Jakarta masih menghadapi tantangan serius terkait polusi udara. Kadar partikel halus PM2.5 di ibu kota tercatat pernah melampaui ambang batas aman yang ditetapkan World Health Organization (WHO), dengan emisi kendaraan bermotor sebagai salah satu penyumbang utama. Kondisi ini menegaskan pentingnya peran dunia akademik dalam mendorong pemahaman serta solusi energi bersih yang berkelanjutan.
Menanggapi tantangan tersebut, Program Magister Sains Berkelanjutan Universitas Pertamina menggelar kuliah tamu di Gedung Modular dengan menghadirkan Mrs. Serena Johnson, Executive Director Asian Clean Fuels Association (ACFA), Singapura. Kegiatan ini menjadi ruang diskusi bagi mahasiswa untuk memahami dinamika transisi energi dan isu keberlanjutan di kawasan Asia.
Dalam pemaparannya, Mrs. Johnson menyoroti pesatnya pertumbuhan kebutuhan energi di Asia yang menuntut strategi transisi energi yang realistis, terjangkau, dan inklusif.
“Asia menghadapi pertumbuhan energi yang sangat cepat, sehingga kita memerlukan langkah transisi yang realistis, terjangkau, dan tetap berpihak pada kebutuhan masyarakat,” jelasnya.
Diskusi kemudian membahas berbagai tantangan transisi energi di negara berkembang, mulai dari tingginya kebutuhan energi, pertumbuhan kawasan perkotaan, hingga ketergantungan pada bahan bakar fosil. Mrs. Johnson juga mengulas kebijakan energi Indonesia, termasuk target Net Zero Emissions 2060 serta upaya pengurangan emisi, khususnya di sektor transportasi.
Selain tantangan, kuliah tamu ini turut mengangkat peluang perbaikan kebijakan energi, antara lain optimalisasi kualitas bahan bakar di wilayah perkotaan dengan tingkat polusi tinggi serta pemanfaatan bahan bakar yang lebih bersih. Sesi dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab interaktif yang mengaitkan materi dengan kondisi nyata di Indonesia.
Menutup kegiatan, Dekan Fakultas Perencanaan Infrastruktur dan Fakultas Teknologi Industri Universitas Pertamina, Ir. Tota Simatupang, M.Eng., Ph.D., menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya kuliah tamu tersebut.
“Kegiatan ini penting untuk memperkuat pemahaman mahasiswa terhadap isu energi bersih dan transisi energi, sekaligus menegaskan komitmen Universitas Pertamina dalam menghadirkan pendidikan yang relevan dengan tantangan industri dan keberlanjutan,” tuturnya.
Melalui kuliah tamu ini, Universitas Pertamina mendorong mahasiswa untuk memahami isu energi dan lingkungan secara kontekstual sebagai bekal menghadapi tantangan sektor energi di masa depan.