mengganggu produktivitas nelayan, tetapi juga membahayakan keselamatan dan kesehatan mereka saat bekerja di laut.

Bagi nelayan tradisional dengan sarana dan prasarana terbatas, kondisi ini membuat aktivitas melaut semakin berisiko. Demi menjaga keselamatan, nelayan kerap memilih untuk tidak melaut saat cuaca buruk, meskipun keputusan tersebut berdampak langsung pada pendapatan dan kesejahteraan keluarga.

Cuaca ekstrem juga berdampak pada kesehatan fisik nelayan. Paparan hujan dan angin dalam waktu lama meningkatkan risiko gangguan pernapasan, kelelahan kronis, serta masalah otot dan sendi akibat kondisi kerja yang berat dan jam kerja yang tidak menentu. Selain itu, ketidakpastian cuaca dan pendapatan turut memicu stres dan kecemasan, sehingga memengaruhi kesehatan mental nelayan dan keluarga mereka.

Dalam konteks Hari HAM Nelayan, kondisi ini menunjukkan bahwa perubahan iklim bukan hanya isu lingkungan, tetapi juga tantangan dalam pemenuhan hak nelayan atas keselamatan, kesehatan, dan kesejahteraan sebagaimana sejalan dengan SDG 3 (Kesehatan dan Kesejahteraan).

Peran Teknik Lingkungan dalam Mendukung Keselamatan Nelayan

Dalam menghadapi risiko cuaca ekstrem yang berdampak pada keselamatan dan kesehatan nelayan, pendekatan berbasis ilmu lingkungan menjadi semakin penting. Program Studi Teknik Lingkungan Universitas Pertamina membekali mahasiswa dengan pemahaman tentang perubahan iklim, analisis kualitas lingkungan, serta pemantauan kondisi cuaca dan perairan.

Melalui kajian risiko lingkungan dan pendekatan AMDAL, Teknik Lingkungan berperan dalam mendukung pengembangan sistem informasi dan peringatan dini cuaca ekstrem. Informasi ini dapat dimanfaatkan oleh nelayan untuk menentukan waktu melaut yang lebih aman, sehingga risiko kecelakaan kerja dapat ditekan dan kesehatan nelayan lebih terlindungi.

Keselamatan dan kesehatan nelayan tidak bisa dipisahkan dari kondisi lingkungan tempat mereka bekerja. Perubahan iklim menjadikan perlindungan terhadap nelayan sebagai isu penting, bukan hanya dari sisi ekonomi, tetapi juga dari sisi kesehatan dan kesejahteraan. Di sinilah peran pengetahuan lingkungan menjadi semakin relevan untuk mendukung keselamatan kerja di laut.



Daftar Pustaka
CNN Indonesia. (2026, January 13). Nelayan tradisional di Jakarta Utara enggan melaut akibat cuaca burukhttps://www.cnnindonesia.com/nasional/20260113221816-20-1316777/nelayan-tradisional-di-jakarta-utara-enggan-melaut-akibat-cuaca-buruk

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika. (2026, January). Prospek cuaca mingguan periode 13–19 Januari 2026: Awal 2026 hujan lebat meluas, pola pertemuan angin pengaruhi dinamika atmosfer di wilayah Indonesia bagian selatan. https://www.bmkg.go.id/cuaca/prospek-cuaca-mingguan/prospek-cuaca-mingguan-periode-13-19-januari-2026-awal-2026-hujan-lebat-meluas-pola-pertemuan-angin-pengaruhi-dinamika-atmosfer-di-wilayah-indonesia-bagian-selatan

Wibawana, W. A. (2025, January 13). Tanggal 13 Januari memperingati hari apa? Simak juga sejarahnya. detikNews.https://news.detik.com/berita/d-7729603/tanggal-13-januari-memperingati-hari-apa-simak-juga-sejarahnya
Kredit Foto Husniati Salma // Unsplash


Thumbnail
Bagikan:
Bagikan ke WhatsApp
Bagikan ke Facebook
Bagikan ke X
Bagikan ke Telegram
Bagikan ke LinkedIn

Tinggalkan Balasan
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalan UU ITE

© 2026 Universitas Pertamina.
All rights reserved