Penguatan peran akademisi dalam forum ilmiah internasional menjadi bagian penting dari kontribusi perguruan tinggi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan solusi berbasis riset.
Partisipasi aktif dalam konferensi global tidak hanya memperluas jejaring kolaborasi, tetapi juga mempertegas komitmen institusi dalam mendorong inovasi yang berdampak bagi masyarakat dan pembangunan berkelanjutan.
Dosen Teknik Sipil Universitas Pertamina, Ir. Adita Utami, S.T., M.T., meraih penghargaan Best Presenter kategori Resilient Transportation pada The 13th International Conference on Sustainable Energy Engineering and Application, 2–4 Februari 2026, di Hotel Trembesi BSD. Penghargaan diberikan atas kontribusi riset transportasi tangguh dan berkelanjutan di forum akademik internasional.
Ir. Adita, berlatar belakang Teknik Sipil dengan fokus Sistem dan Rekayasa Transportasi, mempresentasikan dua paper pada kategori Resilient Transportation. Risetnya menekankan peningkatan keselamatan dan efisiensi perlintasan sebidang melalui pendekatan berbasis data dan model prediktif guna mendukung transportasi perkotaan yang lebih adaptif dan tangguh.
Paper pertama, Safety and Accident Risk Prediction Research at Railway Level Crossings from a Global Evidence Review, mengkaji faktor risiko kecelakaan di perlintasan sebidang melalui tinjauan global. Paper kedua, Impact of Traffic Saturation on Queue Formation at Urban Railway Level Crossings, menganalisis dampak kejenuhan lalu lintas terhadap pembentukan antrean di kawasan perkotaan.
“Melalui kedua penelitian ini, saya ingin menghadirkan pendekatan berbasis data yang tidak hanya mengidentifikasi risiko, tetapi juga mampu memprediksi potensi permasalahan di perlintasan sebidang. Dengan demikian, pengelolaan lalu lintas dapat dilakukan secara lebih antisipatif dan terukur,” ujar Ir. Adita.
Kedua riset tersebut berfokus pada pengembangan model prediktif untuk mendukung manajemen lalu lintas yang lebih proaktif. Melalui analisis mendalam, penelitian ini bertujuan meningkatkan keselamatan, mengurangi risiko kecelakaan, serta meminimalkan pemborosan energi akibat antrean kendaraan yang berkepanjangan di titik rawan transportasi.
Proses seleksi Best Presenter diawali dengan pengiriman abstrak yang melalui tahap peer review. Setelah lolos, full paper kembali dievaluasi oleh reviewer internasional. Pada sesi presentasi, penilaian mencakup kualitas substansi, kebaruan riset, kedalaman analisis, serta kejelasan dan ketepatan dalam menjawab pertanyaan.
Capaian ini selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) poin 9 tentang industri, inovasi, dan infrastruktur. Riset Ir. Adita berkontribusi pada pengembangan sistem transportasi tangguh yang adaptif terhadap gangguan, sekaligus mendukung transisi menuju mobilitas rendah emisi dan efisien energi melalui pendekatan berbasis bukti dan teknologi prediktif.
Sebagai penutup, Ir. Adita berharap capaian ini menjadi motivasi bagi sivitas akademika Universitas Pertamina untuk terus berkolaborasi dan berkontribusi di forum ilmiah internasional.
“Keberhasilan ini lahir dari kolaborasi, konsistensi, dan dukungan institusi. Harapannya, ke depan semakin banyak dosen dan mahasiswa yang berani mengembangkan riset, memperluas jejaring global, serta memperkuat kontribusi Universitas Pertamina dalam pengembangan transportasi dan energi berkelanjutan,” tutup Ir. Adita dalam wawancaranya (25/02). [MP]