Logo Universitas Pertamina
ID / EN
Berita Kampus

Green Chemistry Goes to School, UPER Ajak Siswa Ciptakan Inovasi Hijau


Published by: Universitas Pertamina Kamis, 26 Februari 2026
Dibaca: 89 kali
Transisi menuju ekonomi sirkular dan pembangunan berkelanjutan menuntut perubahan mendasar dalam cara ilmu kimia dikembangkan dan diterapkan. Selama ini, proses industri kimia kerap dikaitkan dengan limbah berbahaya, konsumsi energi tinggi, serta kontribusi terhadap emisi gas rumah kaca. Dalam konteks tersebut, kimia hijau (green chemistry) hadir sebagai pendekatan yang menekankan perancangan produk dan proses kimia yang meminimalkan penggunaan serta pembentukan zat berbahaya sejak tahap awal desain. Prinsip ini tidak hanya berfokus pada pengelolaan limbah di akhir proses, melainkan pada pencegahan, efisiensi atom, penggunaan bahan baku terbarukan, efisiensi energi, serta perancangan produk yang lebih aman dan mudah terurai.

Perkembangan kajian mutakhir menunjukkan bahwa implementasi kimia hijau perlu terintegrasi dengan pendekatan riset dan inovasi yang bertanggung jawab. Artinya, inovasi kimia tidak cukup hanya aman secara teknis dan ramah lingkungan, tetapi juga harus mempertimbangkan dimensi sosial, etika, ekonomi, dan kebijakan publik. Integrasi ini penting agar transformasi menuju industri berkelanjutan berjalan secara inklusif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Dengan pendekatan yang komprehensif, kimia hijau tidak hanya mendukung dekarbonisasi industri dan efisiensi sumber daya, tetapi juga membentuk arah pengembangan teknologi yang selaras dengan kebutuhan sosial.

Untuk mewujudkan transformasi tersebut secara berkelanjutan, fondasi utamanya terletak pada pendidikan. Penguatan literasi sains berbasis keberlanjutan sejak jenjang sekolah menjadi langkah strategis dalam menyiapkan generasi yang kritis, adaptif, dan solutif. Pemahaman kimia tidak lagi terbatas pada rumus dan reaksi, melainkan sebagai instrumen untuk merancang solusi atas persoalan lingkungan, energi, dan kesehatan. Pembelajaran yang kontekstual dan aplikatif membantu siswa memahami keterkaitan antara inovasi kimia, tanggung jawab sosial, dan masa depan industri berkelanjutan.

Sebagai bentuk implementasi nyata dari penguatan literasi kimia hijau, Program Studi Kimia Universitas Pertamina berkolaborasi dengan MGMP Kimia Kabupaten Serang menyelenggarakan Seminar “Advancing Green Chemistry Goes to School” pada 3 Februari 2026 di Aula SMAN 1 Ciruas. Kegiatan ini diikuti sekitar 80 peserta yang terdiri dari siswa, guru pendamping, serta pengurus MGMP Kimia Kabupaten Serang. Seminar ini dirancang sebagai ruang edukasi sekaligus inspirasi bagi siswa untuk mengenal konsep kimia hijau secara lebih mendalam dan aplikatif.

Seminar menghadirkan narasumber dari Prodi Kimia Universitas Pertamina dan GGINP Indonesia, yaitu Dr. Nila Tanyela Berghuis dan M. Fadhil Muchtar Nasution, S.T. Dalam paparannya, narasumber menjelaskan bagaimana prinsip kimia hijau diterapkan dalam proses industri, mulai dari pemilihan bahan baku yang lebih aman hingga strategi pengurangan limbah dan efisiensi energi. Peserta juga diperkenalkan pada konsep green jobs sebagai peluang karier masa depan yang membutuhkan kompetensi sains terapan dan kepedulian lingkungan.

Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui sesi diskusi, kuis edukatif, serta mini workshop pembuatan sabun ramah lingkungan. Melalui praktik langsung tersebut, siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga melihat secara konkret bagaimana prinsip kimia hijau dapat diterapkan dalam produk sehari-hari. Pendekatan ini diharapkan dapat menumbuhkan minat terhadap sains sekaligus membangun kesadaran lingkungan sejak dini.

Kepala Program Studi Kimia Universitas Pertamina, Dr. Nila Tanyela Berghuis, menyampaikan bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan MGMP menjadi strategi penting dalam memperkenalkan kimia hijau secara aplikatif kepada siswa. Menurutnya, pembelajaran kimia dapat dirancang menyenangkan, relevan, dan kontekstual sehingga mendorong siswa untuk berpikir inovatif dan bertanggung jawab terhadap lingkungan. Hal senada disampaikan M. Fadhil Muchtar Nasution, S.T., yang menekankan bahwa kesadaran sains sejak dini menjadi fondasi dalam menyiapkan generasi muda menghadapi tantangan inovasi ramah lingkungan.

Melalui kegiatan ini, Universitas Pertamina menunjukkan komitmennya dalam memperkuat literasi sains berbasis keberlanjutan dan mendukung agenda pembangunan nasional. Inisiatif ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), serta SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim). Edukasi kimia hijau di tingkat sekolah diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun generasi yang siap berkontribusi dalam transformasi industri dan pembangunan berkelanjutan di masa depan.
Thumbnail Thumbnail
Bagikan:
Bagikan ke WhatsApp
Bagikan ke Facebook
Bagikan ke X
Bagikan ke Telegram
Bagikan ke LinkedIn

Tinggalkan Balasan
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalan UU ITE

© 2026 Universitas Pertamina.
All rights reserved