Logo Universitas Pertamina
ID / EN
Berita Energi

Wamen BUMN Targetkan IPO Pertamina Geothermal Energy Tuntas Juni


Published by: Beritasatu.com Jumat, 14 Januari 2022
Dibaca: 465 kali
Jakarta, Beritasatu.com- Kementerian BUMN menargetkan penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) anak usaha Pertamina yakni PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) tuntas pada semester I 2022.

Wakil Menteri BUMN II Pahala Nugraha Mansury menyampaikan, Kementerian BUMN siap menggelar IPO PT PGE di Bursa Efek Indonesia (BEI). Hal ini bertujuan untuk memaksimalkan potensi pengembangan geothermal sehingga dibutuhkan aksi penghimpunan dana. "Insya Allah, PGE ini targetnya di semester I 2022 ini. Targetnya diregistrasi di Maret, IPO kemudian di Juni mungkin," ucapnya, Rabu (12/1/2022).

Pengembangan geotermal melalui PGE ini sejalan dengan upaya pemerintah yang kini sedang meningkatkan penggunaan sumber daya Energi Baru dan Terbarukan (EBT). Pahala mengungkap, pemerintah Indonesia sudah memiliki peta jalan (roadmap) terkait transisi energi yang tertuang dalam Grand Strategi Energi Nasional.

Dalam peta jalan itu, EBT ditargetkan dapat mencapai 23% pada 2025 dan mencapai 31% pada 2020 dalam bauran energi. Dalam peta jalan itu, pemerintah juga mendorong pemanfaatan EBT hingga 20 giga watt (GW) pada 2030 dengan kontribusi terbesar diproyeksikan berasal dari EBT.

Pahala meyakini bahwa salah satu energi yang paling mudah dikembangkan adalah penggunaan geotermal. Karena itu, BUMN diharapkan dapat mengoptimalkan geotermal di kawasan yang dikelola sendiri. Apalagi, saat ini baru 9% wilayah geothermal yang berproduksi dengan kapasitas 1.900 mega watt (MW).

Selain untuk memaksimalkan pembangkit listrik yang sudah ada, dengan mencatatkan PT PGE di lantai bursa, anak usaha PT Pertamina (Persero) ini juga diproyeksikan bakal mampu menghasilkan produk hijau seperti hidrogen hijau dan amonia hijau. "Penggunaan EBT akan meningkatkan kualitas udara dan mendukung pencapaian target pengurangan emisi gas rumah kaca nasional. Peningkatan penggunaan geothermal juga bertujuan untuk menekan impor BBM nasional," ungkap Pahala.

Pasalnya, saat ini konsumsi BBM Indonesia sekitar 1,2 juta barel per hari. Sementara 40% kebutuhan BBM dipasok dari impor. Karenanya, untuk menciptakan energi nasional yang mandiri diperlukan sumber energi lokal terutama EBT seperti geothermal.

Saat ini, PGE mengelola 15 wilayah kerja dengan kapasitas 1.877 MW. Dengan rincian, 672 MW dioperasikan sendiri dan 1.205 MW merupakan kontrak operasi bersama. "Untuk meningkatkan pemanfaatan panas bumi, saat ini PGE mengembangkan teknologi baru dengan menggunakan binary cycle," tutur Pahala.


Thumbnail
Bagikan:
Bagikan ke WhatsApp
Bagikan ke Facebook
Bagikan ke X
Bagikan ke Telegram
Bagikan ke LinkedIn

Tinggalkan Balasan
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalan UU ITE

© 2026 Universitas Pertamina.
All rights reserved