Logo Universitas Pertamina
ID / EN
Berita Kampus

UPER Teken Kerja Sama Strategis dengan LSP, Mahasiswa Siap Bersertifikasi


Published by: Universitas Pertamina Sabtu, 28 Februari 2026
Dibaca: 55 kali
Sektor keuangan nasional kini menghadapi risiko digital dan globalisasi yang makin kompleks, seperti risiko siber yang dipandang tinggi oleh 37 % pemimpin bisnis global menurut PwC Global Risk Survey 2023. Untuk itu, otoritas dan industri menuntut profesional bersertifikasi di manajemen risiko, sehingga kurikulum perguruan tinggi harus selaras dengan standar kompetensi profesi ini.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Universitas Pertamina menandatangani Nota Kesepahaman dengan LSP Badan Sertifikasi Manajemen Risiko pada 12 Februari 2026 di Jakarta Selatan. Kerja sama ini memperkuat pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui pengembangan kompetensi dan sertifikasi manajemen risiko.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Badan Sertifikasi Manajemen Risiko, Prof. Dr. Ir. Gandung Troy Sulistyantoro, M.Si., menegaskan pentingnya sinergi dengan perguruan tinggi. 

“Sertifikasi menjamin kompetensi yang terstandar secara nasional sekaligus membuka akses mahasiswa terhadap skema profesional sejak dini, sehingga budaya manajemen risiko dapat terbangun kuat di lingkungan akademik,” ujar Prof. Gandung.

Kerja sama ini meliputi bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Salah satu implementasinya adalah integrasi materi pelatihan persiapan sertifikasi Jenjang Kualifikasi IV Manajemen Risiko Perbankan ke dalam perkuliahan Program Magister Manajemen sebagai penguatan kompetensi profesional mahasiswa.

Program pembelajaran ini diakui sebagai pembekalan untuk mengikuti sertifikasi di LSP Badan Sertifikasi Manajemen Risiko. Universitas juga akan menerbitkan sertifikat atau surat keterangan pembekalan yang memuat unit kompetensi sesuai jenjang kualifikasi yang ditempuh mahasiswa.

Ketentuan teknis pelaksanaan akan diatur dalam perjanjian kerja sama lanjutan yang mencakup sarana, prasarana, dan pembiayaan program. Kedua pihak berkomitmen mengoptimalkan sumber daya yang tersedia guna memastikan pelaksanaan program berjalan efektif dan menghasilkan capaian yang terukur.

Rektor Universitas Pertamina, Prof. Dr. Ir. Wawan Gunawan A. Kadir, menegaskan arah strategis kolaborasi melalui integrasi standar sertifikasi ke dalam proses akademik. 

“Langkah ini memastikan lulusan memiliki kompetensi terukur serta memperkuat daya saing dan kesiapan menghadapi kebutuhan sektor keuangan. Skema ini juga dirancang berkelanjutan agar implementasi program berjalan konsisten dan selaras dengan kebutuhan industri,” ujar Prof. Wawan.

Melalui kolaborasi ini, universitas menegaskan komitmennya mengintegrasikan pendidikan tinggi dengan standar profesi. Upaya tersebut diharapkan meningkatkan kualitas lulusan manajemen risiko agar semakin adaptif dan kompetitif dalam menghadapi dinamika sektor keuangan. [MP]

Sumber:
PwC. (2024, March 5). Cyber and digital technology risks are a key concern for businesses and risk leaders, even as 60% see GenAI as an opportunity: PwC 2023 Global Risk Survey. PwC. https://www.pwc.com/id/en/media-centre/press-release/2024/english/pwc-global-risk-survey-2023.html?utm_source 

Thumbnail
Bagikan:
Bagikan ke WhatsApp
Bagikan ke Facebook
Bagikan ke X
Bagikan ke Telegram
Bagikan ke LinkedIn

Tinggalkan Balasan
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalan UU ITE

© 2026 Universitas Pertamina.
All rights reserved