Belajar Ilmu Baru Series #7 : Konversi Limbah Karbon Air Conditioner Sebagai Upaya dalam Mengurangi Pencemaran Lingkungan
Published by: Admin_p23
Kamis, 24 November 2022
Dibaca: 719 kali
Halo semuanya, hari ini kita kembali akan mengupas tuntas salah satu karya dari Lomba Poster dan Paper ISLI 2022. Pada series #7 ini kita akan belajar ilmu baru dari hasil karya Tim David, Fajar dan Rohma. Yuk disimak!!
Kita semua setuju bahwa perubahan iklim telah berjalan beriringan dengan kita dengan adanya peningkatan suhu bumi yang diperkirakan hingga 1.5 derajat Celsius pada tahun 2040, saya rasa sudah menjadi bukti pasif dan ancaman besar bagi bumi. Di lansir dari project draw down, Gas fluorinated atau yang lebih dikenal sebagai HCFc yang digunakan sebagai bahan utama pada alat refrigeran memiliki efek gas rumah kaca yang kuat, dengan tingkat bahaya 3.790 kali lebih merusak dari CO2. Konsumsi refrigeran tertinggi ada dalam penggunaan alat refrigeran dengan persentase penggunaan 47% dari alat pendingin yang dimana alat-alat ini akan mengeluarkan limbah buang yang akan menjadi ancaman buruk untuk bumi. Lalu jika kita menilik saat ini, nampaknya manajemen limbah pada refrigeran masih kurang dilakukan baik di industri kecil maupun industri besar. Terutama bagi kota metropolitan seperti DKI Jakarta yang memilki konsumsi refrigeran yang lebih tinggi dikarenakan banyaknya gedung-gedung maupun fasilitas umum yang membutuhkan pendingin ruangan di tengah panasnya ibukota. Argumen ini didukung dari adanya Jakarta sebagai terpenting ke enam dalam penggunaan AC, ya hal ini dianggap ajar di tengah panasnya ibu kota. Dari alasan inilah, Jakarta diambil sebagai objek amatan untuk dilakukan aksi manajemen limbah refrigeran dengan pertimbangan penghasil pemanasan global tertinggi di Indonesia.
Maka dari itu kami mencanangkan suatu solusi berupa pengurangan Jejak Karbon di Kota Jakarta dengan Mendesain Rantai Pasok Limbah Refrigeran Melalui Penentuan Lokasi Pembangunan Hub Pengumpulan. Disini kami melakukan perancangan alur pengelolaan limbah tersebut tanpa mempertimbangkan proses pengelolaan limbah. Dalam mendapatkan solusi dari pembangunan hub, kami terlebih dahulu mengumpulkan data-data yang dibutuhkan seperti data gedung dan fasilitas umum yang banyak membutuh pendingin ruangan, serta titik fasilitas. Data-data terebut dapat bapak ibu lihat pada excel kami di sini.
Dari data tersebut kami kemudian mengelolanya menggunakan metode p media dengan alat bantu arc gis dan hingga akhirnya didapatkan hasil pembangunan hub pengumpulan terpilih berada di kawasan industri Pulo Gadung. Dari hasil ini kami menganalisis dari terpilihnya kawasan Pulo Gadung. Hal ini dikarenakan lokasi pembangunan Hub terpilih dengan total jarak tempuh paling minimum. Selain itu, lokasi ini mengusung konsep industri Eco-Green sehingga sangat cocok untuk dilakukan pengelolaan limbah refrigeran untuk kawasan Jakarta.
Bagikan:
Bagikan ke WhatsApp
Bagikan ke Facebook
Bagikan ke X
Bagikan ke Telegram
Bagikan ke LinkedIn
Tinggalkan Balasan
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalan UU ITE