Logo Universitas Pertamina
ID / EN
Agenda

Exact Quatrol in Industry


Published by: Prodi Teknik Kimia Sabtu, 25 Maret 2023
Dibaca: 736 kali
[Jakarta, 08 Januari 2023]

Reactor merupakan salah satu acara dari divisi Riset Teknologi dan Keprofesian (Ristekpro) Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia Universitas Pertamina (HMTK UP), dimana acara reactor merupakan seminar perkenalan dunia kerja terutama dibidang industri kepada mahasiswa teknik kimia dengan mengundang narasumber yang memiliki pengalaman di industri teknik kimia. Pada kesempatan kali ini HMTK UP mengadakan acara Reactor yang ke-2 dilaksanakan pada hari Minggu, 8 Januari 2023 bertempat di Universitas Pertamina pada pukul 09.00 – 11.00 WIB dan dihadiri oleh 48 Mahasiswa Teknik Kimia.

Narasumber Reactor 2 merupakan alumi Teknik Kimia Angkatan 2016, yaitu Alvira Awalia Hamdani, S.T. Beliau saat ini bekerja di PT. Tirta Fresindo Jaya sebagai QC Analyst. Seminar kali ini mengangkat tema Explore Activity Quality Control in Industry membahas mengenai seputar dunia quality control. Sebelum seminar ini dimulai, acara ini diawali dengan pembukaan menyanyikan lagu Indonesia Raya, sambutan ketua pelaksana, dan sambutan ketua HMTK. Setelah sambutan dari ketua pelaksana dan ketua HMTK, masuklah ke sesi sharing session yaitu pemaparan materi dimana materi yang disampaikan diantaranya pengertian dari QC, apa perbedaan antara QC dan QA, bagaimana alur dan bagian QC dan apa kemampuan yang dibutuhkan dari lulusan teknik kimia sebagai QC.

Sedikit menjelaskan, QC merupakan suatu usaha untuk menjamin hasil produksi sesuai dengan standar mutu yang telah ditetapkan, sedangkan QA merupakan proses yang bertujuan untuk memastikan sebuah produk yang akan dilepas ke pasaran sudah memenuhi semua standar kualitas untuk setiap komponennya. Adapun proses tahapan produksi pada QC adalah:
1.      Spesifikasi bahan
Setiap proses produksi dimulai dengan mencari bahan baku yang tepat. . Kualitas produk jadi ditentukan oleh sebagus apa bahan yang digunakan. Itulah mengapa sangat penting untuk memiliki serangkaian spesifikasi untuk setiap bahan yang digunakan dalam produksi. Spesifikasi ini harus mencakup kemurnian, kadar air, dan banyak lagi. Juga, memahami dari mana setiap batch bahan berasal dan dalam kondisi apa juga merupakan langkah awal yang tepat untuk mencapai kontrol kualitas yang baik.
 
2.     Daftar Pemasok yang Disetujui
Selain spesifikasi bahan, penting juga bahwa setiap bahan mentah untuk memproduksi makanan memiliki daftar pemasok yang disetujui. Daftar ini harus ditinjau dan diperbarui secara berkala. Daftar tersebut harus mencakup informasi seperti nama bahan, nama pemasok, alamat, dan nomor kode. Tim PPIC bertanggung jawab untuk bekerja dengan QA untuk mengembangkan, meninjau, dan memperbarui daftar pemasok yang disetujui ini.
 
3.     Pemeriksaan Barang Masuk
Setelah bahan baku tiba di fasilitas manufaktur, mereka harus menjalani proses pemeriksaan. Ini membantu untuk memastikan bahwa bahan memenuhi spesifikasi yang dibutuhkan. Inspeksi harus mencakup pemeriksaan visual barang dan tes untuk hal-hal seperti kadar air, tingkat pH, dan banyak lagi. Setiap bahan mentah yang tidak memenuhi spesifikasi harus dikembalikan ke pemasok atau dikarantina sampai ada keputusan.
 
4.     Formulasi Produksi
Setelah bahan baku disetujui, tim Produksi akan merumuskan produk jadi. Ini dilakukan dengan mengikuti instruksi produksi yang mencakup bahan, bobot yang disarankan, ukuran batch, dan waktu proses. Petunjuk ini harus dirinci dan diikuti dengan tepat untuk menjaga konsistensi produk. Tim Produksi juga harus mendokumentasikan semua yang mereka lakukan selama proses manufaktur.
 
5.     Prosedur Manufaktur
Perusahaan harus memiliki seperangkat prosedur operasi standar (SOP) untuk setiap langkah proses manufaktur. SOP ini harus diikuti dengan tepat untuk memastikan kualitas produk.
SOP harus mencakup diagram alur proses, titik kontrol kritis, dan banyak lagi. Juga, perusahaan harus mendokumentasikan setiap detail tentang bagaimana produk mereka dibuat. Rincian ini harus mencakup:
-       Cara mengangkut dan menyimpan bahan-bahan tertentu
-       Kondisi ideal yang harus dipertahankan oleh fasilitas
-       Urutan penambahan bahan yang benar
-       Alat yang akan digunakan
-       Daftar setiap anggota dalam tim produksi dan peran mereka
 
6.     Catatan Proses
Catatan dalam proses adalah prosedur terpenting dalam daftar ini. Ini karena ini adalah satu-satunya cara untuk melacak dan mendokumentasikan apa yang terjadi selama produksi. Catatan dalam proses membantu mengidentifikasi masalah apa pun yang mungkin muncul selama produksi. Mereka juga membantu memastikan bahwa produk jadi memenuhi semua spesifikasi yang dibutuhkan.
Beberapa hal yang memerlukan dokumentasi dalam pencatatan dalam prosesnya antara lain:
1.      ukuran batch
2.     waktu memproses
3.     Berat produk masuk dan keluar
4.     Penampilan produk
5.     tingkat pH
6.     Kandungan kelembaban
7.     Dan lain sebagainya
 
Prosedur kontrol kualitas makanan lainnya termasuk Spesifikasi Label, Standar Produk, Pembersihan, Program Sanitasi, CCP (Titik Kontrol Kritis), Pengiriman dan Pergudangan, dan Program Penarikan Kembali.

Setelah sesi sharing session dilanjutkan dengan sesi tanya jawab, selain tanya jawab pada narasumber disini akan dipilih 3 pertanyaan terbaik dan mendapatkan hadiah dari panitia. Setelah semuanya selesai, acara ini diakhiri dengan sesi dokumentasi yaitu foto bersama.



Dari acara ini diharapkan teman-teman Teknik Kimia yang hadir mendapat gambaran terkait dunia kerja pada bidang Quality Control dan menambah semangat belajar untuk masa depan.
 
Thumbnail
Bagikan:
Bagikan ke WhatsApp
Bagikan ke Facebook
Bagikan ke X
Bagikan ke Telegram
Bagikan ke LinkedIn

Tinggalkan Balasan
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalan UU ITE

© 2026 Universitas Pertamina.
All rights reserved