Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan (HMTL) Universitas Pertamina memperkuat tata kelola organisasi kemahasiswaan melalui studi banding dengan Program Studi Teknik Lingkungan Universitas Bakrie. Kolaborasi ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kapasitas kepemimpinan serta keberlanjutan organisasi mahasiswa di bidang lingkungan.
Kegiatan tersebut mempertemukan pengurus HMTL dari kedua universitas dalam forum diskusi yang membahas sistem organisasi, inovasi program kerja, serta praktik pengelolaan organisasi yang adaptif terhadap tantangan lingkungan. Forum ini membuka ruang pertukaran gagasan mengenai peran organisasi mahasiswa dalam mendukung agenda keberlanjutan.
Ketua Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan Universitas Pertamina, Muhammad Karunia Vivaldi, menyampaikan bahwa studi banding ini menjadi ruang pembelajaran penting bagi pengurus organisasi.
“Pertukaran gagasan dengan kampus mitra memberikan perspektif baru dalam memperkuat tata kelola organisasi mahasiswa yang lebih adaptif dan berkelanjutan,” ujarnya.
Dari sisi akademik, kolaborasi ini dinilai penting dalam memperkuat kontribusi mahasiswa terhadap isu lingkungan. Ketua Program Studi Teknik Lingkungan Universitas Bakrie, Aqil Azizi, Ph.D., menilai kolaborasi antarkampus penting untuk memperkuat kontribusi mahasiswa dalam menjawab tantangan lingkungan.
“Melalui kolaborasi, mahasiswa dapat saling belajar dan mengembangkan program yang lebih relevan dengan kebutuhan masyarakat dan lingkungan,” tutur Aqil.
Selain diskusi strategis, peserta memperoleh gambaran mengenai pengelolaan organisasi kemahasiswaan dan budaya akademik di masing-masing kampus. Hasil pertukaran ini diharapkan dapat memperkaya perencanaan program kerja serta mendorong tata kelola HMTL yang lebih adaptif dan berkelanjutan.
Kolaborasi antara HMTL Universitas Pertamina dan Universitas Bakrie mencerminkan peran aktif mahasiswa Teknik Lingkungan dalam memperkuat kepemimpinan organisasi sekaligus merespons isu keberlanjutan melalui kerja sama antarkampus. [MV]