Jakarta — Di tengah pengetatan standar akreditasi nasional oleh BAN-PT serta meningkatnya tuntutan global terhadap kualitas lulusan pascasarjana, penguatan tata kelola akademik menjadi agenda strategis perguruan tinggi. Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), tata kelola berbasis outcome, serta kesiapan menghadapi asesmen akreditasi kini menjadi indikator utama reputasi institusi dan daya saing lulusan di tingkat nasional maupun internasional.
Merespons dinamika tersebut, Program Studi Magister Manajemen Universitas Pertamina melaksanakan kegiatan benchmarking ke Universitas Riau Kepulauan sebagai bagian dari strategi penguatan mutu dan peningkatan akreditasi berkelanjutan. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk bertukar pengalaman, tetapi juga untuk mengidentifikasi praktik terbaik dalam pengelolaan program pascasarjana.
Benchmarking difokuskan pada optimalisasi sistem penjaminan mutu internal, strategi penyusunan dokumen akreditasi, penguatan kurikulum berbasis capaian pembelajaran lulusan, serta pengembangan jejaring akademik dan kemitraan strategis. Diskusi juga mencakup penguatan tata kelola pascasarjana dan sistem monitoring evaluasi yang terintegrasi.
Kegiatan ini dihadiri oleh Prof. Dr. Hj. Sri Langgeng Ratnasari, S.E., M.M selaku Rektor Universitas Riau Kepulauan, dan Dr. Ervin Nora Susanti, S.Pi., M.Si selaku Direktur Pascasarjana. Dari pihak Universitas Pertamina, hadir Dr. Dewi Hanggraeni, S.E., MBA selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis serta Fakultas Komunikasi dan Diplomasi, serta Arif Murti Rozamuri, Ph.D selaku Ketua Program Studi Manajemen, beserta jajaran dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis.
Dalam kesempatan tersebut, pimpinan kedua institusi menegaskan komitmen untuk meningkatkan kolaborasi yang telah terjalin secara lebih substansial.
“Kerja sama yang telah terjalin selama beberapa tahun terakhir menjadi fondasi yang kuat bagi kedua institusi. Oleh karena itu, saat ini kami berkomitmen untuk meningkatkan dan memperluas kolaborasi ke berbagai bidang strategis lainnya,” ungkap Prof. Sri Langgeng Ratnasari.
Ketua Program Studi Manajemen Universitas Pertamina, Arif Murti Rozamuri, Ph.D, menegaskan bahwa kerja sama harus memberikan dampak nyata terhadap penguatan mutu akademik. “Kami sepakat bahwa kolaborasi ini tidak boleh berhenti pada aspek formalitas. Benchmarking ini menjadi langkah konkret untuk memperkuat fondasi sistem penjaminan mutu, meningkatkan kesiapan akreditasi, serta memastikan lulusan Magister Manajemen memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri dan dinamika ekonomi global,” ujarnya.
Kegiatan ini juga menjadi ruang untuk memetakan keunggulan masing-masing institusi melalui pemaparan profil universitas, implementasi Sistem Penjaminan Mutu, strategi akreditasi, serta peluang penguatan kolaborasi dengan mitra strategis.
Melalui benchmarking ini, Magister Manajemen Universitas Pertamina menegaskan komitmennya dalam membangun budaya mutu yang terukur dan berkelanjutan. Inisiatif ini sejalan dengan upaya mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan), melalui penguatan tata kelola akademik, peningkatan kualitas lulusan, dan kolaborasi antarperguruan tinggi secara berkelanjutan.