Mahasiswa perguruan tinggi dituntut tidak hanya memahami teori di ruang kelas, tetapi juga mampu melihat langsung penerapan ilmu pengetahuan di dunia industri. Melalui kegiatan pembelajaran berbasis pengalaman lapangan, mahasiswa dapat memperoleh gambaran nyata mengenai proses produksi, standar operasional, hingga tantangan yang dihadapi sektor industri modern.
Sebagai bagian dari penguatan pembelajaran berbasis praktik industri, mahasiswa Program Studi Teknik Kimia Universitas Pertamina melaksanakan kegiatan company visit ke PT Yakult Indonesia Persada. Kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran langsung bagi mahasiswa untuk memahami penerapan ilmu teknik kimia pada industri makanan dan minuman berbasis probiotik.
Kunjungan ini bertujuan menjembatani pembelajaran teori yang diperoleh di bangku perkuliahan dengan praktik operasional di lapangan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa dapat mengamati secara langsung bagaimana konsep teknik kimia diterapkan dalam proses produksi skala industri, mulai dari pengolahan bahan baku hingga menjadi produk akhir yang siap dipasarkan.
Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa memperoleh pemaparan mengenai profil perusahaan serta penjelasan menyeluruh terkait alur proses produksi dari tahap upstream hingga downstream. Peserta juga diperkenalkan dengan berbagai peralatan utama dalam proses produksi, sistem kontrol kualitas, serta penerapan standar kebersihan dan keamanan pangan yang ketat.
Selain itu, mahasiswa diajak memahami sejarah pengembangan produk probiotik, mulai dari penemuan bakteri asam laktat sebagai dasar produk hingga perkembangan teknologi produksi massal yang digunakan saat ini.
Kegiatan company visit ini menghadirkan Kak Vimi sebagai narasumber dari perusahaan dan didampingi oleh Ir. Eduardus Budi Nursanto selaku dosen pembimbing sekaligus Ketua Program Studi Teknik Kimia.
Salah satu peserta kegiatan, Patricia Katarina Valerie Mantiri menyampaikan, “melalui company visit ini, kami dapat melihat secara langsung bagaimana teori yang dipelajari di kelas diterapkan dalam proses industri nyata. Kegiatan ini memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai alur produksi, standar kualitas, serta tantangan yang dihadapi di dunia kerja”.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya memperoleh wawasan industri yang lebih luas, tetapi juga mampu memahami dinamika nyata dunia kerja yang menuntut ketelitian, konsistensi standar operasional, serta kemampuan problem solving berbasis data.
Paparan langsung terhadap proses produksi industri membantu mahasiswa melihat bagaimana setiap tahapan proses harus dirancang secara efisien untuk meminimalkan kehilangan bahan, menekan biaya operasional, serta menjaga stabilitas kualitas produk.
Selain itu, pengalaman ini berperan penting dalam meningkatkan kesiapan mahasiswa menghadapi dunia kerja, baik dari sisi teknis maupun profesional. Mahasiswa belajar mengenai budaya kerja industri, sistem manajemen mutu, penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3), serta pentingnya kolaborasi lintas divisi dalam menjaga keberlangsungan proses produksi.
Hal ini menjadi bekal penting bagi lulusan untuk dapat beradaptasi dengan cepat ketika memasuki lingkungan industri yang kompetitif dan dinamis.
Lebih jauh, kegiatan ini juga memperkuat pemahaman mahasiswa mengenai peran strategis lulusan Teknik Kimia dalam mendukung industri yang berkelanjutan. Lulusan diharapkan mampu berkontribusi dalam merancang proses produksi yang tidak hanya efisien secara ekonomi, tetapi juga aman bagi pekerja, ramah lingkungan, serta memenuhi standar kualitas produk yang ketat. [MV]