Upaya penguatan sistem pengelolaan sampah perkotaan berbasis keberlanjutan masih menjadi tantangan besar di Indonesia. Menjawab isu tersebut, mahasiswa Program Studi Teknik Lingkungan melakukan kunjungan lapangan pada 8 Januari 2026 ke Jakarta Recycle Center (JRC) untuk mempelajari langsung penerapan teknologi daur ulang berkelanjutan yang telah diadopsi di Jakarta.
Kunjungan ini merupakan bagian dari pendalaman mata kuliah Teknologi Daur Ulang sekaligus menjadi sarana pembelajaran aplikatif mengenai sistem pengelolaan sampah terintegrasi. Jakarta Recycle Center merupakan fasilitas hasil kerja sama Pemerintah Kota Osaka, Jepang, dengan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta yang menitikberatkan pengelolaan sampah melalui pemilahan sejak dari sumbernya.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa mempelajari alur pengelolaan sampah secara menyeluruh, mulai dari pengumpulan, pemilahan, hingga pengolahan sampah organik dan anorganik. Sejumlah teknologi kunci turut diperkenalkan, seperti sistem pemilahan dan pemadatan plastik, teknologi peleburan styrofoam dan plastik yang dimanfaatkan sebagai bahan baku kerajinan, serta mekanisme optimalisasi pemanfaatan sampah anorganik bernilai guna.
Adapun sampah residu yang tidak dapat diolah di fasilitas tersebut akan dikirim ke TPST Bantargebang, yaitu fasilitas pengolahan dan pemrosesan akhir sampah skala regional yang melayani wilayah DKI Jakarta.
Salah satu mahasiswa peserta kunjungan, Faliq Ahmad, menilai bahwa Jakarta Recycle Center memberikan gambaran konkret mengenai bagaimana sistem daur ulang dapat diintegrasikan dalam pengelolaan sampah perkotaan. Menurutnya, praktik pemilahan sampah sejak dari sumber hingga pemanfaatan kembali menunjukkan bahwa pengelolaan sampah tidak hanya berfokus pada pengurangan volume, tetapi juga pada efisiensi dan keberlanjutan sistem.
“Kami melihat langsung bahwa teknologi daur ulang bisa diterapkan secara sistematis dan berdampak nyata dalam menekan timbulan sampah,” ujarnya.
Selain observasi lapangan, mahasiswa juga mengaitkan praktik pengelolaan sampah di Jakarta Recycle Center dengan sistem pemilahan sampah yang telah diterapkan di lingkungan Universitas Pertamina. Perbandingan tersebut digunakan sebagai bahan analisis untuk menilai efektivitas penerapan teknologi daur ulang di skala kampus dan perkotaan.
Kegiatan ini juga sejalan dengan komitmen pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan yang diinisiasi oleh United Nations, khususnya SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab. Melalui pembelajaran mengenai pengurangan, pemilahan, dan pemanfaatan kembali sampah, mahasiswa tidak hanya memahami aspek teknis pengelolaan limbah, tetapi juga prinsip ekonomi sirkular yang menjadi kunci dalam menekan timbulan sampah dan meningkatkan efisiensi sumber daya di kawasan perkotaan.
Kegiatan ini menunjukkan peran pembelajaran lapangan dalam memperkuat pemahaman mahasiswa terhadap tantangan pengelolaan sampah perkotaan, khususnya di tengah peningkatan timbulan sampah dan keterbatasan kapasitas pengolahan. Melalui pengalaman ini, mahasiswa diharapkan memiliki perspektif yang lebih komprehensif dalam merancang solusi pengelolaan sampah yang efektif dan berkelanjutan. [MV]