Jakarta — Model ekonomi linear yang selama ini mendominasi pola produksi dan konsumsi; ambil, pakai, buang, semakin dinilai tidak berkelanjutan di tengah krisis sampah dan keterbatasan sumber daya alam. Ekonomi sirkular hadir sebagai pendekatan alternatif yang menekankan pengurangan limbah sejak tahap desain, pemanfaatan kembali material, serta efisiensi sumber daya agar produk tetap berada dalam siklus penggunaan selama mungkin. Konsep ini kini menjadi kebutuhan strategis dalam pembangunan berkelanjutan dan penguatan daya saing industri.
Merespons urgensi tersebut, sebanyak 85 siswa SMA/SMK/MA dari berbagai daerah di Indonesia berkompetisi menghadirkan solusi berbasis sains dalam ajang Kompetisi Nasional LEVEN UP 6.0 2026 yang diselenggarakan Program Studi Kimia Universitas Pertamina melalui Himpunan Mahasiswa Kimia (HMK UPGRICS). Kegiatan yang digelar pada 11 Februari 2026 ini dilaksanakan secara daring (online) dan luring di Griya Legita, Universitas Pertamina, Jakarta Selatan, sehingga memungkinkan partisipasi luas dari berbagai wilayah.
LEVEN UP 6.0 2026 mengusung tema Smart Science for a Circular Economy sebagai wadah bagi siswa/i untuk mengembangkan gagasan ilmiah berbasis sains yang berorientasi pada keberlanjutan. Kompetisi menghadirkan tiga cabang utama, yakni Olimpiade Kimia, Esai Ilmiah, dan Fotografi.
Pada cabang esai ilmiah, peserta menawarkan berbagai inovasi mulai dari pengolahan limbah menjadi produk bernilai tambah, pengembangan material ramah lingkungan, hingga strategi efisiensi energi dan sumber daya. Peserta melalui tahap seleksi hingga babak final, termasuk presentasi esai ilmiah yang dinilai berdasarkan inovasi, kekuatan argumentasi, relevansi dengan ekonomi sirkular, serta kemampuan menjawab pertanyaan dewan juri. Pada akhir kompetisi ditetapkan Juara 1, Juara 2, Juara 3, serta penghargaan Best Presentation untuk kategori Esai Ilmiah.
Cabang fotografi turut menampilkan karya visual yang merekam praktik ekonomi sirkular dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan rumah tangga maupun komunitas. Persaingan berlangsung kompetitif dan menunjukkan tingginya kualitas gagasan peserta dari berbagai daerah.
Salah satu panitia, Fathinah Al-Mudzakkirah, menyampaikan bahwa LEVEN UP 6.0 dirancang untuk membentuk pola pikir ilmiah yang kritis dan solutif. “Melalui sains yang cerdas dan inovatif, generasi muda dapat menjadi motor penggerak ekonomi sirkular dan menghadirkan solusi nyata bagi persoalan lingkungan,” ujarnya.
Kompetisi ini tidak hanya menjadi ajang prestasi, tetapi juga mendorong generasi muda untuk berpikir kritis, kreatif, dan berbasis data dalam menjawab tantangan lingkungan melalui pendekatan sains. Kegiatan ini sekaligus memperkuat literasi sains serta kesadaran akan pentingnya penerapan prinsip ekonomi sirkular sejak jenjang pendidikan menengah.
Melalui LEVEN UP 6.0, Universitas Pertamina menegaskan komitmennya dalam memperkuat inovasi dan literasi sains sebagai bagian dari kontribusi terhadap pencapaian SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), dan SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim), melalui penguatan kapasitas generasi muda dalam merancang solusi berbasis sains untuk masa depan yang berkelanjutan.