Logo Universitas Pertamina
ID / EN
Berita Kampus

Cegah Abrasi Sejak Dini, Universitas Pertamina Tanam 1.400 Bibit Mangrove di Muara Gembong


Published by: Universitas Pertamina Rabu, 28 Januari 2026
Dibaca: 179 kali
Sebanyak 1.400 bibit mangrove ditanam di pesisir Desa Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, pada 10 Januari 2026 oleh Universitas Pertamina bersama Pertamina Foundation sebagai upaya menekan laju abrasi pantai yang telah berlangsung selama 15–20 tahun terakhir.

Wilayah pesisir Muara Gembong diketahui mengalami abrasi akibat kombinasi faktor alam, seperti gelombang laut, serta aktivitas manusia berupa pembabatan hutan mangrove pada masa lalu. Berkurangnya vegetasi mangrove menyebabkan kawasan pesisir kehilangan pelindung alaminya dari pengikisan pantai.

Penanaman ini merupakan bagian dari program jangka panjang yang menargetkan 10.000 bibit mangrove dalam lima tahun. Hingga Januari 2026, total 4.400 bibit telah tertanam sejak program dimulai pada 2024, termasuk 1.400 bibit yang ditanam pada kegiatan kali ini.

Hingga Januari 2026, Universitas Pertamina tercatat telah menanam sebanyak 3.000 bibit mangrove. Penanaman tambahan 1.400 bibit pada Januari 2026 menjadikan total bibit yang telah ditanam mencapai 4.400 bibit, dengan sisa 5.600 bibit yang akan ditanam secara berkala pada tahap selanjutnya.

Dalam pelaksanaannya, Universitas Pertamina dan Pertamina Foundation bekerja sama dengan Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) dengan memilih jenis Rhizophora Apiculata atau bakau sebagai bibit yang ditanam. Spesies ini dikenal memiliki akar tunjang yang kuat sehingga efektif menahan abrasi sekaligus menyerap dan menyimpan karbon melalui proses fotosintesis. Bibit ditanam dengan jarak 1 x 1 meter guna mendukung pertumbuhan akar dan batang secara optimal.

Ketua KNTI, Sumirda, menyampaikan bahwa penanaman mangrove menjadi salah satu langkah efektif dalam menghadapi abrasi. Menurutnya, selain menahan laju pengikisan pantai, mangrove juga berperan menjaga keseimbangan ekosistem pesisir serta mendukung keberlanjutan kehidupan nelayan.

Pada kegiatan tersebut, Sumirda turut memberikan pembekalan kepada para Sobat Bumi (SoBi) Universitas Pertamina mengenai teknik penanaman dan kondisi kawasan Muara Gembong. Setelah proses penanaman, KNTI akan melakukan pemantauan berkala guna menilai tingkat kelangsungan hidup bibit serta meminimalkan risiko kerusakan akibat faktor lingkungan, seperti bibit hanyut atau tertutup sampah.

Kegiatan ini juga selaras dengan komitmen terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 13 (Climate Action) dan SDG 14 (Life Below Water). Penanaman mangrove tidak hanya berfungsi sebagai pelindung alami pesisir dari abrasi, tetapi juga berkontribusi dalam mitigasi perubahan iklim melalui penyerapan karbon serta menjaga keseimbangan ekosistem laut dan pesisir.

Dengan adanya tindak lanjut pemantauan tersebut, diharapkan mangrove yang ditanam dapat tumbuh optimal dan memberikan manfaat ekologis serta sosial secara berkelanjutan bagi masyarakat pesisir Muara Gembong.


Thumbnail Thumbnail Thumbnail
Bagikan:
Bagikan ke WhatsApp
Bagikan ke Facebook
Bagikan ke X
Bagikan ke Telegram
Bagikan ke LinkedIn

Tinggalkan Balasan
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalan UU ITE

© 2026 Universitas Pertamina.
All rights reserved