Logo Universitas Pertamina
ID / EN
Agenda

Berawal Dari Hobi Berakhir Menjadi Atlet Tenis


Published by: Prodi Komunikasi Selasa, 27 Desember 2022
Dibaca: 1333 kali
Penulis : Netti Anjelina
Jakarta, 24 Desember 2022 - Lahir dan dibesarkan dalam lingkungan keluarga atlet tenis membuat sosok mahasiswa Program Studi Komunikasi Uper ini juga mengikuti jejak keluarganya itu. 

Ia adalah Hayqal Akbar. Nama yang akrab disapa Hayqal ini sudah dikenalkan Olahraga Tenis oleh ayahnya sejak masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD).

"Kebetulan memang keluarga khususnya dari Ayah hampir semuanya atlet Tenis mulai dari buyut, kakek, nenek, ayah sampai om Ku juga olahraganya Tennis." Ujar Hayqal.

Sejak saat itu Hayqal terus melakukan latihan Tenis setiap Sabtu dan Minggu yang didampingi oleh sang ayah.

Seiring berjalannya waktu Hayqal mulai merasa bosan dengan kegiatan latihan Tenisnya, karena rekan latihannya orang dewasa semua dan tidak ada usia yang sejawat dengannya.

Setelah duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMP), Hayqal memberanikan diri untuk berbicara kepada Ayahnya. "Ayah, Aku mau berhenti latihan Tenis. Sebenarnya Aku nggak suka Tenis trus juga Tenis itu yang main juga biasanya bapak-bapak dan ga ada anak-anaknya kaya Aku main Tenis." Kira-kira seperti itu perkataan yang dilontarkan Hayqal kala itu.

Sejak saat itu, itu Hayqal sudah tidak lagi melakukan latihan Tenis dan pindah olahraga ke renang dan basket. 

Singkat cerita, pada tahun 2020 dimana Indonesia dilanda virus Covid-19 yang menyebabkan semua aktivitas manusia dibatasi. Hal tersebut tentunya membuat semua orang merasakan bosan, termasuk Hayqal.

Untuk mengurangi rasa bosan tersebut, Hayqal inisiatif untuk melakukan latihan Tenis lagi bersama Ayahnya. Kabar baiknya latihan tersebut terus Hayqal tekuni hingga didampingi coach.

Hingga pada waktu akhirnya Hayqal mengikuti turnamen Tenis. Turnamen tersebut berskala internasional yang dilaksanakan oleh pihak Liga Tenis yang bernama Bali Open 2021. 

Turnamen tersebut merupakan ajang pertama kalinya Hayqal mengikuti pertandingan dengan persiapan latihan hanya dalam waktu 8 bulan. Namun disayangkan Hayqal kalah pada babak first round.
 
"Memang wajar saat itu aku kalah, karena pertama kali ikut pertandingan dan disana mental, grogi, dan dilihatin banyak orang itu jadi faktor utama kenapa Aku bisa kalah pada saat itu. Tapi setelah pulang dari turnamen itu, bukannya malah down tapi malah makin semangat buat kompetitif di bidang Tenis ini." -Ungkap Hayqal.

Lanjut Hayqal, "Pada awalnya tujuan latihan Tenis ini hanya untuk kesehatan badan aja tapi kali ini Aku bener-bener pengen latihan Tenis untuk mencapai prestasi di olahraga ini dengan porsi latihan yang lebih berat dan program latihan yang diberikan sama seperti atlet Tenis junior dan senior. Seketika itu Aku berambisi banget buat latihan terus tiap hari."
Setelah kegagalannya berkompetisi pada Oktober 2022, hingga pada bulan November 2021, Hayqal terpilih menjadi salah satu pemain yang bertanding di Kejuaraan Daerah Tingkat Provinsi Jawa Timur (Kejurda) dan kebetulan Surabaya merupakan kota kelahiran Hayqal dan jadi tuan rumah untuk melaksanakan pertandingan tersebut.

Hayqal tidak pernah kebayang bisa sampai di titik tersebut, karena hanya dia yang satu-satunya pemain yang masih baru dan  jadi perwakilan Kota Surabaya di antara pemain lainnya yang sudah memiliki PNP (Peringkat Nasional PELTI). 

"Seneng banget bisa mencapai di titik ini walaupun akhirnya juga masih tetap kalah, karena memang masih minim pengalaman dalam bidang kompetisinya. Akan tetapi setelah kalah dari Kejurda tersebut, aku masih tetap giat untuk latihan setiap hari sampai pada bulan Februari 2022 aku mulai mencoba untuk ikut pertandingan lagi di Jakarta yang namanya Infinite Alpha Singles Tennis Challenge". Ujar Hayqal.
Pada kompetisi tersebut Hayqal berhasil menjuarai babak grup dan kalah di babak 16 besar. Walaupun mendapatkan  kegagalan berkali-kali, semangat Hayqal tidak pernah redup.

Usaha tidak menghianati hasil merupakan kalimat yang cocok untuk mewakilkan perjuangan Hayqal untuk menjadi seorang Atlet Tenis.

Di Bulan selanjutnya yaitu Maret 2022, Hayqal kembali ke Jakarta lagi buat mengikuti turnamen yang sama. Pada kompetisi kali ini, untuk pertama kalinya Hayqal mendapatkan  juara 3.
Pada bulan Juni 2022 Hayqal mengikuti pertandingan Tenis lagi yang bernama Indonesia Lawn Tennis League. Pertandingan Tenis dengan sistem liga/ peringkat dengan jangka waktu satu bulan.  

Dalam kurun waktu satu bulan tersebut, Hayqal bertanding sebanyak 10 kali dengan menang 8 kali dan kalah 2 kali dengan kemenangan 3 kali berturut-turut dan berhasil mendapati peringkat ke 3 sampai akhir masa pertandingan tersebut. 

"Setelah satu bulan berlalu panitia pertandingan hanya mengambil 4 besar untuk maju ke babak semifinal dan alhamdulillah aku masih bertahan dengan mendapat Juara 3 bersama."-Jelas Hayqal.

Pada akhir bulan Agustus 2022, Hayqal juga mengikuti Pertandingan Tingkat Nasional antar kota yang bernama Banyuwangi Open Yunior 2022. Namun untuk yang sekian kalinya Ia kalah.
Belum menyerah sampai situ, pada pertengahan bulan September 2022 tepatnya 3 hari sebelum menjalani perkuliahan secara offline, Hayqal mengikuti pertandingan lagi yang diselenggarakan oleh ITS (Institut teknologi 10 November) di Surabaya yang bernama ITS OPEN. Hayqal pun kalah dalam pertandingan ini.
Bulan Oktober ketika sudah menjalani kuliah secara offline, Hayqal mengikuti pertandingan Tenis lagi yang diselenggarakan di Bali yang bernama Liga Tennis Open 2022. Pada pertandingan kali ini, Hayqal mengambil 2 kategori sekaligus, yaitu Single Intermediate dan Single Advanced

Pada pertandingan tersebut di kategori intermediate, Hayqal berhasil menang 3 kali dengan 1 orang Indonesia dan 2  luar negeri (Brazil dan Singapura). Sedangkan pada kategori Advanced menang 2 kali dengan orang luar negeri (Perancis dan Australia), akan tetapi kalah dengan Rusia dengan skor telak 6-1 / 6-1. Alhasil kalah di babak quarter final dua-duanya. 

Walaupun dihampiri kekalahan yang bertubi-tubi Hayqal tetap semangat menekuni bidang olahraga  Tenis ini, terlihat dari perjuangan dan usahanya dalam mempersiapkan berbagai kompetisi yang pernah Ia ikuti. 

"Untuk saat ini aku memang tidak seberuntung atlet Tenis lain yang sudah menjuarai banyak kompetisi, namun aku yakin usaha tidak akan menghianati hasil. Suatu saat juga pasti ada jalan untuk aku bisa menjadi seperti mereka bahkan lebih baik dari mereka." Ungkap Hayqal.
"Kalah menang itu urusan belakang, yang penting sudah berani untuk mencoba dan memberikan pertunjukan yang semaksimal mungkin." -Hayqal Akbar-.

Thumbnail
Bagikan:
Bagikan ke WhatsApp
Bagikan ke Facebook
Bagikan ke X
Bagikan ke Telegram
Bagikan ke LinkedIn

Tinggalkan Balasan
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalan UU ITE

© 2026 Universitas Pertamina.
All rights reserved