Logo Universitas Pertamina
ID / EN
Berita Kampus

Pertamina Drilling Goes to Campus: Gali Peluang Karir di Industri Energi


Published by: Universitas Pertamina Kamis, 30 Oktober 2025
Dibaca: 306 kali
Jakarta, 28 Oktober 2025 – Program Studi Teknik Perminyakan Universitas Pertamina bekerja sama dengan PT Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI) menggelar kegiatan Company Goes to Campus bertajuk “Career Opportunity in Drilling Industry with Pertamina Drilling Services Indonesia” di Auditorium Universitas Pertamina.

Kegiatan dibuka oleh Raka Sudira Wardana, M.T., Ketua Program Studi Teknik Perminyakan Universitas Pertamina, dalam sambutannya Raka menyampaikan pentingnya pemahaman mahasiswa terhadap industri migas, khususnya di sektor pengeboran.

“Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya memahami teori pengeboran, tetapi juga melihat langsung bagaimana praktik industri dijalankan secara profesional dan berkelanjutan. Kami ingin mahasiswa memahami bahwa kompetensi teknis dan etika kerja menjadi kunci untuk sukses di dunia energi,” ujar Raka.

Dihadiri 150 mahasiswa, kegiatan ini juga menjadi ajang bagi Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI) untuk memperkenalkan aspek teknis pengeboran, serta memahami bagaimana dunia industri terus beradaptasi dengan tantangan energi masa depan.

Avep Disasmita, Direktur Utama PDSI, menekankan bahwa masa depan industri pengeboran bergantung pada generasi muda yang berani berinovasi dan beradaptasi dengan teknologi baru. Melalui kegiatan ini, mahasiswa juga berkesempatan berdialog langsung dengan para profesional industri untuk memahami tantangan dan peluang di sektor energi nasional. 

“Industri pengeboran membutuhkan generasi muda yang tidak hanya memahami sisi akademik, tetapi juga mampu berpikir kreatif dan inovatif dalam menghadapi dinamika energi global,” ujar Avep.

Lebih lanjut, Avep menambahkan bahwa dunia energi saat ini tengah mengalami transformasi besar menuju efisiensi dan keberlanjutan. Perubahan ini menuntut generasi muda untuk memiliki kemampuan adaptif yang tinggi agar mampu bersaing di tengah dinamika industri.

“Mahasiswa harus berani mengeksplorasi teknologi baru, seperti digitalisasi dan otomatisasi di bidang pengeboran. Dengan begitu, mereka tidak hanya menjadi pekerja, tetapi juga inovator yang mampu menciptakan nilai tambah bagi industri migas Indonesia,” jelasnya. 

Menurut Avep, sinergi antara dunia akademik dan industri, seperti yang dilakukan Universitas Pertamina dan PDSI, merupakan langkah strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia yang unggul, berdaya saing, serta siap menghadapi transformasi energi di masa depan.

Setelah sesi paparan utama, kegiatan dilanjutkan dengan presentasi dari jajaran PDSI yang membahas lebih dalam aspek pengembangan dan pelatihan teknis di industri pengeboran.  Abimanyu Suryadi, VP Human Capital PDSI, menjelaskan pentingnya pengembangan sumber daya manusia sejak dini melalui program Drilling Workforce Enhancement Training (DWET). Program ini dirancang untuk membekali lulusan muda dengan keterampilan teknis dan soft skill yang dibutuhkan di industri pengeboran modern.

“DWET menjadi wadah pembelajaran bagi talenta muda untuk memahami proses operasional pengeboran secara langsung, sekaligus menumbuhkan budaya kerja yang profesional dan adaptif,” ungkap Abimanyu.

Melengkapi sesi tersebut, Chair Rony, Manajer Integrated Drilling Training Center (IDTC), memaparkan bagaimana peran IDTC sebagai pusat pelatihan yang memadukan teori dan praktik lapangan.  Chair menekankan pentingnya pelatihan berbasis pengalaman dalam mencetak tenaga profesional yang kompeten dan siap terjun ke proyek-proyek energi nasional.

Melalui sesi diskusi dan tanya jawab, mahasiswa memperoleh pemahaman lebih mendalam tentang dinamika industri pengeboran, knowledge management, serta kompetensi yang dibutuhkan dalam menghadapi tantangan sektor energi nasional. Salah satu peserta, Azka Firdaus, mahasiswa Teknik Perminyakan angkatan 2023, mengungkapkan bahwa kegiatan ini memberikan pandangan baru mengenai dunia kerja di sektor migas serta memperkuat motivasinya untuk berkarir di industri energi.

“Selama ini kami banyak belajar teori di kelas, dan melalui kegiatan ini saya bisa melihat langsung bagaimana praktik pengeboran dijalankan di industri. Pengalaman ini membuka wawasan baru tentang tantangan sekaligus peluang karir di bidang energi,” ujar Azka.

Lebih lanjut, Azka menambahkan, “Kegiatan ini juga membuat saya semakin yakin bahwa dunia pengeboran memiliki peran besar dalam masa depan energi Indonesia, sekaligus memotivasi saya untuk terus belajar dan mengasah kemampuan,” tutup Azka. 

Universitas Pertamina dan PDSI menunjukkan komitmen nyata dalam menyiapkan generasi muda yang kompeten dan adaptif terhadap perubahan industri energi. Inisiatif ini sejalan dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-8, yakni mendorong terciptanya pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, sekaligus memperkuat peran pendidikan tinggi dalam mendukung transisi energi nasional. [AH]
Thumbnail Thumbnail
Bagikan:
Bagikan ke WhatsApp
Bagikan ke Facebook
Bagikan ke X
Bagikan ke Telegram
Bagikan ke LinkedIn

Tinggalkan Balasan
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalan UU ITE

© 2026 Universitas Pertamina.
All rights reserved