Program Studi Manajemen Universitas Pertamina menyelenggarakan guest lecture (kuliah tamu) yang bertajuk “Tantangan dan Peluang Industri Nikel bagi Mahasiswa Manajemen” pada tanggal 09 Maret 2026 di Auditorium Universitas Pertamina. Kegiatan ini diikuti sekitar 150 mahasiswa lintas angkatan dari berbagai mata kuliah manajemen, sebagai upaya memperkaya wawasan industri sekaligus membuka perspektif karier di sektor nikel.
Kuliah tamu ini menghadirkan Asep Depi Mulya, CPHRM, Head of HRGA & IT PT Mineral Alam Abadi, bersama Arif Murti Rozamuri, Ph.D, Ketua Program Studi Manajemen Universitas Pertamina. Melalui sesi ini, mahasiswa mendapatkan gambaran langsung mengenai dinamika industri nikel, termasuk tantangan, peluang, serta strategi yang relevan di tengah perkembangan sektor tersebut.
Mahasiswa yang berasal dari mata kuliah Pengantar Manajemen, Manajemen Mutu dan Produktivitas, serta Manajemen Pelatihan dan Pengembangan diajak memahami rantai industri nikel secara menyeluruh. Asep menjelaskan bahwa industri ini mencakup sektor upstream seperti eksplorasi dan penambangan, hingga midstream dan downstream yang meliputi proses pengolahan dan pemanfaatan produk turunan.
Selain potensi yang besar, industri nikel juga dihadapkan pada sejumlah tantangan, mulai dari fluktuasi harga komoditas global, isu environmental, social, and governance (ESG), hingga perubahan kebijakan yang dapat memengaruhi arah perkembangan industri.
“Mengelola sumber daya manusia secara strategis menjadi kunci untuk menghadapi dinamika tersebut. Perusahaan perlu adaptif terhadap perubahan sekaligus mendorong inovasi berkelanjutan guna meningkatkan daya saing,” ujar Asep.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa sektor nikel membuka peluang karier yang luas bagi lulusan manajemen. Peran strategis dapat dijalankan di berbagai bidang, seperti sumber daya manusia, operasional, keuangan, hingga pemasaran, yang semuanya berkontribusi pada keberlangsungan dan pertumbuhan industri.
Kegiatan ini juga sejalan dengan komitmen perguruan tinggi dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi. Pemahaman terhadap industri strategis seperti nikel diharapkan mampu membekali mahasiswa dengan perspektif global serta kesiapan menghadapi dunia kerja yang semakin kompetitif.
Di sisi lain, pengembangan industri nikel dari hulu hingga hilir turut mendukung SDG 9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur. Perannya menjadi semakin penting dalam mendukung teknologi energi masa depan, termasuk pengembangan baterai kendaraan listrik yang terus berkembang.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya memahami konsep, tetapi juga mampu melihat peluang nyata di industri nikel. Dengan bekal wawasan yang lebih komprehensif, mereka diharapkan siap menghadapi tantangan dunia profesional di sektor industri strategis. [MP]