Sustainable Development Goals (SDGs) adalah agenda pembangunan global yang disepakati oleh PBB dengan 17 tujuan dan 169 target yang bertujuan untuk mempromosikan pembangunan berkelanjutan di seluruh dunia. Setiap negara anggota PBB, termasuk Jepang, telah mengadopsi tujuan tersebut sejak 2015 dan berkomitmen untuk melaksanakan berbagai inisiatif yang mendukung pencapaian SDGs.
Jepang, sebagai salah satu negara yang sangat mendukung SDGs, terus berupaya meningkatkan kesadaran masyarakatnya tentang pentingnya pembangunan berkelanjutan. Menurut survei yang dilakukan oleh CarterJMRN, kesadaran masyarakat Jepang terhadap SDGs sangat tinggi, dengan 91% responden menyatakan pernah mendengar tentang tujuan ini. Salah satu upaya yang dilakukan oleh Jepang untuk mempromosikan SDGs adalah melalui program edukasi dan pertukaran budaya, seperti Global Summer Camp yang diselenggarakan oleh Kochi National Institute di Osaka.
Pada kesempatan istimewa ini, tiga mahasiswa Teknik Logistik Universitas Pertamina, yakni Beryl Mohandika Ghalib Fikri, Wardaningtyas Nazarany Hartono, dan Nazwa Adelia Putri, mendapatkan kesempatan untuk menjadi bagian dari Global Summer Camp Osaka. Mereka berpartisipasi aktif dalam kegiatan yang berfokus pada SDGs, didampingi oleh Ketua Program Studi Teknik Logistik Universitas Pertamina, Dr. Eng. Iwan Sukarno.
Perjalanan Akademik dan Budaya di Osaka
Pada tanggal 24 Agustus 2024, ketiga mahasiswa Universitas Pertamina memulai petualangan mereka dengan transit di Kuala Lumpur sebelum tiba di Osaka. Mereka bergabung dengan mahasiswa dari berbagai negara, termasuk Amerika, Dubai, Polandia, Bangladesh, dan Jepang, untuk berpartisipasi dalam berbagai kegiatan akademik dan budaya yang diselenggarakan dalam rangka mempromosikan pembangunan berkelanjutan.
Hari-hari mereka diisi dengan berbagai aktivitas, mulai dari opening ceremony, diskusi terkait Expo 2025 yang berfokus pada SDGs, hingga kunjungan ke tempat-tempat bersejarah dan fasilitas teknologi seperti Waste Incineration di Maishima, yang menggabungkan keseimbangan antara alam dan seni dalam pengelolaan limbah.
Selama lima hari program ini berlangsung, para mahasiswa juga mendapatkan wawasan baru tentang teknologi konstruksi tanpa paku (kigumi), teknik 3D printing, dan pengelolaan limbah yang efektif, semua dalam konteks bagaimana teknologi dan inovasi dapat mendukung pencapaian tujuan-tujuan SDGs.
Pada penutupan acara, para mahasiswa Indonesia diberikan penghargaan dalam bentuk sertifikat sebagai pengakuan atas partisipasi aktif mereka dalam program ini. Pengalaman ini tidak hanya memperkaya wawasan akademik mereka, tetapi juga mempererat hubungan antara Universitas Pertamina dan institusi pendidikan di Jepang.
Harapan untuk Masa Depan
Petualangan akademik ini menjadi langkah awal yang penuh harapan bagi mahasiswa Indonesia untuk terus berkontribusi dalam pencapaian SDGs. Selain menjadi inspirasi bagi generasi muda, program ini diharapkan dapat membuka jalan bagi kolaborasi internasional yang lebih luas dalam bidang teknologi, logistik, dan budaya.