Universitas Pertamina berkolaborasi dengan Italy–IRENA Action for Climate Toolkit (I-ACT) melalui Program Studi Kimia dengan menyelenggarakan workshop kepemimpinan iklim pada Sabtu, 15 November 2025, di Auditorium Griya Legita.
Kegiatan ini menghadirkan pelatihan intensif mengenai isu energi dan iklim bagi pemuda Indonesia.
Program ini mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya Tujuan 7 (Energi Bersih dan Terjangkau) serta Tujuan 13 (Penanganan Perubahan Iklim). Melalui I-ACT Toolkit, peserta memperoleh materi dan strategi praktis untuk memahami peran energi bersih serta berkontribusi dalam aksi iklim berkelanjutan.
Program ini merupakan bagian dari inisiatif I-ACT yang dikembangkan oleh International Renewable Energy Agency (IRENA), organisasi internasional yang berfokus pada pengembangan energi terbarukan dan percepatan transisi energi global. Melalui program ini, IRENA mendorong keterlibatan pemuda dari berbagai negara dalam literasi iklim dan advokasi energi bersih.
Rangkaian kegiatan diawali dengan sambutan dari Duta Besar Italia untuk Indonesia, H.E. Roberto Colaminè. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pesan pembuka dari Dekan Fakultas Sains dan Ilmu Komputer Universitas Pertamina, Prof. Ir. Eddy Ariyono Subroto, Ph.D.
“Kolaborasi ini bukan hanya memperkuat komitmen antarnegara, tetapi juga membuka ruang bagi generasi muda Indonesia untuk memahami peran strategis energi bersih dalam menghadapi krisis iklim global. Melalui I-ACT, kami berharap lahir pemimpin muda yang mampu mendorong perubahan nyata,” ujar H.E. Roberto.
Setelah sesi pembukaan, kegiatan berlanjut dengan pemaparan materi utama yang dipandu oleh empat Peer Educator Indonesia terpilih oleh IRENA, yaitu Diah Retno Yuniarni, Hizkia Indri Posumah, Mughnika Alimmaristya Muazzam, dan Syaikha Nabila Azzahra. Modul yang dibawakan mencakup mitos energi–iklim, tren iklim global, energi untuk pembangunan, transisi berkeadilan, energi terbarukan, hingga peran pemuda dalam solusi iklim.
Usai pemaparan modul, Prof. Eddy turut memberikan penegasan bahwa perguruan tinggi memiliki peran penting dalam memperluas literasi iklim di kalangan generasi muda. “Workshop ini disusun untuk memperdalam pemahaman peserta mengenai keterkaitan energi dan iklim, sekaligus menumbuhkan keberanian mereka untuk mengambil langkah nyata sebagai agen perubahan,” jelasnya.
Selain sesi pemaparan, peserta juga mengikuti simulasi negosiasi anggaran tingkat kementerian yang menguji kemampuan analitis dan pemahaman praktis mereka terhadap isu energi dan iklim. Aktivitas ini memberikan pengalaman langsung dalam proses pengambilan keputusan, sekaligus memastikan peserta memahami tantangan dan peluang dalam merumuskan solusi iklim yang aplikatif.
Melalui kegiatan ini, kolaborasi antara IRENA, Pemerintah Italia, Y4E-SEA, dan Program Studi Kimia Universitas Pertamina semakin menegaskan komitmen bersama dalam memperkuat edukasi keberlanjutan. Inisiatif ini diharapkan terus berkembang dan mendorong aksi iklim yang lebih inklusif dan berdampak luas. [MP]