Universitas Pertamina bersama Pertamina menjalankan Program Prevent & Reduce – Waste Circularity Pilot Project sejak 22 Desember 2025 hingga saat ini di lingkungan kampus Universitas Pertamina sebagai langkah strategis memperkuat pengelolaan sampah dan mendukung target nasional Zero Waste 2045–2050. Program ini difokuskan pada pengurangan timbulan sampah dari sumber melalui perubahan perilaku sivitas akademika serta penguatan sistem pemilahan dan pengelolaan sampah secara terintegrasi.
Saat ini, program memasuki tahap edukasi dan peningkatan kesadaran. Sivitas akademika didorong menerapkan kebiasaan sederhana dalam aktivitas sehari-hari, seperti membawa wadah makan dan minum pribadi serta melakukan pemilahan sampah sesuai jenisnya sebagai bagian dari upaya pencegahan dan pengurangan sampah dari sumber.
Pelaksanaan program ini sejalan dengan Indonesia’s Low Carbon Development Initiative (LCDI) yang dikoordinasikan oleh Bappenas dalam mendorong transisi menuju pembangunan rendah karbon. Dalam konteks nasional, limbah pangan masih menjadi salah satu penyumbang terbesar timbulan sampah, sehingga pendekatan prevention dan reduction dinilai krusial untuk menekan volume sampah sebelum memasuki tahap pengolahan akhir.
Untuk mendukung perubahan perilaku tersebut, Universitas Pertamina menyiapkan dukungan sistem di tingkat operasional. Program Prevent & Reduce diterapkan melalui penyediaan tempat sampah terpilah di berbagai titik aktivitas kampus, termasuk area kantin, serta pelibatan tim housekeeping dan tenant kantin dalam proses pemilahan dan pengelolaan sampah sesuai karakteristiknya.
Selain penyediaan fasilitas, aspek edukasi dan komunikasi juga diperkuat melalui materi komunikasi visual dan kampanye internal guna meningkatkan pemahaman sivitas akademika mengenai pemilahan sampah organik, anorganik, dan residu. Pendekatan ini bertujuan membangun kebiasaan pengelolaan sampah yang konsisten di lingkungan kampus.
Manajer Sustainability Center Universitas Pertamina, Gede Widia Pratama Adhyaksa, menyampaikan bahwa Program Prevent & Reduce dirancang sebagai proyek percontohan pengelolaan sampah berbasis waste circularity di lingkungan perguruan tinggi.
“Program piloting ini diharapkan dapat menjadi baseline dan blueprint untuk menstimulasi inovasi riset dan teknologi yang dihasilkan oleh dosen dan mahasiswa dalam ekosistem Universitas Pertamina,” ungkap Gede.
Lebih lanjut, program ini tidak hanya menitikberatkan pada fase pencegahan dan pengurangan, tetapi juga dirancang sebagai bagian dari sistem pengelolaan sampah yang lebih komprehensif. Pada tahap selanjutnya, implementasi akan mencakup fase collection, processing, dan recovery guna membangun sistem pengelolaan sampah kampus yang berkelanjutan dan terintegrasi.
Pendekatan tersebut sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 12 tentang Responsible Consumption and Production yang mendorong pengurangan timbulan sampah melalui pencegahan, pengurangan, daur ulang, dan guna ulang. Melalui Program Prevent & Reduce, Universitas Pertamina berupaya membangun ekosistem pengelolaan sampah kampus yang lebih sirkular sebagai kontribusi terhadap agenda pembangunan nasional dan global.
Dalam jangka menengah, Universitas Pertamina menargetkan terwujudnya ekosistem pengelolaan sampah kampus yang sepenuhnya sirkular (fully circular waste management ecosystem) pada 2030.
Inisiatif ini juga mendukung indikator keberlanjutan perguruan tinggi yang dinilai secara global melalui THE Sustainability Impact Ratings, sekaligus memperkuat komitmen Universitas Pertamina dalam membangun budaya minim sampah di lingkungan pendidikan tinggi.