Tim ‘THE HIGHEST’ yang beranggotakan salah satu mahasiswa Kimia Universitas Pertamina, Ananda Azhari Aprianty Pabo, berhasil meraih Juara 1 dalam kegiatan MALACHITE 2.0. MALACHITE 2.0 yang merupakan kompetisi karya tulis ilmiah bertemakan “Green Energy for Indonesia” dengan subtema “Potensi Pemanfaatan Energi Ramah Lingkungan” yang dilaksanakan oleh HMTG MAHANDRAGA Universitas Pertamina pada tanggal 21 dan 22 Januari 2021.Kegiatan MALACHITE 2.0 ini diharapkan dapat memicu pikiran kaum intelek muda untuk mengembangkan teknologi pemanfaatan energi ramah lingkungan di Indonesia serta meningkatkan nilai "Green Energy" pada mata masyarakat Indonesia.
Dalam kompetisi ini, ‘THE HIGHEST’ membuat karya tulis ilmiah berjudul “Pembuatan Light Trap Berbasis Dye-Sensitized Solar Cell (DSSC) Menggunakan Ekstrak Ampas Teh Hasil Limbah Pabrik”. Gagasan tersebut bermula dari sebuah masalah yang terjadi di perkebunan yang terletak di daerah Kabupaten Bogor, Cigombong.
"Pada saat itu para petani tengah mengalami penurunan hasil panen yang disebabkan oleh hama. Dari situlah saya mulai berpikir dan mencari cara bagaimana menyelesaikan masalah tersebut. Esok harinya, saya tidak sengaja melihat lampu di rumah yang selalu dinyalakan sebelum maghrib dan akan dimatikan sebelum matahari terbit. Ketika saya bertanya untuk apa lampu itu, seorang petani menjawab untuk menangkap serangga. Hal tersebutlah yang menjadikan ide gagasan yang saya gunakan untuk maju ke perlombaan MALACHITE 2.0. Tak berhenti sampai situ, tak jauh dari lokasi perkebunan tersebut, terdapat sebuah pabrik teh yang mana pemilik pabrik tersebut selalu menelantarkan ampas teh padat dan cair yang menimbulkan bau menyengat dan menyebabkan rasa gatal-gatal pada penduduk sekitar," ucap Ananda.
Selain itu, Ananda mengungkapkan bahwa gagasan tersebut diharapkan dapat membantu petani untuk meningkatkan produksi hasil panen, mengurangi biaya listrik untuk alat perangkap hama, mengurangi penggunaan pestisida, dan mengurangi limbah cair dan padat pabrik teh dengan memanfaatkan limbah tersebut sebagai salah satu bahan baku dalam pembuatan DSSC yang nantinya akan digunakan sebagai sumber listrik untuk menyalakan alat perangkap serangga (light trap).
“Tak hanya itu, DSSC ini juga dibuat dengan memanfaatkan ilmu yang saya dapat dari mata kuliah kimia material pada saat kelas daring semester 5 lalu. Saya ingin apa yang saya pelajari di bangku perkuliahan dapat saya realisasikan ke dalam dunia nyata,” terang Ananda.
"Dan asal-usul nama tim ‘THE HIGHEST’ ini didasarkan pada ambisi kami untuk merealisasikan ide-ide yang ada di dalam kepala kami ke dalam sebuah ucapan yang nantinya akan kami lakukan dalam sebuah aksi nyata. Dan kami juga berharap bahwa apapun tantangan yang akan datang di masa depan, kami dapat melewatinya dengan meraih hal yang terbaik pada saat itu,” tambahnya.