Sebagai perguruan tinggi yang berfokus pada pengembangan sektor energi dan transisi menuju energi berkelanjutan, mahasiswa Universitas Pertamina terus berperan aktif dalam mendorong lahirnya inovasi teknologi energi melalui partisipasi dalam berbagai kompetisi nasional.
Salah satu kompetisi tersebut adalah Derrick Competition, ajang kompetisi intelektual tahunan di bidang energi, minyak dan gas, serta energi terbarukan yang ditujukan bagi mahasiswa rumpun teknik dan energi. Kompetisi ini diselenggarakan oleh Politeknik Energi dan Mineral Akamigas (PEM Akamigas) Cepu dan dilaksanakan secara daring pada Januari 2026.
Pada kesempatan ini, Universitas Pertamina diwakili oleh Tim HOTSEEKER yang mengikuti kategori Geothermal Case Study Competition. Melalui kategori tersebut, peserta ditantang untuk menyusun analisis dan solusi pengembangan panas bumi berdasarkan studi kasus yang relevan dengan kondisi industri energi. Tim HOTSEEKER berhasil meraih 1st Runner-Up dalam kompetisi tersebut.
Tim HOTSEEKER mengusung solusi pengembangan panas bumi melalui pendekatan terintegrasi, dengan menggabungkan analisis kondisi geologi bawah permukaan, potensi reservoir, serta strategi pengembangan lapangan. Pendekatan ini digunakan untuk menilai potensi panas bumi secara menyeluruh dan merancang skema pengembangan yang efisien serta aplikatif.
Tim HOTSEEKER terdiri dari mahasiswa lintas program studi, yaitu Teknik Perminyakan, Teknik Geofisika, dan Teknik Geologi. Adapun anggota tim meliputi Josoa Gusti M, Luthfan Difiesa, Clara Agnatasia, Maria Octaviana Moi, dan Nisrina Syafa Hanifah. Kolaborasi lintas disiplin tersebut menjadi kekuatan utama dalam menghasilkan analisis yang komprehensif dan solusi yang relevan.
Inovasi yang dikembangkan disusun melalui studi kasus panas bumi yang dianalisis secara bersama oleh seluruh anggota tim. Proses ini dilakukan melalui diskusi dan pertukaran sudut pandang untuk menghasilkan solusi pengembangan yang efisien.
Dalam wawancara pada 25 Januari 2026, Josoa Gusti M menyampaikan bahwa inovasi Tim HOTSEEKER berfokus pada integrasi data geologi, geofisika, dan teknik perminyakan guna menghasilkan rekomendasi pengembangan panas bumi yang realistis.
“Capaian ini kami syukuri karena inovasi yang diusung lahir dari kolaborasi antarbidang keilmuan. Setiap anggota tim berperan aktif dalam menganalisis sistem panas bumi secara menyeluruh,” ujar Josoa.
Josoa menambahkan bahwa diskusi intens dan kerja sama tim menjadi kunci dalam menyusun solusi yang kritis dan aplikatif selama proses kompetisi berlangsung.
Prestasi yang diraih Tim HOTSEEKER menjadi salah satu capaian mahasiswa Universitas Pertamina dalam ajang kompetisi bidang energi. Capaian ini diperoleh melalui proses pembelajaran dan partisipasi aktif mahasiswa dalam kegiatan kompetitif di bidang energi.
Capaian tersebut juga selaras dengan komitmen terhadap United Nations melalui agenda Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 7 tentang Energi Bersih dan Terjangkau serta Tujuan 13 tentang Penanganan Perubahan Iklim. Pengembangan energi panas bumi sebagai sumber energi terbarukan berperan penting dalam mendukung transisi energi nasional yang lebih rendah emisi, sekaligus memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam mendorong solusi energi berkelanjutan berbasis ilmu pengetahuan dan inovasi. [MP]