Bagi
kita sebagai mahasiswa, kebahagiaan tidak semata-mata terletak pada pemahaman
materi di kelas, kelulusan mata kuliah, atau penyelesaian tugas-tugas dengan
baik. Keberhasilan yang sejati adalah ketika kita berani melangkah lebih jauh,
keluar dari zona nyaman sebagai "mahasiswa biasa" yang hanya berputar
antara kampus, tempat tinggal, dan kembali lagi ke kampus. Keberhasilan sejati
adalah saat kita memutuskan untuk menantang diri kita sendiri dan mengembangkan
soft skill serta kemampuan lainnya, seperti berpartisipasi dalam lomba,
kompetisi, kegiatan organisasi, seminar, atau upaya peningkatan diri.
Generasi
mahasiswa saat ini penuh semangat dan kreativitas, tetapi seringkali hanya
memerlukan dorongan dan keyakinan diri. Membangun keyakinan diri bukanlah hal
yang mudah, terutama ketika kita terjebak dalam berpikir berlebihan, seperti
"Apakah saya bisa?" atau "Bagaimana jika saya gagal?" yang
sering kali disebut sebagai overthinking. Namun, setelah kita melewati satu
tahap atau mencapai satu pencapaian, kita akan merasakan kelegaan dan kepercayaan
diri yang mungkin tak terduga, seperti "Wow, ternyata saya bisa!"
atau "Saya tidak pernah menduga bisa sampai ke sini."
Hal
yang sama terjadi pada 15 mahasiswa yang tergabung dalam 7 kelompok ketika
pertama kali ditawari kesempatan untuk mengikuti seminar nasional. Mereka penuh
pertanyaan, seperti "Bagaimana caranya?" "Bagaimana cara
menulisnya?" dan "Bagaimana jika paper kami ditolak?" Bagi
mereka, kami hanya memberikan saran, "Coba saja dulu. Tulis saja dulu.
Ikuti prosesnya. Jangan terlalu banyak berpikir."
Setelah
paper-paper mereka diserahkan dan mendapat review, pertanyaan muncul lagi,
"Bagaimana ini, teman? Kami mendapatkan banyak review dan harus melakukan
perbaikan ini dan itu." Kami pun memberi nasihat, "Baca review-nya,
tambahkan sebanyak mungkin perbaikan yang diminta oleh reviewer."
Akhirnya, semua paper mereka diterima untuk dipresentasikan. Namun, apakah
pertanyaan mereka berakhir di situ? Belum tentu.
Mereka
kembali bertanya, "Bagaimana kita akan pergi ke Jogjakarta? Bagaimana
dengan transportasi, penginapan, akomodasi, dan sebagainya?" Pertanyaan
ini selalu ada dalam benak mahasiswa. Tetapi, satu hal yang kami yakini adalah,
selalu ada jalan, teman-teman. Yang terpenting adalah memiliki niat baik,
kemauan, dan kerja keras.
Akhirnya,
dengan niat yang tulus, kerja keras, dan semangat yang tinggi, 15 mahasiswa
serta 2 dosen berhasil mengunjungi Jogjakarta untuk mengikuti Seminar Nasional.
Pengalaman ini sungguh berharga; mereka diberi kesempatan untuk melakukan
presentasi di hadapan puluhan dosen, peneliti, dan mahasiswa dari berbagai
tingkat pendidikan, bahkan Profesor. Pengalaman seperti ini jarang ditemui di
bangku kuliah.
Selain
pengalaman akademis yang tak ternilai, mereka juga berhasil membangun
pertemanan, relasi, dan jaringan kerja dengan berbagai universitas di seluruh
Indonesia. Kami dengan bangga mengucapkan selamat kepada mahasiswa Teknik
Logistik ini yang telah menjadi "Mahasiswa Tidak Biasa." Mereka telah
membuktikan bahwa dengan semangat, kerja keras, dan keyakinan diri, kita dapat
mengatasi berbagai tantangan dan meraih kesuksesan.