Penguatan sistem kesehatan nasional memerlukan dukungan pendidikan kedokteran yang terintegrasi dengan layanan kesehatan dan riset klinis. Kementerian Kesehatan RI mencatat rasio dokter di Indonesia masih belum merata antarwilayah, sehingga pengembangan institusi pendidikan kedokteran menjadi langkah strategis dalam memperluas akses dan meningkatkan mutu pelayanan kesehatan (Kementerian Kesehatan RI, 2023).
Merespons kebutuhan tersebut, Universitas Pertamina (UPER) dan Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (FK Unpad) menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) tentang Pendampingan Pembentukan dan Penyelenggaraan Fakultas Kedokteran serta Pembukaan Program Studi Kedokteran dan Program Studi Pendidikan Profesi Dokter Universitas Pertamina pada Jumat (12/12/2025) di Bandung.
Penandatanganan dilakukan oleh Prof. Dr. Ir. Rudy Sayoga Gautama, IPU, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Universitas Pertamina, dan Prof. Dr. Yudi Mulyana Hidayat, dr., Sp.OG(K)-Onk., DMAS., Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran.
Ruang lingkup kerja sama mencakup pendampingan pembentukan dan penyelenggaraan Fakultas Kedokteran UPER, pembukaan Program Studi Kedokteran dan Program Studi Pendidikan Profesi Dokter, serta pengembangan dan implementasi Academic Health System (AHS) dalam jejaring kemitraan kedua institusi. Model AHS mengintegrasikan pendidikan, penelitian, dan pelayanan kesehatan dalam satu sistem kolaboratif untuk meningkatkan kualitas lulusan dan tata kelola akademik.
Prof. Rudy Sayoga Gautama menyatakan bahwa kolaborasi ini dirancang untuk memastikan proses pembentukan fakultas berjalan sesuai standar akademik dan regulasi pendidikan kedokteran nasional.
“Pendampingan dari FK Unpad menjadi fondasi penting dalam memastikan kualitas kurikulum, sistem pembelajaran, serta kesiapan sumber daya yang dibutuhkan,” ujarnya.
Perjanjian ini berlaku selama lima tahun sejak ditandatangani dan dapat diperpanjang berdasarkan kesepakatan para pihak. Dalam periode tersebut, kedua institusi akan menyusun dan mengevaluasi rencana kerja tahunan sebagai bagian dari mekanisme pengendalian mutu dan pengembangan berkelanjutan.
Kolaborasi ini memperkuat komitmen Universitas Pertamina dalam membangun pendidikan kedokteran yang terintegrasi dengan sistem layanan kesehatan dan kebutuhan nasional.
Inisiatif ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, khususnya SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui penguatan kapasitas pendidikan tenaga medis, serta SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui pengembangan institusi dan sistem pembelajaran kedokteran yang berbasis standar akademik dan kolaborasi riset. [MV]
Referensi:
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Profil Kesehatan Indonesia 2023. Kementerian Kesehatan RI.