Logo Universitas Pertamina
ID / EN
Berita Kampus

Green Tech Bikin Penasaran: 75% Anak Muda Minat, Tapi Baru 28% Paham


Published by: Universitas Pertamina Sabtu, 21 Juni 2025
Dibaca: 1738 kali
Jakarta, 21 Juni 2025 - Minat generasi muda terhadap teknologi hijau atau green technology terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Survei yang dilakukan oleh Katadata Insight Center (2023) menunjukkan bahwa 75 persen generasi muda di Indonesia menyatakan ketertarikan tinggi terhadap produk dan teknologi ramah lingkungan. Namun, hanya 28 persen dari mereka yang benar-benar memahami konsep dan kompetensi apa yang diperlukan untuk berkontribusi di sektor ini. Artinya, meski ada semangat dan kepedulian tinggi, sebagian besar generasi muda masih belum memiliki pengetahuan mendasar yang dibutuhkan untuk terlibat secara aktif dalam pembangunan berkelanjutan.

Kesenjangan inilah yang menjadi sorotan utama dalam kuliah umum Cipta Karsa bertema “Trend Green Technology untuk Generasi Muda”, yang diselenggarakan secara daring pada Selasa, 8 April 2025. Acara ini menghadirkan Dr. Ir. Tri Ligayanti, S.T., M.Si., Direktur Industri Kimia Hilir dan Farmasi Kementerian Perindustrian Republik Indonesia, sebagai narasumber utama. Dalam diskusi yang dipandu oleh Imam Eko Setiawan, Ph.D., dosen Program Magister Sains Keberlanjutan, para peserta diajak memahami pentingnya penguasaan kompetensi hijau oleh mahasiswa dan generasi muda Indonesia.

Kompetensi Hijau: Kunci Masa Depan Industri Ramah Lingkungan

Dalam pemaparannya, Dr. Tri menekankan bahwa teknologi hijau tidak bisa diterapkan begitu saja tanpa pemahaman yang utuh. Konsep keberlanjutan dalam industri, seperti produksi bersih, desain ramah lingkungan, penerapan prinsip kimia hijau, hingga ekonomi sirkular, memerlukan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi teknis, wawasan sosial, dan kesadaran lingkungan.
Ia juga menyoroti pentingnya tata kelola industri yang bertanggung jawab melalui prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), yang kini menjadi indikator utama dalam penilaian kinerja perusahaan global. Tanpa integrasi kompetensi hijau dan kesadaran keberlanjutan, industri sulit mencapai efisiensi dan daya saing di pasar internasional.

Mahasiswa Tidak Cukup Jadi Konsumen Tren Hijau

Mahasiswa, menurut Dr. Tri, harus mampu melampaui posisi sebagai konsumen tren hijau. Mereka perlu mengasah keterampilan, memperluas pengetahuan, dan mengambil peran aktif sebagai peneliti maupun inovator teknologi yang relevan dengan tantangan iklim dan kebutuhan industri saat ini.
Hal ini juga mencakup pemahaman terhadap kebijakan lingkungan, integrasi lintas disiplin, dan kemampuan berinovasi berbasis data serta kebutuhan masyarakat. Keterlibatan mahasiswa dalam penelitian dan pengembangan teknologi hijau dinilai strategis dalam mendorong transformasi industri menuju arah yang lebih berkelanjutan.

Antusiasme Mahasiswa Dorong Diskusi Lintas Sektor

Dalam sesi diskusi, para mahasiswa menunjukkan antusiasme tinggi. Mereka mengajukan berbagai pertanyaan tentang implementasi teknologi hijau dalam sektor pertanian, energi, dan industri kreatif. Ada pula yang menyoroti peluang kolaborasi lintas bidang antara teknik, bisnis, dan ilmu sosial dalam mempercepat adopsi teknologi ramah lingkungan.
Kuliah umum ini menjadi bukti bahwa generasi muda tidak hanya tertarik, tetapi juga siap belajar dan berkontribusi dalam pembangunan berkelanjutan apabila didukung dengan pendidikan yang tepat dan peluang keterlibatan nyata dalam inovasi.

Dorong Aksi Iklim dan SDGs Lewat Inovasi Generasi Muda

Kuliah umum Cipta Karsa menjadi bagian dari komitmen pendidikan tinggi dalam memperkuat literasi keberlanjutan di kalangan akademisi dan generasi muda. Upaya ini juga sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), terutama pada SDG 9 tentang industri dan inovasi, SDG 12 tentang konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, serta SDG 13 terkait aksi terhadap perubahan iklim.
Dengan meningkatnya kesadaran dan penguatan kapasitas, generasi muda Indonesia diharapkan tidak hanya menjadi pengguna teknologi hijau, tetapi juga pencipta dan pelaku utama dalam membangun masa depan yang lebih adil dan berkelanjutan.


Thumbnail
Bagikan:
Bagikan ke WhatsApp
Bagikan ke Facebook
Bagikan ke X
Bagikan ke Telegram
Bagikan ke LinkedIn

Tinggalkan Balasan
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalan UU ITE

© 2026 Universitas Pertamina.
All rights reserved