Inovasi teknologi pengeboran memegang peranan penting dalam menjaga ketahanan energi sekaligus menjawab tuntutan praktik industri yang lebih ramah lingkungan. Integrasi aspek teknis dan keberlanjutan kini menjadi standar baru dalam pengembangan solusi hulu migas, terutama pada operasi dengan kompleksitas tinggi seperti sumur bertekanan dan bersuhu tinggi (HPHT).
Untuk mendukung SDGs poin 9 tentang industri, inovasi, dan infrastruktur, tim mahasiswa Universitas Pertamina menghadirkan inovasi pengeboran berkelanjutan pada ajang International Integrated Petroleum Festival (IPFEST) 2026 bertema Embracing Growth in Sustainability to Address Energy Security di Institut Teknologi Bandung (ITB).
Meraih Juara 1 kategori Mud Innovation, tim SuperMUD dari Program Studi Teknik Perminyakan Universitas Pertamina mengungguli 49 tim internasional dalam kompetisi yang berlangsung pada 12–15 Februari 2026. Ajang ini diawali tahap preliminary pada 20 November–20 Desember 2025 dan final pada 5 Januari–5 Februari 2026.
Kompetisi dimulai dengan seleksi esai berbasis studi kasus oleh dewan juri. Sepuluh tim terbaik kemudian melaju ke babak final untuk mengembangkan inovasi drilling fluids yang mampu meningkatkan stabilitas lubang bor sekaligus mendukung keberlanjutan energi melalui solusi teknis yang aplikatif dan terukur.
Dewan juri terdiri atas praktisi industri, yakni Dian Permana Kusuma (Drilling and Well Intervention Project Expert), Mukhlis Taufik (Drilling Engineer PT Pertamina EP), dan Windy Martdianzah (Workover and Well Intervention Engineer Pertamina Hulu Energi Offshore South East Sumatera). Penilaian menitikberatkan pada kekuatan teknis, aspek keberlanjutan, serta kelayakan implementasi di lapangan sesuai standar kompetisi internasional.
Tim SuperMUD yang dipimpin Arafi Isqak Nurfian bersama Florency Aprilia Indraswari dan Raimund Alexander Darma Koli mengusung inovasi berjudul Revolutionizing Offshore HPHT Drilling with High Performance Water Based Mud Ensuring Wellbore Integrity, Operational Efficiency, and Sustainable Practices. Inovasi ini mengoptimalkan well control melalui penggunaan aditif biodegradable guna menjaga stabilitas sumur sekaligus meminimalkan dampak lingkungan.
Arafi menjelaskan bahwa rancangan tersebut mengintegrasikan performa teknis dan tanggung jawab lingkungan dalam satu sistem pengeboran.
“Kami merancang high performance water based mud yang mampu menjaga integritas sumur pada kondisi HPHT sekaligus menekan dampak lingkungan melalui penggunaan aditif biodegradable yang lebih ramah lingkungan,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi dan kesiapan tim dalam kompetisi internasional.
“Kompetisi ini mengajarkan bahwa kesiapan teknis, riset yang kuat, dan kerja tim yang solid menjadi faktor penting untuk menghasilkan solusi yang relevan bagi ketahanan energi,” tambahnya.
Melalui keikutsertaan dalam IPFEST 2026, mahasiswa tidak hanya mengasah kompetensi akademik dan profesional, tetapi juga memperkuat kemampuan dalam mud system, drilling system, penulisan ilmiah internasional, serta engineering judgment dalam menjawab tantangan ketahanan energi. Capaian ini menegaskan komitmen Universitas Pertamina dalam mendorong inovasi berkelanjutan yang relevan dan siap diterapkan di industri. [MP]