Universitas Pertamina terus memperkuat kolaborasi strategis dengan mitra industri guna mendorong pengembangan energi berkelanjutan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Sinergi antara perguruan tinggi dan sektor industri menjadi salah satu langkah penting dalam menjawab tantangan transisi energi sekaligus memperkuat daya saing nasional di tingkat global.
Bertepatan dengan perayaan Dies Natalis ke-10 pada Kamis, 12 Februari, Universitas Pertamina (UPER) resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan PT Geoenergi Solusi Indonesia (Geoenergis).
Penandatanganan ini menjadi bagian dari komitmen kedua belah pihak dalam menyelenggarakan kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Nota Kesepahaman tersebut ditandatangani oleh Direktur Utama PT Geoenergi Solusi Indonesia, Rony P. Nugraha, yang dalam kesempatan ini diwakili paraf oleh Daniel Adityatama. Kerja sama ini bertujuan untuk memajukan industri energi serta meningkatkan kualitas sumber daya yang setara dengan standar internasional di lingkungan masing-masing pihak.
Dalam ruang lingkupnya, MoU mencakup tiga pilar utama Tri Dharma Perguruan Tinggi. Pada bidang pendidikan, kerja sama diarahkan pada peningkatan kualitas dan kompetensi sumber daya manusia melalui pendidikan pekerja dari pihak Geoenergis serta dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa UPER.
Di bidang penelitian, kedua pihak akan melaksanakan riset terintegrasi dengan memanfaatkan teknologi, kompetensi, serta sarana dan prasarana yang dimiliki masing-masing institusi, khususnya dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang energi.
Sementara pada aspek pengabdian kepada masyarakat, kolaborasi difokuskan pada penyelenggaraan program-program yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat sekitar sekaligus mendukung kesejahteraan rakyat.
Rektor Universitas Pertamina dalam sambutannya menyampaikan bahwa kerja sama ini menjadi bagian dari langkah strategis kampus dalam memperkuat link and match antara dunia pendidikan dan industri energi.
“Momentum Dies Natalis ke-10 ini menjadi refleksi sekaligus titik akselerasi bagi Universitas Pertamina untuk memperluas jejaring kolaborasi. Kerja sama dengan Geoenergis kami harapkan dapat membuka ruang pembelajaran berbasis praktik industri, memperkuat riset terapan, serta menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, perwakilan manajemen PT Geoenergi Solusi Indonesia, Daniel Adityatama menyatakan bahwa kolaborasi dengan institusi pendidikan merupakan investasi jangka panjang bagi pengembangan industri energi nasional.
“Kami percaya bahwa kemajuan industri energi sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusianya. Melalui kerja sama ini, kami ingin berkontribusi dalam penguatan kompetensi generasi muda dan mendukung inovasi riset yang relevan dengan kebutuhan industri,” ungkap Daniel.
Kerja sama ini juga sejalan dengan komitmen pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, SDG 7 tentang Energi Bersih dan Terjangkau, SDG 9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, serta SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.
Melalui sinergi pendidikan, riset, dan pengabdian kepada masyarakat, kedua institusi berupaya mendorong terciptanya ekosistem energi yang berkelanjutan dan berdaya saing global.
Penandatanganan MoU ini diharapkan menjadi awal dari berbagai program kolaboratif yang konkret dan berkelanjutan, sekaligus mempertegas komitmen Universitas Pertamina dan Geoenergis dalam mendorong pengembangan sektor energi yang inovatif, kompetitif, dan berorientasi pada keberlanjutan. [MD]