Logo Universitas Pertamina
ID / EN
Agenda

3 Mahasiswa dan 1 Dosen Universitas Pertamina Ikuti Pelatihan Kebencanaan di Kochi Collage Jepang, Tingkatkan Kesiapsiagaan Logistik Bencana


Published by: Teknik Logistik Selasa, 11 Juni 2024
Dibaca: 880 kali
Indonesia, negara yang sering terkena bencana alam, memiliki indeks kerentanan bencana sebesar 43,5 dari 100 menurut World Risk Report 2023. Hal ini menempatkan Indonesia dalam kategori risiko bencana sangat tinggi. Pada 2023, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 4.940 bencana dengan kerugian besar, termasuk 267 korban jiwa dan kerusakan pada lebih dari 34.000 rumah dan 877 fasilitas.

Sebagai negara yang terletak di pertemuan lempeng tektonik, Indonesia perlu memperkuat mitigasi dan penanggulangan bencana. Laporan tersebut menyoroti kurangnya kapasitas kesiapsiagaan, penanganan pasca bencana, dan distribusi logistik kebencanaan di Indonesia.

Untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan dalam pengelolaan bencana, tiga mahasiswa dari Program Studi Teknik Logistik Universitas Pertamina (UPER)—Echa Ratu Prety Claudia Situmeang, Pauline Nancy Deslin Layman, dan I Dewa Gde Yogindra Adipramana—terpilih mewakili Indonesia dalam pelatihan di Kochi College, Jepang, pada 22-29 Maret 2024. Pelatihan ini berfokus pada penerapan teknologi dan efisiensi distribusi logistik kebencanaan.

Jepang, meski juga rentan bencana, diakui World Economic Forum memiliki kesiapsiagaan bencana yang sangat baik, berkat kolaborasi antara pasukan pengamanan dan sektor swasta dalam distribusi logistik. "Jepang unggul dalam manajemen bencana, terutama dalam skema distribusi logistik. Kami juga belajar tentang penggunaan teknologi kebencanaan, seperti Sistem Informasi Geografis (SIG)," kata Echa pada Selasa, 7 Mei 2024.

SIG merupakan teknologi yang membantu melacak ketersediaan, transportasi, dan distribusi pangan serta obat-obatan. Teknologi ini juga mendukung penyediaan fasilitas bantuan cadangan dengan prioritas dan aksesibilitas yang dioptimalkan di wilayah rawan bencana.

Pelatihan di Kochi College diikuti oleh 30 mahasiswa dari berbagai negara, termasuk Indonesia, Thailand, Malaysia, Mongolia, Taiwan, dan Jepang. Mereka juga melihat simulasi kebencanaan dan penerapan teknologi secara nyata. "Saya belajar dari perspektif berbeda tentang kebencanaan. Di Jepang, edukasi kebencanaan sangat diterapkan di berbagai golongan usia, bahkan menggunakan game Minecraft untuk edukasi bencana," tambah Echa.

Iwan Sukarno, Ketua Program Studi Teknik Logistik UPER, yang mendampingi mahasiswa, menyatakan kebanggaannya karena UPER dapat berpartisipasi dalam kegiatan internasional ini. "Program studi kami mempelajari logistik kemanusiaan, distribusi, dan transportasi, serta perencanaan fasilitas logistik. Melalui pelatihan ini, kami memperluas pemahaman penggunaan teknologi untuk kebencanaan," ujarnya.

Sebagai bagian dari internasionalisasi, UPER terus mendukung pertukaran pelajar, magang, dan riset kolaborasi dengan universitas luar negeri. "Dengan tujuan menjadi World Class University pada 2035, UPER mengembangkan program Center of Excellence untuk penelitian dan program Lulusan Merah Putih untuk persiapan dunia kerja," tutup Prof. Wawan Gunawan A. Kadir, Rektor Universitas Pertamina.

UPER juga akan menyambut mahasiswa Kochi College yang akan mengikuti short course di Indonesia pada September mendatang, memperkuat kerja sama internasional dalam upaya mitigasi bencana
Thumbnail
Bagikan:
Bagikan ke WhatsApp
Bagikan ke Facebook
Bagikan ke X
Bagikan ke Telegram
Bagikan ke LinkedIn

Tinggalkan Balasan
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalan UU ITE

© 2026 Universitas Pertamina.
All rights reserved