Pemerintah telah menetapkan PT Bumi Siak Pusako sebagai operator Blok Coastal Plains and Pekanbaru (CPP) menggantikan Pertamina Hulu Energi (PHE) hingga 2042 mendatang. Proposal BUMD asal Riau tersebut dinilai lebih menarik dibandingkan proposal anak usaha Pertamina tersebut.
Corporate Secretary PT Pertamina Hulu Energi, Arya Dwi Paramita menjelaskan bahwa dalam menetapkan rencana pengelolaan suatu wilayah kerja hulu migas, Pertamina akan bergerak berdasarkan evaluasi yang sesuai. Khususnya dengan strategi subholding upstream Pertamina. "Pengajuan yang ditawarkan Pertamina untuk pengelolaan Blok CPP sudah melalui evaluasi internal berdasarkan kondisi lapangan tersebut," kata Arya kepada Katadata.co.id, Jumat (18/2).
Meski begitu, menurut Arya pihaknya akan tetap menghormati dan patuh pada ketetapan yang diputuskan Pemerintah. Terutama untuk pengelolaan Blok CPP ke depannya. Advertisement Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Tutuka Ariadji sebelumnya menjelaskan pemberian perpanjangan kontrak Blok CPP 100% kepada PT Bumi Siak Pusako telah melalui berbagai pertimbangan. Pertama, nilai Komitmen Kerja Pasti (KKP) yang ditawarkan PT BSP meningkat dari usulan awal yakni dari US$ 41 juta menjadi US$ 130,4 juta.
BUMD Riau ini juga mengajukan signature bonus sebesar US$ 10 juta tanpa diskresi. The carbon-neutral aviation fuel made from sunlight and air Selain itu, dalam pertimbangan dan rekomendasi tersebut kondisi finansial PT BSP juga dinilai cukup kuat. Kemudian, proposal yang diajukan oleh Pertamina untuk Blok CPP nilainya berada di bawah proposal PT BSP.
Bukan karena Skema Gross Split Adapun Pertamina mengajukan KKP senilai US$ 61 juta dan signature bonus US$ 1 juta tanpa diskresi, atau US$ 10 juta dengan 5% diskresi, atau US$ 20 juta dengan 10% diskresi. "Pertamina tidak bersedia memperbaiki proposal dan menerima apabila pemerintah memberikan pengelolaan WK CPP kepada BSP," kata Tutuka.
Penulis: Verda Nano Setiawan
Editor: Happy Fajrian