Logo Universitas Pertamina
ID / EN
Agenda

Belajar Ilmu Baru Series #3 : Optimasi Kemasan Menuju Era Emas Ekonomi Sirkular Indonesia


Published by: Admin_p23 Senin, 14 November 2022
Dibaca: 663 kali
Halo semuanya, hari ini kita kembali akan mengupas tuntas salah satu karya dari Lomba Poster dan Paper ISLI 2022. Pada series #3 ini kita akan belajar ilmu baru dari hasil karya Tim Three Muskeeter. Yuk disimak!!

Poster ini mengangkat kasus yang sering disepelekan tetapi berdampak besar terhadap lingkungan, yaitu kemasan, khususnya kemasan plastik. Kita mengetahui bahwa kemasan plastic menjadi salah satu penyumbang terbesar sampah atau limbah dimana dimana, tidak hanya mencemari lingkungan, kemasan plastic juga mampu memicu perubahan iklim karena pembuangannya menghasilkan emisi karbon yang tinggi menyebabkan kondisi bumi semakin memanas. Tetapi, manusia tidak bisa hidup tanpa adanya plastic.
Jadi, bagaimana cara untuk menjadikan kekurangan plastic menjadi hal yang sangat bermanfaat? Caranya yairu, dengan cara mengoptimalkannya dengan mengubah fungsi sekali pakai menjadi multi fungsi. Yang kami hubungkan dengan rantai pasok adalah dengan melihat kondisi industry sayuran yang masih sangat bergantung pada kemasan plastic.
Sesuai dengan tema yang kami ambil yaitu “Optimalisasi Kemasan Menuju Era Emas Ekonomi Sirkular Indonesia”, salah satu contoh real sebagai bentuk bentuk dukungan kami terhadap penerapan ekonomi sirkular adalah dengan mengubah kemasan plastik yang digunakan di pasar menjadi wadah plastik seperti kontainer dengan bahan yang lebih tahan lama dan bisa digunakan dalam jangka waktu yang panjang memiliki volume yang besar sehingga dapat menampung lebih banyak sayuran.

Pada saat ini sayuran yang dijual di pasar tradisional hampir mengalami kemunduran mutu atau berkurang kualitas kesegarannya. Seperti contoh kasus Pasar Kramat Jati yang di dapatkan dari sebuah jurnal yang ditulis oleh Putri Arum Puspita Sari.Pasar Kramat Jati merupakan pasar dengan skala pelayanan regional, yang mampu melayani kebutuhan buah dan sayuran ke seluruh wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya. Pemasok sayur-sayuran di Pasar Induk Kramat Jati salah satunya berasal dari daerah Cipanas Bogor. Dalam proses pendistribusian sayuran dari Cipanas terdapat beberapa hal yang menyebabkan penurunan kualitas sayuran. Salah satunya saat proses pendistribusian atau pengiriman sayuran hanya menggunakan kantong plastik, hal tersebut dapat menyebabkan kerusakan pada sayuran.
Berdasarkan permasalahan tersebut dibuat alternatif pengiriman sayuran menggunakan kontainer. Dilihat dari segi konsep ekonomi sirkular penggunaan kontainer dalam proses pendistribusian sayur menerapkan konsep reduce, berarti kita sudah mengurangi limbah yang dihasilkan dari aktivitas yang kita lakukan. Jika dilihat dari segi rantai pasok penggunaan kontainer dinilai lebih efisien karena berdasarkan volume, beban angkut, tata letak dan keamanan dalam proses distribusian lebih unggul dibanding ketika menggunakan plastik. Hal ini menunjukkan bahwa dengan menerapkan kemasan kontainer dalam pendistribusian sayuran kita mampu membuat kegiatan rantai pasok menjadi lebih optimal dan juga kita mampu mendukung konsep ekonomi sirkular.

Container plastik lebih cocok untuk industri sayur- mayur serta buah- buahan karena lumayan kokoh untuk menanggulangi jumlah muatan buah- buahan serta sayur- mayur yang sangat berat tidak semacam kardus yang kapasitasnya terbatas dan juga mudah rapuh. Berdasarkan salah satu jurnal yang ditulis oleh Putri Arum Puspitasari tentang “Analisis Perbandingan Biaya Penggunaan Kantong Plastik dan Kontainer dalam Menjaga Kualitas Produk Perishable Sayuran Caisim, dapat kita lihat pada diagram disamping bahwa biaya yang dikeluarkan untuk dua jenis kemasan ini sangat berbeda. Penggunaan plastik sekali pakai sebagai kemasan membutuhkan biaya sekitar Rp21jt 900rb sedangkan penggunaan kontainer hanya membutuhkan biaya sekitar Rp2jt untuk kuantitas sayur yang sama.

Secara lebih rinci, berdasarkan data, kita juga dapat menghemat biaya kemasan Rp 1jt dalam satu kali perjalanan dan Rp30jt penghematan untuk biaya distribusi. Selain itu juga, peralihan penggunaan kantong plastik menjadi kontainer dapat membantu mengurangi sampah hingga 52% per tahun. Terakhir, kontainer juga menjaga ketahanan dan kesegaran produk karena sirkulasi udara yang lebih lancar dibandingkan dengan sayuran yang dikemas dalam plastik. Kontainer ini juga dapat tahan dengan kelembaban dan temperatur yang berbeda bisa ditaruh di area terbuka


Thumbnail
Bagikan:
Bagikan ke WhatsApp
Bagikan ke Facebook
Bagikan ke X
Bagikan ke Telegram
Bagikan ke LinkedIn

Tinggalkan Balasan
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalan UU ITE

© 2026 Universitas Pertamina.
All rights reserved