Logo Universitas Pertamina
ID / EN
Berita Energi

Strategi Pertamina Jadi Pemain Utama Energi Hijau Global


Published by: validnews.id Kamis, 10 Maret 2022
Dibaca: 1064 kali
JAKARTA – Pembentukan subholding Power and New Renewable Energy (PNRE) menjadi strategi Pertamina mewujudkan transisi energi dan menjadi ujung tombak pengembangan energi hijau di Indonesia, sekaligus upaya meraih posisi sebagai salah satu pemain utama energi hijau di tingkat global.

“Mandat untuk Pertamina NRE sangat jelas, yakni mewujudkan transisi energi di Indonesia. Kami juga difokuskan untuk melakukan transisi energi di halaman sendiri, yakni di lokasi-lokasi operasi milik Pertamina Group melalui inisiatif dekarbonisasi dan efisiensi dengan menyediakan energi hijau,” ujar Chief Executive Office Pertamina NRE, Dannif Danusaputro, dalam keterangan tertulisnya, Rabu (9/3).

Dannif menjelaskan, dekarbonisasi atau emisi nol persen menjadi tekad banyak negara sebagai upaya memerangi pemanasan global yang semakin mengancam keberadaan bumi dan umat manusia. 

Sejumlah negara, seperti Amerika Serikat, Jepang, dan Korea Selatan, misalnya, menargetkan emisi nol persen pada 2050. Indonesia sendiri memiliki target yang sama pada 2060.

Dekarbonisasi atau emisi nol persen merupakan komitmen Indonesia dalam Paris Agreement, sebuah kesepakatan yang disetujui 196 negara pada 15 Desember 2015.

Sebagai langkah awal, lanjutnya, Pemerintah mencanangkan target pengurangan emisi gas rumah kaca (GRK) sebesar 29% pada 2030. Jika ada bantuan dari dunia internasional, penurunan emisi GRK bisa mencapai 41% pada 2030.

Pada saat yang sama, pemerintah telah mengesahkan target baru yang didominasi oleh energi hijau di dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2021-2030, dalam upaya untuk mencapai bauran energi baru terbarukan (EBT) sebesar 23% pada 2025, serta Rencana Umum Ketenagalistrikan 2019-2038 yang menargetkan bauran energi sebesar 28% pada 2038 dan 31% pada 2050.

Dannis menyebutkan, Pertamina menjadi salah satu pemain utama dalam pemenuhan komitmen pemerintah dalam soal energi hijau. 

Perusahaan pelat merah ini menargetkan 17% energi bersih dalam portofolio bisnisnya pada 2030. Khusus untuk Pertamina NRE, Pertamina menetapkan target kapasitas energi bersih sebesar 10 GW pada 2026. Jumlah itu meliputi 5 GW pembangkit gas, 4 GW energi terbarukan (di dalamnya termasuk panas bumi), serta 1 GW energi baru seperti green hydrogen, electric vehicle, nature climate solution dan lainnya.

“Mayoritas portofolio hijau tersebut berada dalam pengelolaan Pertamina NRE beserta anak-anak usaha dan afiliasinya. Semua target yang dicanangkan akan dicapai dengan kolaborasi, baik dengan internal Pertamina Group maupun perusahaan lainnya yang memiliki visi selaras,” jelasnya.

Pencapaian target-target tersebut akan dilakukan oleh Pertamina NRE melalui anak usaha dan afiliasi. Seperti halnya pengembangan panas bumi dan green hydrogen dilakukan oleh PT Pertamina Geothermal Energy (PGE), yang sudah memiliki kapasitas terpasang 672 MW own operation. 

Sementara, pengembangan gas to power dilakukan oleh PT Jawa Satu Power dan PT Jawa Satu Regas. Contohnya proyek Jawa-1 dengan kapasitas 1,8 GW.

Sementara untuk pemenuhan target EV Ecosystem, Pertamina melalui Pertamina NRE bersama holding perusahaan tambang pemerintah MIND ID, PT Aneka Tambang, dan PT PLN tergabung dalam Indonesia Battery Corporation (IBC). 

Perusahaan ini difokuskan untuk bergerak di industri baterai dari hulu ke hilir, mulai dari penyediaan baterai untuk kendaraan listrik, stasiun pengisian listrik umum (SPLU) dan ekosistem pendukung lainnya. Kolaborasi ini diharapkan bisa mendorong transisi di sektor transportasi, dari BBM fosil ke kendaraan listrik.

Dalam rangka mewujudkan transisi energi yang dimulai dari halaman sendiri, Pertamina NRE telah melakukan kolaborasi dengan subholding lain ataupun afiliasi Pertamina lainnya untuk menyediakan sumber energi hijau. Pertamina NRE sudah mengoperasikan PLTS Badak dengan kapasitas 4 MW (2019). 

Selain itu, masih ada PLTS Dumai berkapasitas 2 MW, PLTS Cilacap 1,34 MW, PLTS Atap di 141 SPBU. 

Di samping mengembangkan di halaman sendiri, Pertamina NRE juga mendukung program pemerintah yakni Green Industry Cluster dengan membangun PLTS di Kawasan Sei Mangkei 2 MW, PLTBg Sei Mangkei 2,4 MW, dan melakukan layanan operation and maintenance di PLTBg Kwala sawit dan Pagar Merbau 2 MW.

Bekerjasama dengan BPPT, Pertamina NRE juga sedang dalam tahap finalisasi pembangunan PLTP Binary, di Tomohon, Sulawesi Utara sebagai proyek percontohan PLTP skala kecil.
Thumbnail
Bagikan:
Bagikan ke WhatsApp
Bagikan ke Facebook
Bagikan ke X
Bagikan ke Telegram
Bagikan ke LinkedIn

Tinggalkan Balasan
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalan UU ITE

© 2026 Universitas Pertamina.
All rights reserved