Logo Universitas Pertamina
ID / EN
Berita Kampus

Universitas Pertamina Gelar Kuliah Umum Internasional Bersama Institute of Science Tokyo Bahas Inovasi dan Riset


Published by: Universitas Pertamina Jumat, 13 Maret 2026
Dibaca: 125 kali
Program Studi Teknik Mesin Universitas Pertamina menyelenggarakan International General Lecture bersama Institute of Science Tokyo pada 9 Maret 2026 di Auditorium Griya Legita, Universitas Pertamina. Kegiatan ini menghadirkan akademisi internasional untuk berbagi wawasan mengenai inovasi serta peluang kolaborasi lintas disiplin di bidang sains dan teknologi.

Kuliah umum internasional ini menghadirkan dua akademisi dari Institute of Science Tokyo, yaitu Masahiro Susa dan Kayoko Nohara. Kegiatan ini turut dihadiri Dekan Fakultas Perencanaan Infrastruktur dan Fakultas Teknologi Industri, Ir. Tota Simatupang, M.Eng., Ph.D., sementara jalannya diskusi dipandu oleh dua moderator, yakni Dr. Eng. Sri Hastuty, S.T., M.T., M.Eng. dan Ir. Byan Wahyu Riyandwita, Ph.D.

Kegiatan ini bertujuan memberikan wawasan global kepada mahasiswa mengenai perkembangan riset internasional sekaligus membuka peluang kolaborasi akademik antara institusi pendidikan tinggi. Melalui international general lecture ini, mahasiswa diharapkan dapat memperoleh perspektif baru terkait inovasi teknologi, riset multidisiplin, serta dinamika kerja sama akademik di tingkat global.

Dalam sesi pertama, Masahiro Susa menekankan pentingnya menjembatani riset akademik dengan praktik kewirausahaan berbasis teknologi. Menurutnya, hasil penelitian di perguruan tinggi perlu diarahkan agar tidak hanya berhenti pada publikasi ilmiah, tetapi juga dapat berkembang menjadi inovasi yang memiliki dampak nyata bagi industri dan masyarakat.

“Inovasi yang lahir dari riset akademik tidak seharusnya berhenti di laboratorium. Pengetahuan dan temuan ilmiah perlu ditransformasikan menjadi solusi nyata melalui kewirausahaan berbasis sains dan teknologi, sehingga mampu memberikan nilai tambah, mendorong pertumbuhan ekonomi, serta menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat luas,” ujar Masahiro.

Pada sesi berikutnya, Kayoko Nohara memaparkan konsep inovasi hybrid dan pendekatan transdisciplinary dalam pengembangan teknologi. Ia menjelaskan bahwa integrasi berbagai bidang ilmu menjadi kunci untuk menghasilkan inovasi yang mampu menjawab tantangan global secara lebih komprehensif.

“Pendekatan hybrid dan transdisciplinary memungkinkan integrasi ilmu pengetahuan, teknologi, dan perspektif sosial secara bersamaan, sehingga inovasi yang dihasilkan tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga mampu memberikan solusi nyata bagi berbagai tantangan global dan kebutuhan masyarakat,” jelas Kayoko.

Melalui penyelenggaraan kuliah umum internasional ini, Universitas Pertamina menegaskan komitmennya dalam memperkuat kerja sama akademik global serta membuka ruang pertukaran gagasan antara peneliti, akademisi, dan mahasiswa dari berbagai negara. Kegiatan semacam ini diharapkan dapat mendorong lahirnya inovasi kolaboratif yang berkontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan sekaligus menjawab berbagai tantangan masyarakat global.

Upaya kolaborasi akademik lintas negara ini juga sejalan dengan agenda pembangunan berkelanjutan yang dicanangkan oleh United Nations melalui Sustainable Development Goals, khususnya SDG 17: Partnership for the Goals. 

Melalui kemitraan antarinstitusi pendidikan dan lembaga riset di tingkat global, diharapkan tercipta pertukaran pengetahuan, penguatan kapasitas, serta lahirnya inovasi kolaboratif yang dapat berkontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan dan solusi bagi berbagai tantangan pembangunan berkelanjutan. [MP]
Thumbnail Thumbnail Thumbnail
Bagikan:
Bagikan ke WhatsApp
Bagikan ke Facebook
Bagikan ke X
Bagikan ke Telegram
Bagikan ke LinkedIn

Tinggalkan Balasan
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalan UU ITE

© 2026 Universitas Pertamina.
All rights reserved