Sabtu, 23 Maret 2024, Unit Kegiatan Mahasiswa Riset dan Karya Tulis Ilmiah Heuri Cosmos adakan acara International SPACE-UP Emerging Forum (ISEF) 2024. Acara ini mengusung tema “Gen-Z role in improving SDGs Points in education sector” ini menghadirkan narasumber yang berkiprah dalam sektor pendidikan dan pembangunan berkelanjutan.
Di sesi pertama diawali dengan sharing interaktif dengan Sadam Permana, seorang education content creator sekaligus mahasiswa yang populer di kalangan generasi muda, Sadam membagikan beberapa pengalaman sebagai content creator dan motivasi untuk anak muda.
“Peran utama Gen-Z dalam meningkatkan pencapaian SDGs di sektor pendidikan adalah melalui optimalisasi potensi yang dimiliki lewat belajar, mengikuti lomba, dan aktif berdiskusi,” ungkap Sadam sembari mengajak Gen-Z mengembangkan potensi guna mencapai SDGs.
Selain itu, hadir sesi diskusi dengan Mr. Syed Mohamad Hasrin Aidid, selaku Duta Besar Malaysia untuk RI dan Ahmad Afryan, selaku Perwakilan ASEAN Youth Organization dimana terdapat diskusi terkait bagaimana peran teknologi dalam pendidikan dapat dimanfaatkan oleh generasi muda untuk meningkatkan kualitas pendidikan.
“Meningkatkan kualitas pendidikan perlu memberdayakan generasi muda karena merekalah populasi terbesar dunia, pemerintah dan akademisi harus mengerti apa yang anak muda inginkan, semoga dengan pemberdayaan teknologi digital dapat membantu generasi muda untuk berkontribusi pada stakeholders, pengambil kebijakan, dan negara,” jelas Mr. Syed.
Diskusi berlanjut dengan paparan oleh Ahmad Afryan yang menyatakan secara tegas dimana dalam era modern ini, teknologi telah menjadi bagian dari proses pendidikan, kita menggunakan berbagai platform digital untuk mengakses informasi, maka dari itu Gen-Z yang terampil dalam teknologi memiliki peran penting dalam menerapkan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan khususnya nomor 4.
“Mereka tidak hanya sekedar generasi muda, namun juga aktor yang harus dilibatkan dalam pembuatan kebijakan serta implementasi program pendidikan yang berkelanjutan yang diharapkan menciptakan sistem pendidikan yang inklusif,” tutup Afryan.
Acara ditutup dengan sesi tanya jawab, pernyataan penutup oleh pihak UKM Riset dan Karya Tulis Ilmiah Heuri Cosmos, dan dokumentasi bersama. [ZA].