Program Studi Sains Aktuaria Universitas Pertamina terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan serta kesiapan lulusan dalam menjawab kebutuhan industri yang dinamis. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Diskusi Kurikulum dan Kerja Sama bersama Persatuan Aktuaris Indonesia (PAI) yang diselenggarakan secara daring pada Jumat, 6 Februari 2026, pukul 10.00 - 12.00 WIB. Diskusi ini menjadi forum strategis untuk menyelaraskan pengembangan kurikulum dengan standar profesi aktuaria serta kebutuhan industri, baik di tingkat nasional maupun global.
Dari pihak Universitas Pertamina, diskusi dihadiri oleh Eddy Ariyono Subroto, selaku Dekan Fakultas Sains dan Ilmu Komputer. Turut hadir Ibu Tasmi, Ketua Program Studi Sains Aktuaria Universitas Pertamina, bersama para jajaran dosen Program Studi Sains Aktuaria yang terlibat aktif dalam pembahasan arah pengembangan kurikulum.
Diskusi berlangsung secara interaktif dengan membahas penyelarasan kurikulum, peluang kerja sama, serta penguatan kompetensi lulusan agar selaras dengan kebutuhan profesi dan industri. Dalam diskusi tersebut, PAI menyampaikan bahwa kurikulum profesi aktuaria di Indonesia mengacu pada standar internasional dari International Actuarial Association (IAA). Seiring dengan penerapan struktur kurikulum baru yang mulai diberlakukan pada tahun 2026, PAI memberikan sejumlah masukan agar kurikulum Sains Aktuaria Universitas Pertamina semakin relevan, adaptif, dan selaras dengan standar global.
Melalui peran tersebut, Universitas Pertamina diharapkan mampu menjembatani kebutuhan industri dengan kompetensi lulusan Sains Aktuaria, sekaligus membuka peluang kerja sama yang lebih luas, baik dalam bentuk penyerapan lulusan, kolaborasi riset, maupun pengembangan pembelajaran berbasis kebutuhan industri. PAI juga menegaskan bahwa lulusan aktuaria tidak semata-mata diarahkan untuk berkarier sebagai aktuaris profesional. Kompetensi lulusan, seperti analisis risiko, pengolahan data, pemodelan ketidakpastian, dan pengambilan keputusan berbasis kuantitatif, sangat relevan bagi berbagai perusahaan yang membutuhkan keahlian manajemen risiko.
Dengan bekal tersebut, lulusan Sains Aktuaria Universitas Pertamina diharapkan memiliki fleksibilitas karier dan mampu berkontribusi di berbagai sektor strategis. Dalam konteks global, PAI menyampaikan bahwa di sejumlah negara, khususnya Amerika Serikat, peran aktuaris telah berkembang melampaui sektor keuangan dan asuransi. Aktuaris kini banyak terlibat dalam pengelolaan risiko di sektor energi, industri, kesehatan, hingga teknologi. Oleh karena itu, Indonesia dinilai perlu mulai mengarah pada pola pengembangan profesi yang serupa dengan mempersiapkan lulusan aktuaria yang adaptif, multidisipliner, dan siap menjawab tantangan industri masa depan.
Melalui diskusi ini, Universitas Pertamina dan PAI sepakat untuk terus memperkuat sinergi dalam pengembangan kurikulum dan kerja sama berkelanjutan. Program Studi Sains Aktuaria Universitas Pertamina diharapkan mampu mengembangkan kekhasan di bidang manajemen risiko energi serta mencetak lulusan yang unggul, kompeten, dan berdaya saing di tingkat nasional maupun internasional.
Yuk bergabung bersama Program Studi Sains Aktuaria Universitas Pertamina!
Link Pendaftaran: https://pmb.universitaspertamina.ac.id/