Halo semuanya, hari ini kita kembali akan mengupas tuntas salah satu karya dari Lomba Poster dan Paper ISLI 2022. Pada series #2 ini kita akan belajar ilmu baru dari hasil karya Carissa Rahmadani Zahra, Hanum Parinduri Nugroho dan Nur An'nisa Amalia. Yuk disimak!!
Poster ini d ilatarbelakangi oleh data yang tercatat pada tahun 2019 mengenai jumlah
sampah sebanyak 300 juta ton yang sebagian mengalir sampai ke laut. Hal tersebut
terjadi dikarenakan Ekonomi global menggunakan model ekonomi linier “take-makewaste” dimana sumber daya alam diambil, digunakan dan berakhir sebagai sampah.
Model ekonomi tersebut terbukti membawa banyak kerusakan lingkungan dan tumpukan
sampah. Selain itu, Menurut Zaroni Head of Consulting Division Supply Chain Indonesia
“peraturan perundangan tentang lingkungan menuntut perusahaan untuk bertanggung
jawab atas limbah mereka, sementara biaya pembuangan limbah semakin meningkat”.
Hal ini memungkinkan para perusahaan lebih memilih untuk membuang limbah mereka
secara sembarangan tanpa memikirkan dampak terhadap lingkungan sekitar. Untuk
mengatasi permasalahan di atas, diperlukan solusi yang dapat menjadi alternatif
penyelesaian.
Untuk menyelesaikan permasalahan tersebut dapat dengan menggunakan konsep circular
economy dan reverse logistics yang bertujuan untuk meminimalkan waste yang dihasilkan oleh
industri demi Keberlanjutan kegiatan rantai pasok di masa yang akan datang. Konsep circular
economy merupakan Sebuah konsep ekonomi dalam alur lingkaran tertutup, dimana kita
berusaha untuk menggunakan sumber daya, bahan baku maupun produk jadi yang bisa dipakai
ulang untuk selama mungkin, dan menghasilkan sampah atau limbah seminimal mungkin.
Dimana dalam konsep tersebut menerapkan prinsip 5R (Reuse, Recycle, Reduce, Repair,
Recovery).
Contoh penerapan reverse logistics diterapkan oleh Coca Cola Company dengan Meluncurkan
kampanye yang disebut "World Without Waste", Mengembangkan Kemasan yang lebih efisien,
Melakukan Reuse Botol Coca Cola, dan Menggunakan 30% dari bahan tebu & 100% tetes tebu
yang bisa didaur ulang. Untuk meminimalkan waste yang dihasilkan oleh industri dapat
menerapkan konsep circular economy dengan didukung oleh reverse logistics. Konsep Reverse
Logistics harus diterapkan oleh perusahaan Industri lainnya agar upaya pengurangan waste di
bidang industri dapat dimaksimalkan. Dengan adanya penerapan Reverse Logistics dapat
mengurangi kerusakan lingkungan demi keberlanjutan kegiatan rantai pasok di masa depan.