Program Studi Magister Manajemen
Universitas Pertamina menyelenggarakan perkuliahan offline pada 19–23 Januari sebagai
kegiatan akademik penutup Semester Ganjil tahun ajaran 2025/2026, sebelum
memasuki Semester Genap. Kegiatan ini dirancang untuk memperkuat pemahaman
mahasiswa melalui pembelajaran tatap muka serta menghadirkan perspektif praktis
dari kalangan profesional.
Perkuliahan offline ini diikuti
oleh mahasiswa Magister Manajemen yang sebagian besar merupakan profesional
dari berbagai sektor industri. Suasana pembelajaran berlangsung interaktif
dengan diskusi yang membahas isu-isu strategis, yang relevan dengan tantangan
bisnis dan ekonomi terkini, khususnya dalam konteks manajemen risiko dan
pengambilan keputusan di tengah ketidakpastian global.
Salah satu narasumber yang hadir
adalah Ibnu Suhartanto, S.T., MBA, yang membagikan pandangannya mengenai
urgensi manajemen risiko dalam menghadapi dinamika global. Dalam wawancara
singkat yang dilakukan di sela perkuliahan, beliau menekankan bahwa kondisi
dunia saat ini menuntut organisasi untuk semakin adaptif dan terukur dalam
mengelola risiko.
“Risk management ini sangat
penting untuk menghadapi uncertainty atau ketidakpastian. Kita tahu saat ini
kita dihadapkan pada trade war dan kondisi geopolitik yang sangat kompleks,
sehingga sangat memengaruhi ketidakpastian dalam pencapaian target,” ujar
Ibnu Suhartanto.
Ia menjelaskan bahwa ketidakpastian
global tersebut berdampak langsung pada kemampuan organisasi dalam mencapai
tujuan strategis. Oleh karena itu, proses identifikasi dan mitigasi risiko
menjadi langkah krusial agar target yang telah ditetapkan tetap dapat dicapai.
“Kita harus melakukan
mitigasi risiko dan identifikasi risiko, sehingga risiko-risiko tersebut bisa
dikelola dengan baik agar kita tetap mencapai target yang sudah ditetapkan,” tambahnya.
Lebih lanjut, Ibnu Suhartanto juga
mengapresiasi arah pengembangan Program Studi Magister Manajemen Universitas
Pertamina, khususnya dalam merespons kebutuhan dunia industri dan tantangan
global. Menurutnya, konsentrasi manajemen risiko masih tergolong terbatas di
dunia pendidikan Indonesia, sehingga menjadi peluang strategis bagi Magister
Manajemen Universitas Pertamina untuk terus berkembang.
“Magister Manajemen
Universitas Pertamina saya pikir sangat baik dalam menghadapi tantangan
tersebut. Di dunia pendidikan saat ini, konsentrasi manajemen risiko masih
belum banyak. Baru ada di beberapa universitas, sehingga ini bisa menjadi
momentum bagi Universitas Pertamina untuk berkembang lebih tinggi lagi.” ungkapnya.
Rangkaian perkuliahan offline
penutup semester ini tidak hanya memperkuat pemahaman akademik mahasiswa,
tetapi juga memberikan perspektif praktis yang relevan dengan realitas
industri. Kehadiran narasumber dari kalangan profesional menjadi wujud komitmen
Magister Manajemen Universitas Pertamina dalam menghadirkan pembelajaran yang
kontekstual, adaptif, dan berorientasi pada pengembangan kompetensi
kepemimpinan global.
Melalui pendekatan pembelajaran
tatap muka yang interaktif serta keterlibatan praktisi, Magister Manajemen
Universitas Pertamina terus berupaya mencetak lulusan yang siap menghadapi
tantangan dunia bisnis dan industri dengan semangat “Be Global Leaders.”