Transisi menuju pembangunan berkelanjutan menuntut kolaborasi yang lebih erat antara perguruan tinggi dan industri. Laporan World Energy Outlook 2023 menegaskan bahwa sinergi lintas sektor menjadi kunci percepatan transformasi bisnis menuju praktik rendah karbon dan bertanggung jawab secara sosial (International Energy Agency, 2023).
Merespons tantangan tersebut, Universitas Pertamina dan PT Patra Jasa menandatangani Amendemen atas Nota Kesepahaman tentang Persiapan Rencana Kerja Sama Kolaborasi Program Keberlanjutan pada Kamis (12/2/2026) di Jakarta. Amendemen ini memperluas ruang lingkup kolaborasi sekaligus memperpanjang masa berlaku kerja sama menjadi dua tahun.
Dokumen tersebut ditandatangani oleh Rektor Universitas Pertamina, Prof. Dr. Ir. Wawan Gunawan A. Kadir, M.S., IPU, dan Direktur Utama PT Patra Jasa, Ray Syaputra M. Daulay. Kolaborasi ini memperkuat sinergi di lingkungan Grup Pertamina dalam mendukung implementasi program keberlanjutan berbasis kajian ilmiah dan pengembangan kapasitas sumber daya manusia.
Ruang lingkup kerja sama kini mencakup penyusunan dan kajian program keberlanjutan, penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan, pengembangan kompetensi SDM, pengabdian kepada masyarakat, hingga kajian peluang sinergi keberlanjutan bisnis. Perluasan ini membuka ruang integrasi antara riset akademik dan kebutuhan strategis perusahaan secara lebih terstruktur.
Prof. Wawan Gunawan A. Kadir menyatakan bahwa kolaborasi ini dirancang untuk memastikan pendekatan keberlanjutan yang berbasis data dan analisis ilmiah.
“Sinergi antara perguruan tinggi dan entitas bisnis memungkinkan lahirnya rekomendasi program yang tidak hanya memenuhi aspek regulasi, tetapi juga memiliki pengukuran dampak yang jelas,” ujarnya.
Melalui keterlibatan Sustainability Center Universitas Pertamina, kerja sama ini diharapkan menghasilkan luaran konkret seperti kajian strategis, modul pelatihan, serta rekomendasi kebijakan internal perusahaan.
Perpanjangan durasi menjadi dua tahun memberikan ruang implementasi yang lebih komprehensif, mulai dari perencanaan hingga evaluasi program secara bertahap.
Kolaborasi ini sejalan dengan SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui integrasi riset terapan dalam praktik bisnis dan penguatan inovasi industri berkelanjutan. Selain itu, kerja sama ini juga mendukung SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui pengembangan kapasitas dan pelatihan berbasis keilmuan, serta SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim) melalui dorongan transformasi bisnis rendah karbon berbasis analisis ilmiah.
Dalam jangka panjang, sinergi ini diharapkan menjadi model kolaborasi kampus dan industri yang adaptif terhadap dinamika transformasi bisnis berkelanjutan serta memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan nasional. [MV]
Referensi: