Halo Logisticians, kita
balik lagi nih mengupas cerita seru kegiatan MBKM dari mahasiswa Teknik
Logistik Universitas Pertamina, kali ini kita akan mengulik bagaimana
keseruannya belajar menjadi eksporter Bersama Ichsanul Putra Jefi, mahasiswa
Teknik Logistik Universitas Pertamina Angkatan 2019 yang mengikuti kegiatan
Studi Independen Kampus Merdeka dengan judul kegiatan “Be a Digital Exporter”
di Yayasan Sekolah Exspor Nasional. Yuk kita simak keseruannya
Sekolah Ekspor yang bernaung
dibawah Yayasan Sekolah Ekspor Nasional sejak awal berdirinya ikut memberi
solusi penambahan jumlah eksportir melalui penyelenggaraan pelatihan ekspor
secara daring dengan mengoptimalkan kemajuan teknologi digital termasuk
pendayagunaan platform belajar digital. Program Digital Export diajukan untuk
memberi kesempatan kepada mahasiswa D4 dan S1 minimal semester-5 untuk menjadi
eksportir baru yang berbasiskan teknologi digital. Proses pembelajaran akan
dilakukan berbasiskan experience learning, berjalan berdampingan antara
penyampaian modul pembelajaran dan praktikum, dan di tahap akhir diharapkan
peserta (bersama kelompoknya masingmasing) sudah bisa mengembangkan produk
berkualitas ekspor dan memasarkannya melalui e-commerce.

Selama mengikuti kegiatan
studi independent, Ichsan mengikuti kelas ekspor secara hybrid, online dan
offline. Hal-hal yang dipelajari selama belajar di sekolah eksport diantaranya
adalah Pemahaman Bisnis Global, Perencanaan Ekspor, Pengembangan Produk Ekspor,
Pemasaran, Mencari Mitra, Program Keuangan, dan Logistik hingga membuat
perusahaan ekspor sendiri. Yap selain belajar secara daring dan melalui kelas,
selama mengikuti kegiatan ini ichsan juga mengikuti berbagai kegiatan menarik,
melihat aktivitas ekspor secara langsung di beberapa kota di Indonesia seperti
Padang, Jakarta, Malang dan Yogyakarta. Jadi secara kesulurahan kegiatan yang
dilakukan selama studi sekolah eksport adalah Pemaparan Materi atau sesi
kuliah, Asynchronous learning belajar dari Sekolah Ekspor Learning Management
System (SELS) dan Praktikum atau praktek Eksport secara langsung.
Menurut ichsan, yang
paling memiliki kesan selama mengikuti kegiatan ekspor adalah membuat
perusahaan ekspor untuk produk umkm dan sesi studi tour ke negeri tetangga
Malaysia. Yap selain belajar ichsan juga diberi kesempatan dan dibimbing untuk
mencari produk unggul dan berpontensi untuk di ekspor. Ichsan Bersama dengan
tim kecilnya membuat suatu perusahaan yang berfokus untuk mengekspor
produk-produk kerajinan tangan dari eceng gondok dari salah satu UMKM yang
berlokasi diserubaya. Perusahaan ini sendiri Bernama PT. Chengnei. Sebelum
membuat perusahaan ini dan menentukan produk yang akan dieksport, Ichsan dan
timnya melakukan banyak persiapan baik persiapan peresmian perusahaan, analisis
kebutuhan pasar produk, analisis ekonomi, hingga mencari dan bekerjasama dengan
berbagai mitra. Wah menarik sekali
bukan, selain belajar eksport kita juga disiapkan untuk menjadi pebisnis yang
handal tentunya dengan skala international dan bertalenta digital.

Satu hal lain yang
membuat kegiatan studi independent ichsan adalah mengikuti kegiatan study tour
dan jalan-jalan ekspor. Sebagai salah satu peserta studi independent terbaik,
ichsan berkesempatan untuk pergi ke negeri jiran Malaysia, Selama di Malaysia,
selain jalan-jalan dan mengenal budaya yang ada disana, ichsan dan teman-teman
sekolah eksport lainnya mengunjungi kedutaan besar Indonesia di Malaysia dan
berdiskusi terkait potensi ekspor produk local di negara tersebut. Menariknya
lagi, ichsan juga tidak ketinggalan untuk memperkenalkan produk kerajinan
tangan chengnei sebagai produk ekspor perusahaan dan timnya