Transisi energi nasional menuntut penguatan kapasitas sumber daya manusia yang memahami kebijakan, regulasi, dan tata kelola energi berkelanjutan. Pemerintah Indonesia menargetkan peningkatan bauran energi baru terbarukan serta pencapaian Net Zero Emission (NZE) pada 2060 atau lebih cepat, sehingga integrasi perspektif kebijakan dalam pendidikan tinggi menjadi semakin relevan (Kementerian ESDM, 2023).
Merespons dinamika tersebut, Program Studi Magister Sains Keberlanjutan (MSU) Universitas Pertamina melaksanakan kegiatan benchmarking ke Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (Ditjen EBTKE) dalam rangka penyusunan Kurikulum 2026. Kegiatan ini bertujuan memperoleh masukan strategis terkait arah kebijakan energi baru terbarukan dan konservasi energi di Indonesia.
Diskusi menghadirkan Ir. A. Susetyo Edi Prabowo, M.Si., Ketua PPSDM KEBTKE, serta Dr. Eng. Ir. Mega Mutiara Sari, S.T., M.Si., selaku Plt. Ketua Program Studi Magister Sains Keberlanjutan. Pembahasan mencakup pengembangan energi surya, panas bumi, dan bioenergi, target bauran energi nasional, serta strategi pencapaian NZE melalui instrumen kebijakan dan regulasi.
Dr. Mega Mutiara Sari menegaskan bahwa proses penyusunan kurikulum harus responsif terhadap arah kebijakan nasional.
“Benchmarking ini memastikan Kurikulum MSU 2026 tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga selaras dengan prioritas pembangunan energi nasional, khususnya dalam transisi energi dan pencapaian Net Zero Emission,” ujar Mega.
Sementara itu, Ir. A. Susetyo Edi Prabowo menekankan pentingnya pemahaman tata kelola energi dalam pendidikan keberlanjutan.
“Pengembangan energi baru terbarukan tidak hanya berbicara soal teknologi, tetapi juga kebijakan, insentif, dan mekanisme implementasi. Perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam menyiapkan SDM yang memahami keseluruhan ekosistem energi berkelanjutan,” jelas Edi.
Melalui benchmarking ini, MSU memperoleh sejumlah capaian strategis, antara lain sinkronisasi kurikulum dengan kebijakan energi nasional, penguatan perspektif regulasi dan kebijakan publik dalam pembelajaran, serta integrasi isu bauran energi dan transisi menuju NZE dalam struktur mata kuliah.
Kegiatan ini sejalan dengan SDG 7 (Energi Bersih dan Terjangkau) melalui penguatan kompetensi transisi energi, serta SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim) melalui integrasi kebijakan mitigasi emisi dalam pendidikan tinggi.
Dalam jangka panjang, penyempurnaan Kurikulum MSU 2026 mempertegas komitmen Universitas Pertamina dalam menghasilkan lulusan yang adaptif, memahami tata kelola energi berkelanjutan, dan mampu berkontribusi dalam perumusan maupun implementasi kebijakan energi nasional. [MV]