Logo Universitas Pertamina
ID / EN
Berita Kampus

243 Program Master di Prancis Dibuka untuk Mahasiswa Indonesia, Universitas Pertamina Gelar Sosialisasi Beasiswa LPDP–France 2026


Published by: Universitas Pertamina Kamis, 26 Februari 2026
Dibaca: 90 kali
Jakarta - Dengan torehan 73 peraih Nobel Prize dan 12 Fields Medal, Prancis menegaskan posisinya sebagai salah satu pusat riset dan inovasi terkemuka dunia. Kekuatan tersebut tidak hanya tercermin dalam prestasi akademik, tetapi juga dalam ekosistem pendidikan tinggi yang terintegrasi dengan industri, teknologi, dan pengembangan kebijakan publik. Dalam kerangka diplomasi pendidikan dan penguatan talenta global, akses terhadap sistem pendidikan tersebut kini semakin terbuka bagi mahasiswa Indonesia.

Sebanyak 243 program master berbahasa Inggris di 59 institusi pendidikan tinggi Prancis ditawarkan melalui skema Beasiswa Co-funding LPDP–France Program Master 2026. Peluang ini menjadi fokus dalam Sesi Sosialisasi yang diselenggarakan Universitas Pertamina secara daring untuk menjangkau mahasiswa dan calon pendaftar dari berbagai daerah.

Program beasiswa ini merupakan hasil kolaborasi antara Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dan Pemerintah Prancis melalui Kedutaan Besar Prancis untuk Indonesia. Skema co-funding dirancang untuk memperluas akses pendidikan kelas dunia sekaligus memperkuat kemitraan strategis kedua negara di bidang pendidikan dan riset.

Sosialisasi menghadirkan Atase Kerja Sama Pendidikan dan Universitas Kedutaan Besar Prancis untuk Indonesia, Antoine Bricout, serta Wakil Atase Kerja Sama Universitas IFI Kedutaan Besar Prancis untuk Indonesia, Gema Akbar Pratama. Para narasumber memaparkan secara rinci mekanisme seleksi, struktur pendanaan, timeline pendaftaran, serta kesiapan akademik dan bahasa yang perlu dipersiapkan calon pendaftar.

Gema Akbar Pratama menegaskan bahwa program ini tidak sekadar menawarkan dukungan finansial. “Beasiswa LPDP memberikan kesempatan bagi mahasiswa Indonesia untuk mengakses pendidikan kelas dunia tanpa terbebani biaya pendidikan. Kuliah di Prancis juga membuka peluang kolaborasi riset, jejaring internasional, dan pengalaman akademik dalam lingkungan multikultural,” ujarnya.

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Universitas Pertamina, Prof. Dr. Ir. Rudy Sayoga Gautama, IPU, menyampaikan bahwa sosialisasi ini merupakan bagian dari strategi internasionalisasi kampus. “Kami mendorong mahasiswa untuk mempersiapkan diri sejak dini, baik dari sisi akademik maupun kompetensi bahasa. Pengalaman studi internasional akan memperluas perspektif, memperkuat kapasitas riset, dan meningkatkan daya saing lulusan di tingkat global,” ujarnya.

Menurutnya, akses terhadap pendidikan internasional menjadi elemen penting dalam membangun sumber daya manusia yang mampu beradaptasi dengan dinamika ekonomi global berbasis pengetahuan dan inovasi.

Melalui kegiatan ini, Universitas Pertamina menegaskan komitmennya dalam memperluas akses mahasiswa terhadap pendidikan global sekaligus memperkuat jejaring internasional. Inisiatif ini sejalan dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), dan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan), melalui penguatan kolaborasi lintas negara dan peningkatan kapasitas talenta Indonesia di kancah global. [MV]
Thumbnail Thumbnail
Bagikan:
Bagikan ke WhatsApp
Bagikan ke Facebook
Bagikan ke X
Bagikan ke Telegram
Bagikan ke LinkedIn

Tinggalkan Balasan
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalan UU ITE

© 2026 Universitas Pertamina.
All rights reserved